Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Teguh Suprayogi

Therapist di Saudi Arabia

Wow… Uji Kandungan Daging Babi Semudah Uji Kehamilan!

OPINI | 29 September 2012 | 21:55 Dibaca: 1357   Komentar: 39   14

1348909786547765230

test pack/hidayatullah.com

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia
(LPPOM-MUI) berencana menggunakan Porcine Detection Kit untuk membantu
memudahkan kerja auditnya. Alat ini digunakan untuk mendeteksi kandungan daging
babi pada daging segar, atau produk olahan seperti bakso, nugget atau sosis.

Bentuknya seperti test pack uji kehamilan pada wanita. Seperti diberitakan
hidayatullah.com(29/09/2012), “(Peluang) error (alat ini) kurang dari satu persen,”
kata Dr. Budiatman Kepala Bidang Penelitian dan Pengkajian LPPOM MUI, pada
Rakernas LPPOM MUI di Bogor, Jumat (28/09/2012).

Dia menjelaskan, pripsip kerja tersebut berdasarkan reaksi antigen dan antibodi.
Katanya, suatu antibodi akan dilabel dengan suatu enzim yang reaksi enzim akan
menghasilkan warna merah. “Antibodi spesifik babi dilekatkan ke dalam strip (yang)
mirip strip tes kehamilan,”kata Budiatman menjelaskan. Jika yang muncul dua garis
merah, tandanya sampel produk olahan daging itu positif mengandung babi.
Kalau hanya satu garis artinya negatif, bebas dari babi.” Biaya uji sampel dengan
alat ini sekitar USD. 10 dolar setiap sekali uji.

Masih banyaknya produk makanan yang diduga mengandung campuran daging babi
memang cukup memprihatinkan bagi negeri kita yang mayoritas muslim. Tentu saja
dengan kemampuan alat deteksi ini diharapkan kerja LPPOM-MUI jadi makin mudah,
cepat dan akurat tentunya. Hingga masyarakat muslim merasa aman dan nyaman.

Semoga saja alat ini benar-benar dapat membantu tugas mereka dalam menguji
kehalalan suatu produk makanan dari tercampurnya daging babi, serta amanah
jika pengadaan alat ini nanti benar-benar terlaksana, bukan dijadikan proyek bagi
segelintir oknum untuk memperkaya diri sendiri.

Dammam, 29/09/2012

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | | 23 September 2014 | 22:43

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | | 24 September 2014 | 00:37

Banyak Laki- laki Indonesia Jadi Ayah Gagal …

Seneng Utami | | 24 September 2014 | 04:45

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Kritik Terhadap 7 Tuntutan FPI ke Ahok …

Opa Jappy | 2 jam lalu

Strategi Perang Lawan ISIS Ala SBY …

Solehuddin Dori | 3 jam lalu

KPI Tegur Tom and Jerry, GGS Gimana? …

Samandayu | 4 jam lalu

Anggap Remeh …

Ifani | 4 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 6 jam lalu


HIGHLIGHT

Air Kehidupan Bangsa Ramsun # 1 (Bangsa …

Abu Daffa M Budiawa... | 7 jam lalu

Seberapa Penting Sistem Pengajuan Harga …

Wawandowski | 7 jam lalu

Tulisan Dibalik Sepotong Keramik …

Agus Syaifuddin | 7 jam lalu

SABAR itu Ilmu Tingkat Tinggi …

Eko Junaidi Salam | 7 jam lalu

Perlunya Pencabutan Hak Politik Bagi …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: