Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Risa Novianti

mahasiswi ILMU KOMUNIKASI UIN_Sunan Kalijaga yang selalu berusaha lebih baik di setiap harinya

Ssstt…. Kado Doa Untuk Haji Mabrur, Lebih Irit?

OPINI | 24 September 2012 | 00:04 Dibaca: 1063   Komentar: 0   1

Musim haji tahun ini, pasti sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari jumlah calon jamaah haji yang di berangkatkan sampai tradisi acara sebelum pemberangkatan haji. Jadwal diberangkatkan calon  jamaah haji tahun 2012/1433 H ini di mulai dari kelompok terbang (kloter) pertama pada tangggal 21 September 2012. Namun persiapan sudah jauh-jauh hari di lakukan. Mulai dari perlengkapan wajib haji, seperti pakain ikhrom putra dan putri, barang-barang penunjang atau pelengkap ibadah haji, dan keperluan pribadi seperti matras, payung atau alat masak praktis yang dapat di gunakan tanpa memakan waktu. Saat ini perlengkapan tersebut mudah di dapatkan. Tidak hanya pada pihak yang menjual khusus perlengkapan haji, namun juga terdapat di toko busana muslim umum yang menyediakan untuk merauk rejeki lebih di bulan haji.

Lepas dari pembahasan kewajiban haji, yang sangat berbeda pada haji tahun ini adalah cara mengeksprsikan pelepasan calon haji dengan pemberian kado. Saya sangat menyoroti arti kado dalam hal ini. Saya berfikir ini mau naik haji apa ulang tahun? Dalam sehari di bulan haji ini, saya mampu membungkus kado sebanyak 7-12 kado bagi calon haji(karyawan took busana muslim). Mungkin orang-orang di indonesia sudah semakin kaya(amin), maksud saya kaya karena mereka yang datang pada acara pelepasan calon haji selalu membawa buah tangan atau kado. Seakan sudah menjadi keharusan bahwa setiap datang pada acara tersebut membawa kado yang di bungkus rapi dengan ucapan dan tak lupa titip doa selama menunaikan ibadah haji. Sangat berharap doa-doa yang tertulis indah, penuh mengisi kertas ucapan dapat di bacakan di depan Ka’bah dan terkabul.

Kado yang diberikan memang bersangkutan dengan perlengkapan ibadah haji. Mulai dari barang kecil seperti masker haji, sarung tangan, atau kaos kaki, hingga barang-barang besar seperti handuk, mukenah, atau  jilbab besar untuk persiapan di tanah suci. Tak sedikit yang bingung dengan ketentuan memberi kado saat pelepasan calon haji, karena mendadak atau kurang tahu dengan perlengkapan ibadah haji. Tak jarang barang dan harga juga menjadi pertimbangan. Seperti ingin memberi kado kaos real atau jubah putih, barang tersebut menggunakan ukuran atau size yang pas bagi yang di berikan. Saat membelikan barang yang menggunakan ukuran, biasanya hanya menggunakan ilmu kira-kira. Itu hal yang paling membuat pembeli sulit memilih. Sebagai solusi, mungkin bias memberi kado yang berguna namun tanpa ukuran. Seperti jilbab besar, celana haji (putra atau putri) yang menggunakan karet, kaos kaki wudhu, masker haji, bahkan matras haji. Barang-barang tersebut cukup berguna dan terjangkau harganya.

Selain barang yang berguna bagi calon haji di tanah suci atau sepulangnya ketanah air sebagai kado, yang terpenting menurut saya adalah DOA. Mereka yang membeli barang sebagai kado tak sedikit yang lupa mencantumkan doa-doa atau harapan mereka. Kadang juga ada yang hanya memberi nama, mungkin doa mereka ucapkan secara langsung. Namun, menurut saya dari pada binggung atau tak mau memberi barang yang biasa-biasa saja, lebih baik mendoakan sebagai kado terbaik. Meski tak terlihat seberapa harga dari sebuah doa, namun berharganya doa yang di panjatkan dan terkabul, lebih indah dari kado barang apapun. Doa yang saya maksud adalah dari keluarga, sahabat atau rekan yang di tinggalkan calon haji. Terlebih dari calon jamaah haji.

Saya bukan kelompok terbang haji untuk tahun ini, namun banyak doa yang saya dapatkan menjadi calon haji (AMIIINN), dari mereka yang saya bantu saat mencarikan dan membungkuskan kado bagi jamaah haji tahun ini. Doa memang segalanya, karena Allah SWT akan selalu mendengarkan doa-doa orang muslim dan mengabulkan yang terbaik dari-Nya. Amin.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 14 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Lemahnya Sinergi BUMN Kita …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

4 Hewan Paling Top Dalam Perpolitikan …

Hts S. | 8 jam lalu

Bantu Pertamina, Kenali Elpijimu, Pilih yang …

Vinny Ardita | 8 jam lalu

More than Satan Word …

Bowo Bagus | 9 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: