Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Analisa Kekacauan Sosial 2010-2014 Berdasarkan Bait Sabdo Ghoib

OPINI | 28 June 2012 | 14:10 Dibaca: 3191   Komentar: 4   0

1340956243726553585Analisa Kekacauan Sosial 2010-2014 Berdasarkan Bait SAbdo Ghoib

analisa kekacauan sosial 2010-2014 berdasarkan bait Joyobhoyo dg 2 tanda jadi kriteria awal:

1.setelah gunung merapi meletus oktober 2010 pada Malam Jumat..kemaren Merapi meletus tp setelah jembatan suramdu selesai

2.Terselesaikannya Jembatan Suramadu Juni 2009..indikasi dari bait sarto ing maduro nagari , meh gathuk lan suroboyo

Dene wonten daharu, sasampune hardi merapi , gung kobar saking dahono , sigar tengahiro kadi lepen, mili toya lahar, ngalor ngetan njog pesisir Nyang amblese glacap gunung, sarto ing maduro nagari , meh gathuk lan suroboyo , sabubare tumuli, wiwit daharu lon lonan , saya lami saya ndadi

SIfat kekacauan : Parameter Ketika FASE Kekacauan BENER2 TErjadi ditandai dgn kota SOLO dan Yogyakarta >>indikasi bait:kraton kalih manggih kingkin ing solo kaleban toya ngayogyakarto sumingkir=keraton Yogyakarta tersingkir dan keraton Solo terbenam air.

1.SEMAKIn lama SEmakin menjadi Jadi>>indikasi bait: wiwit daharu lon lonan , saya lami saya ndadi

2.kerusakan pranatha sosial kemasyarakatan di hampir semua lini struktural komunitas >> indikasi bait Temah peperangan agung, rerusuh mratah sabumi, mungsuhe datan karuwan, polahe jalmo keha sami, kadyo gabah ingenteri, montang manting rebut urip ( susah mencari rejeki dan kedudukan shingga HARUS BERKONFLIK DG SESAMA TEMANS .mitra bisnis dll ) Pepatih ( efeknya dari konflik berakibat fatal yaitu kematian) anumpuk undhung desa dea morat marit, kutho kutho karusakan,

jika ingin selamat syaratnya:

(a) menghindari petaka dengan “mati di dalam hidup” atau “tirakatan”;

(b) selalu mengingat Tuhan, yang merupakan asal mula dan tempat kembalinya manusia, setelah mati;

(c) Ingatlah: ketika raja jin tanah Jawa bernama “Sabdo Palon”  berunding dengan Sunan Kali Jaga dan Raja Brawijaya (Raden Patah), ia tidak mau masuk Islam, ia akan masuk Islam 500 tahun lagi. Pertandanya: akan membunuh banyak manusia yang tidak mau mematuhi AKAL BUDHI/Berfikir rasional dan benar karena kebenaran ada di dalam budhi manusia

note :

1.merapi meletus oktober 2010 malam jumat.jadi patokan dan juni 2009 jembatan suramdu selesai dibangun. Angka tahun 2014 didapat dari : Lawang sapta ngesti harja (1979 Saka/2057 Masehi= puncak bahaya  dari 2057 M-43.34 =2014 >>pembulatan  2013.66 = 2057-43.34 ) dengan koreksi 43.34 thn sebagai percepatan . indikasi bait puncak bahaya Sanget-sangeting sangsara,kang tumuwuh Tanah Jawi,sinengkalan tahunira:Lawang sapta ngesthi harja.

Artinya Betul-betul sangat sengsara,yang terjadi di tanah Jawa,sandi tahunnya: Lawang sapta ngesti harja (1979 Saka/2057 Masehi)

2. angka percpatan 43.34 tahun didapat dari  Ketika sabda palon bilang 500 tahun maka yg dimaksud adalah 500 tahun saka. 1 tahun saka Jawa =420 hari maka 500 tahun saka jawa=500x 420 hari dibagi 365 hari (setahun kabisat)= 575.3425 tahun masehi. SIRNA ILANG KERTHANING BHUMI ( SIRNA : 0, ILANG : 0, KERTHA : 4, BHUMI : 1 = 1400 Saka adalah 1400 saka. Jadi kembali nya 1400 saka=1400 +78 (saka ke kabisat)=1478 Masehi.–500 tahun saka berarti 575 tahun Masehi , jadi 1478 masehi +575.34 tahun= 2053 Masehi adalah datanganya SABDO PALON NAGIH JANJI.–Kenyataanny Kembalinya Sabda Palon 2010 saat meletus Gunung Merapi. Artinya ada percepatan sejarah sebesar 43 tahun yaitu 2053 -2010 = 43.34 tahun

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung Perjanjian Linggarjati: Saksi …

Topik Irawan | | 26 July 2014 | 16:11

Kompasianer Dalam Kunjungan Khusus ke Light …

Tjiptadinata Effend... | | 26 July 2014 | 18:13

Susah Move On dari Liburan? Ini Tipsnya..! …

Sahroha Lumbanraja | | 26 July 2014 | 18:08

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Saya Juga Ingin Menggugat Kecurangan Bahasa …

Gustaaf Kusno | | 26 July 2014 | 17:05


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 2 jam lalu

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 5 jam lalu

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 5 jam lalu

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 10 jam lalu

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: