Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Veronika Nainggolan

Baru selesai kuliah, sdg mengadu nasib di ibukota. Motto : "MENGAMATI lalu MENULIS" untuk KEDAMAIAN NEGERI......

Membangun Negeri dari Kampung

OPINI | 25 July 2012 | 17:31 Dibaca: 282   Komentar: 4   4

13431945651363450952

ilustrasi : www.arana-arana.blogspot.coml

Kampanye negatif dari kelompok kepentingan tertentu bahwa Pemerintah RI telah GAGAL di Papua, ternyata hanya isapan jempol. Mengapa? Karena kampanye itu dilakukan di kota, sementara di kampung-kampung di Papua, dinamika pembangunan sedang berjalan luar biasa.

Ribuan kampung telah tersentuh Program RESPEK (Rencana Strategis Pembangunan Kampung) yang dicanangkan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu lima tahun lalu. Perlahan tapi pasti, spirit warga Papua di kampung-kampung tampak menggeliat untuk meningkatkan kualitas hidup di kampungnya. Dana Respek sebesar 100 juta hingga 200 juta per kampung tentu tidaklah seberapa dibandingkan total Dana Otsus yang dikucurkan ke wilayah itu setiap tahun yang mencapai puluhan triliun.

http://birokrasi.kompasiana.com/2012/07/24/geliat-pembangunan-kampung-di-tanah-papua/

Kabupaten Percontohan

Kabupaten Sarmi dan Merauke adalah contoh positif dari sekian puluh kabupaten Provinsi Papua dan Papua Barat yang dinilai sukses membangun kampung melalui pengelolaan Dana Respek secara baik dan penuh rasa tanggung jawab.

Dana Respek di Kabupaten Sarmi yang didistribusikan ke kampung-kampung diserahkan sepenuhnya kepada para pengurus kampung untuk dikelola sesuai dengan prioritas kebutuhan bersama di kampungnya. Mereka kemudian menggunakan sebagian dana itu antara lain untuk pengadaan sepeda bagi anak sekolah. Daripada menunggu pembangunan gedung sekolah di kampungnya, yang tentu saja harus diikuti dengan penempatan tenaga guru, dana operasional dll, lebih praktis anak-anak sekolah dibelikan sepeda untuk memudahkan mereka menjangkau sekolah yang memang letaknya jauh dari kampung mereka.

Di Kampung Ifar Kecil ada yang menggunakan dana Respek untuk membangun bak dan pipanisasi dalam rangka air bersih, sementara di Kampung Maryam Kabupaten Boven Digoel, warga menggunakan dana Respek untuk membangun jalan, rumah dan pelabuhan kecil. Di wilayah pesisir, ada kampung yang menggunakan dana Respek untuk mengadakan transportasi laut. Intinya, warga membangun secara swadaya sesuai dengan kebutuhan di kampungnya tersebut.

Membuka Isolasi

Lain di Sarmi, lain pula di Kabupaten Merauke. Dana Respek di wilayah ini ada yang digunakan untuk membangun balai kampung, merehab bangunan rumah ibadah dan meningkatkan perekonomian warga kampung.

Sementara itu, Pemkab Merauke juga tampak sigap “menjemput” dinamika pertumbuhan kampung dengan cara membangun ruas-ruas jalan darat guna membuka wilayah-wilayah pedalaman yang selama ini terisolasi. Pemkab Merauke sudah menargetkan di tahun 2013 tidak ada lagi kampung-kampung di pedalaman yang terisolasi.

Pemkab Merauke akan menganggarkan Rp 20 miliar dalam APBD perubahan tahun ini, untuk memperbaiki jalan Merauke-Jagebob. Selain itu, tahun 2013, pemkab akan membangun terminal umum di Distrik Tubang. Pemkab juga mendorong transportasi sungai hingga distrik pedalaman seperti Kaptel dan Animha.

Bulan depan (Agustus 2012) Pemkab akan melakukan launching penggunaan telepon seluler dari distrik Kimaam , Wanam, Ta bonji, Tubang, Ngguti, Okaba, Ulilin, Elikobel, Kurik, Kaptel, Malind, Animha, Naukenjerai, dan Sota.

“Masyarakat sudah bisa pakai handphone. Sarana telekomunikasi dibangun sehingga sudah tidak ada lagi pedalaman,” katanya.

http://regional.kompas.com/read/2012/07/23/1653096/2013.Tidak.Ada.Kampung.Pedalaman

Sebagai bangsa kita berharap agar para pengelola negeri ini bekerja dengan hati yang tulus untuk kemajuan bangsa. Selain Papua, masih banyak wilayah lain yang membutuhkan sentuhan perhatian Pemerintah. Ada ribuan kampung-kampung kecil yang terpencil dan terisolasi. Kota contohi sikap tanggap Bupati Merauke yang terus berjuang membuka isolasi wilayahnya. Semangat Pemprov Papua membangun kemajuan mulai dari kampung, juga patut ditiru. Karena jika semua kampung di negeri ini bergerak maju, niscaya bangsa ini akan berubah menjadi bangsa yang maju. Semoga……

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Keluar Uang 460 Dollar Singapura Gigi Masih …

Posma Siahaan | | 19 April 2014 | 13:21

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 9 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 17 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 17 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 19 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: