Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Imi Suryaputera

Pria, orang kampung biasa, Pendidikan S-3 (Sekolah Serba Sedikit), Etnis : Banjar, Islam (Mu'tazilah). Contact : - selengkapnya

Para PSK Itu Merahasiakan Nama Aslinya

REP | 30 June 2012 | 00:13 Dibaca: 1513   Komentar: 4   2

Kepadaku ia mengaku bernama Vera. Kebetulan beberapa temannya pun memanggilnya dengan nama itu. Vera, wanita berusia sekitar 25 tahun, berkulit agak kekuningan, janda 2 anak, logat bicaranya terdengar seperti dialek Jawa Timuran.

Aku mengenal Vera di salah satu lokasi praktik Pekerja Seks Komersial (PSK) di wilayah kabupaten dimana aku bertempat tinggal, sebuah kabupaten yang termasuk propinsi Kalimantan Selatan.

Kedatanganku ke lokasi PSK itu dalam rangka investigasi terkait isu adanya sekitar 60-an lebih dari PSK disana terjangkit HIV.

Terdapat 2 lokasi PSK di daerahku, berjarak sekitar 18 kilometer dari ibukota kabupaten ke arah utara jalan trans Kalimantan ke arah wilayah Kalimantan Timur.

Warga mengenal kedua lokasi PSK tersebut dengan sebutan KAPIS; Kapis Lama dan Kapis Baru. Perihal nama Kapis ini, seorang temanku memplesetkannya menjadi kepanjangan KAmar Peristirahatan Istri Sementara, hehehe…….ada-ada saja, tapi benar juga sih.

Ada pula warga yang menyebutnya dengan BATAM; Batam 1 dan Batam 2, singkatan dari BATu AMpar, karena kedua lokasi tersebut berada dalam wilayah Desa Batu Ampar. Di kedua lokasi PSK itu terdapat lebih dari 400 PSK.

Oke, kita lupakan letak lokasi PSK itu secara detil, nanti malah ada yang kepingin kesana, hehehe……

Aku hanya ingin menceritakan mengenai Vera kenalanku itu. Aku tak yakin kalau Vera itu nama sebenarnya. Begitupun terhadap nama teman-temannya; Sheila, Helda, Herni, dan lainnya.

Dan dugaanku itu ternyata benar. Dari data-data yang kuperoleh dari salah seorang mucikari disana, nama-nama seperti para wanita kota itu tak terdapat dalam daftar, yang ada adalah nama-nama wanita jawa pada umumnya.

Kenapa mereka tak menggunakan nama asli mereka ? Jawabnya sudah bisa pula ditebak, mereka tak ingin para orangtua mereka, keluarga dan orang di kampung mengetahui pekerjaan mereka. Karena mereka mengaku merantau di Kalimantan dengan bekerja di perkebunan, di pertambangan, menjadi pelayan toko, restoran, hotel, rumah makan, warung teh atau warung kopi, dan lainnya. Bahkan mereka pun merahasiakan tempat tinggal mereka sebenarnya. Contohnya si Vera, ia mengaku kepada kedua orangtua dan anaknya kalau ia bekerja di sebuah daerah di Kalimantan Tengah, padahal kenyataannya ia berada di wilayah Kalimantan Selatan. Langkah Vera ini pun diikuti oleh semua temannya sepekerjaan.

Kedua lokasi seperti yang kuceritakan diatas, telah ada sejak lebih dari 2 dekade lalu. Para PSK yang “mondok” disana semuanya berasal dari luar daerah; pulau Jawa, hampir tak ada warga lokal pribumi yang menjadi PSK di kedua Lokasi tersebut, entah di lokasi di daerah lain.

Para PSK ini akan berbarengan pulang kampung setahun sekali menjelang bulan puasa, dan kembali kesana sehabis lebaran. Namun mereka yang pulang kampung tak semuanya kembali ke lokasi itu, tetapi PSK wajah baru yang datang menggantikan yang tak kembali itu.

Disana anda tak akan menemukan nama-nama seperti Yayuk, Supiatun, Sarijah, Tariyem, Bariyah, Tarmini, dan sebagainya nama yang berbau pulau Jawa, tapi nama-nama keren seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 11 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: