Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Agung Prasetya Wibawa

Konsultan bisnis, Pencetus Laundry Kiloan, Praktisi Bisnis dari kota yang sangat dicintai..Yogyakarta.Klik ke www.benresik.com " menulis selengkapnya

Ramalan Cupu Kyai Panjolo: Jokowi Menang..

OPINI | 20 September 2012 | 16:01 Dibaca: 870   Komentar: 2   1

Lembar demi lembar kain kafan yang membungkus cupu dibuka, ribuan peziarah datang menyaksikan dan mendengarkan rangkaian benda atau gambar, sontak semua peziarah berkerut, ketika ada gambar kepala manusia bermata lebar berkumis, banyak yang menafsirkan bahwa Jokowi menang, dengan tafsirsan bahwa mata besar menandakan mirip dengan ciri pak Jokowi dan kumis melambangkan Foke. Apakah ini benar ? Tentu beberapa jam mendatang ramalan ini akan terjawab kebenarannya…

Tersebutlah dusun Mendak, Girisekar, Panggang, sebuah dusun yang beberapa tahun ini menjadi demikian fenomenal, karena ada tradisi turun temurun yang sudah berusia puluhan tahun, yaitu upacara pembukaan Cupu Kyai Panjolo. Cupu Kyai Panjolo dipercaya berisi ramalan alam semesta selama setahun kedepan. Tradisi ini sebenarnya hanya terbatas pada kejadian mengenai cara bercocok tanam, karena dibuka setiap satu tahun sekali menjelang musim hujan, bertepatan dengan hari selasa kliwon. Kebetulan selasa kliwon jatuh pada tanggal 18 Oktober 2012. Ramalan yang berupa simbol atau gambar  biasanya oleh penduduk setempat menjadi acuan untuk bercocok tanam atau kegiatan pedesaan lainya, tetapi 5 tahun belakangan ini ramalan ini bahkan dipercaya menjadi ramalan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan berpolitik.

Bagiamana ramalan ini muncul, ada tiga cupu yaitu semacam kendi sebesar kepalan tangan orang dewasa yang dibungkus kain kafan. Ada ratusan lembar bungkus kain kafan, dan dari kain kafan putih itulah terdapat simbol atau benda - benda yang dipercaya melambangkan keadaan setahun yang akan datang.

Ramalan paling fenomenal pembukaan cupu Kayai Panjolo terjadi pada tahun 2010, disitu ada simbol gunung merapi, dan setiap lembar kain kafan yang dibuka terdapat banyak pasir dan kerikil, 2 minggu setelah pembukaan cupu Kyai Panjolo, merapi meletus dan kota jogja serta muntilan dibanjiri lahar pasir.

Tahun ini Cupu Kyai Panjolo ditemukan 58 simbol maupun gambar, diantaranya ada tulisan bahasa Arab berupa lafal Allah, dan setiap halaman kain kafan dalam keadaan kering, apakah ini simbol ( kekeringan bakal melanda bumi nusantara?),  Yang menarik ada gambar gunung berapi mengeluarkan asap, dan yang membikin pening untuk menterjemahkan adalah gambar pulau sumatra dalam keadaan terbalik….Kain kafan yang dibuka berikutnya ada bercak darah, ada gambar tokoh wayang Raden Sombo dan Dewa Bathara Nurada.

Bagaimana simbol itu muncul? tidak ada yang tahu, karena cupu kyai Panjolo tersimpan dalam kotak dan dibuka hanya setahun sekali. Apakah ramalan itu merupakan kebenaran ? Tentu saja belum jelas, karena bagaimanapun semua hanyalah simbol yang terbuka untuk ditafsirkan oleh semua orang, terlepas mau percaya atau tidak. Yang jelas tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun, bahkan beberapa tahun ini menjadi atraksi budaya kabupaten Gunungkidul.  Cupu Kyai Panjolo dipercaya telah berusia ratusan tahun, maka tak heran Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menjadikan acara ritual ini sebagai budaya yang patut dilestarikan. Jangan heran  upacara pembukaan yang berlangsung jam 12 malam ini, dibanjiri ribuan pengunjung yang tidak hanya dari daerah jogja dan sekitarnya, bahkan pengunjung daerah jawatimurpun sudah menunggu dari jam 6 sore.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 11 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 11 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 15 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 21 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: