Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Denni_n_ja

Alhamdulillah ala kulli hal...

Surat Terbuka Untuk Kawan

OPINI | 16 July 2012 | 09:34 Dibaca: 101   Komentar: 2   0

Salam sejahtera,
dari Tuhanku, Tuhanmu, dan
Tuhan seru sekalian alam…

Dengan segala keterbatasan, dan segala upaya keberanian yang saya kumpulkan, saya ingin menyapa kawan-kawan.  Meski lewat tulisan.

Tuan,
Sudah hampir memasuki bulan puasa. Kini. Hujan dan mendungnya tak bertebaran lagi (jare wong jowo ketigo). Karena. ini bulan yang mengingatkan aku padamu. Pada kita. Pada mereka. Pada cerita-cerita. Pada dusta-dusta. Pada janji-janji. Pada mimpi-mimpi…

Tuan,
Kau ingat. Setelah kita duduk di pojok gapura depan kampus itu, di bawah langit biru, beralaskan tanah!

Nah, sebelum gempa Jogja dan meleburnya Lapindo, setelah perjalanan panjangmu, kau singgah…

Tuan,
Peradaban berubah. Ini sudah jaman broadband. Origami-origami ucapan Selamat Idul Fitri itu “kesulitan” laku di asongan. Sekarang. kirim sms, YM, Facebook, Twitter, tinggal wuush…

Bukan berarti media textual tidak ada peluang. Kita pernah meneteskan keringat untuk mengisi periuk, pada suatu ketika, saat kita begitu terhimpit. Kita bongkar-pasang kertas kusam itu menjadi sebuah bentuk. Kita selesaikan semua dalam satu malam, waktu itu, di pojok tempat tinggal kawan kita. (Maket TA pesanan)

Dan. Sejarah bukan hanya milik pahlawan!
Aku hanya mengucapkan salam dan doa sejahtera, pada kau, pada kita, pada mereka, dan pada siapa saja. Dan. Kita tetap ada dalam sejarah! Tak bisa dihapus, meski terlupakan.

NB:
Salam takzim, penghormatan, penghargaan, dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada kawan, sahabat, teman, saudara, yang telah melalui hari-hari bersama dengan penuh ceria, suka, duka, marah, sedih, dan cinta….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 11 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: