Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Farid Wadjdi

Lulusan arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor nasional. Mengelola blog "Bedah Rumah" yang membedah segala selengkapnya

Lady Gaga Pemuja Setan? Setan yang Mana?

HL | 18 May 2012 | 00:11 Dibaca: 6649   Komentar: 60   5

1337279453182956813

Ilustrasi/Admin (AFP Photo / Alberto Pizolli)

Penantian para penggemar Lady Gaga berakhir antiklimaks, akhirnya Mabes Polri tidak memberikan izinĀ  konser Lady Gaga yang rencananya digelar pada 3 Juni di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. “Iya kami tidak memberikan izin konser Lady Gaga, karena selaku pihak pengamanan menilai tidak kondusif, maka Polda Metro Jaya merekomendasikan agar Mabes tidak memberi izin konser tersebut,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta, Selasa.

Selain itu, katanya, sejumlah organisasi kemasyarakatan mengirimkan surat yang isinya menolak konser Lady Gaga. “Ormas tidak hanya dari Front Pembela Islam (FPI) tapi juga dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh-tokoh masyarakat yang lain,” kata Saud.

Pelarangan konser Lady Gaga akhirnya menimbulkan kontroversi, banyak pihak menilai bahwa larangan oleh Polri karena desakan ormas-ormas tertentu. Dan yang pasti, banyak penggemar Lady Gaga yang telah membeli tiket konser tersebut sangat kecewa. Menurut vivanews.com, pada tanggal 10 Maret 2012, 25 ribu tiket dari berbagai kategori sudah habis terjual dalam waktu dua jam.

Lady Gaga dan FPI

Menurut pengamatan saya, pelarangan konser Lady Gaga menjadi kontroversi karena terkesan bahwa pelarangan oleh Polri lebih karena desakan oleh FPI. Yah, selama ini yang paling getol melarang dan mengecam konser Lady Gaga adalah FPI. Alasan FPI, seperti biasa adalah karena mengandung unsur pornografi dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dan yang tidak secara tegas dijadikan alasan, adalah anggapan bahwa Lady Gaga adalah merupakan artis pemuja setan.

Nah, masalah pemuja setan ini yang jadi problem. Seperti kita ketahui, fenomena Lady Gaga sebagai sosok yang kontroversial, mengingatkan kita pada sosok Madonna, yang juga kontroversial. Hal yang sama dilakukan oleh keduanya adalah penghinaannya terhadap agama, dalam hal ini adalah Katolik/Kristen.

Kita masih ingat klip video Madonna yang dinilai menghina agama Katolik/Kristen. Beberapa tahun lalu, Madonna meluncurkan video klip lagu baru dan tampil berpakaian bikini. Di bagian belakang dan depan terpampang gambar salib. Tentu saja umat Kristen dan Katolik pantas marah karena video klip tersebut dinilai menghina agama mereka.

Salah satu klip video Lady Gaga yang berjudul Alenjandro juga memunculkan kontroversi yang sama, yaitu mengandung pesan penghinaan terhadap agama Katolik/Kristen. Pada satu scene videonya, ditampilkan Lady Gaga berpakaian biarawati sambil membawa rosario/tasbih. Pada scene berikut, Gaga memasukkan tasbih ke dalam mulutnya. Pada scene lain, terlihat Lady Gaga mengenakan jubah putih, dengan gambar salib terbalik berwarna merah. Video ini dinilai sebagai bentuk penentangan terhadap nilai-nilai Kristiani.

Dan tentu saja, Lady Gaga tidak pernah membuat klip video yang menghina agama Islam. Mengapa? Karena Lady Gaga hidup di lingkungan masyarakat yang beragama Kristen/Katolik. Lalu mengapa FPI yang paling keras menentang konser Lady Gaga? Nah, itulah yang jadi masalah.

Lady Gaga Pemuja Setan? Setan yang Mana?

Menurut saya, sebaiknya kita berpikir dalam kerangka pertanyaan di atas. Karena itu saya berpikir, sebaiknya FPI diam saja. Karena justru akan menjadikan permasalahan jadi bias. Masalah pelarangan, biarlah itu menjadi domain Polri dan jajarannya. Sedangkan suara yang mewakili komunitas agama, biarlah itu diwakili oleh MUI, Muhammadiyah, NU, PGI, KWI, Walubi atau pun yang lain.

Jika Lady Gaga dianggap sebagai penyebar virus pornografi, maka kita semua sepakat bahwa itu adalah isu semua agama. Terbukti bahwa konser Lady Gaga juga ditentang oleh komunitas gereja di Korea Selatan dan Filipina.

Jika Lady Gaga dianggap sebagai pemuja setan, maka setan yang manakah itu? Apakah kita akan berkata itu adalah setan mereka, dan bukan setan kita. Atau sebaliknya, kita akan berkata, setan mereka adalah sama dengan setan kita. Ini adalah sama artinya dengan pengakuan terhadap Tuhan yang Esa, Tuhan bagi semua umat manusia. Ketika Lady Gaga dinilai menghina agama Katolik/Kristen, maka sebenarnya Lady Gaga juga tengah menghina agama-agama lain.

Bagaimana Seharusnya Kita?

Seperti saya singgung di atas, sebenarnya saya ingin agar FPI diam saja. Citra FPI yang keras, cenderung menimbulkan penolakan terhadap sikap FPI, padahal belum tentu salah. Jika memang aksi-aksi Lady Gaga cenderung membawa pesan pornografi dan menghina agama, biarlah penolakan itu disuarakan oleh insitusi keagamaan yang disegani dan dihormati, seperti MUI, Muhammadiyah, NU, PGI, KWI, Walubi atau pun yang lain. Dan sebaiknya penolakan itu berupa seruan dan himbauan kepada umatnya agar tidak menonton konser Lady Gaga. Soal pelarangan, biarlah itu menjadi domain Polri, dengan alasan keamanan, atau ketentuan-ketentuan lain yang diatur dalam hukum positif.

Saya ingin menyampaikan bahwa konser Lady Gaga ini juga ditentang di Filipina. Kelompok religius di Filipina berencana menggelar doa bersama pada Sabtu besok hingga sang bintang mendarat di Manila. Mereka menyebut sang artis sebagai seniman absurd yang anti Kristus.

Kelompok yang menamakan dirinya Biblemode Youth Philippines ini sedang berkampanye supaya Gaga ditolak di Filipina. “Lady Gaga menggunakan simbol-simbol dan lirik yang secara langsung menghina Tuhan,” kata Pastor Reyzel Cayanan mengungkapkan alasannya, seperti dikutip ABS CBN Kamis 17 Mei 2012.

Kelompok ini juga mengkritik gaya berpakaian Gaga yang terbuka serta lagu-lagunya yang dinilai kontroversial dan provokatif, salah satunya ‘Judas’ yang dianggap menghina Kristus secara langsung. ‘Judas’ bahkan dilarang diputar di radio-radio Lebanon dan video klipnya menuai kontroversi di kalangan pemeluk Katolik dan Kristen.

Bagaimana Profil Penggemar Lady Gaga di Indonesia?

Saya sulit untuk mengidentifikasi profil penggemar Lady Gaga di Indonesia. Saya sendiri tidak tahu seperti apa sih lagunya Lady Gaga. Tapi bahwa lirik dan video klipnya kontroversial, sudah sering saya baca. Saya sendiri lebih menyukai penyanyi-penyanyi seperti Chicago, Josh Groban, Ronan Keating atau James Blunt. Saya benar-benar menyukai penyanyi-penyanyi tersebut karena lagunya, bukan karena aksi panggungnya.

Jika dilihat dari segi usia, mungkin kelompok umur penggemar Lady Gaga berbeda dengan penggemar Justin Bieber. Mereka bukan lagi kelompok ABG yang cenderung ikut arus, melainkan kelompok yang lebih mapan, dan cukup mengerti dengan apa yang mereka ikuti. Tapi justru ini yang menurut saya lebih mengkhawatirkan. Mengapa? Lihat saja gambar berikut :

13372559441874636203

Seperti inilah profil penggemar Lady Gaga (sumber: kapanlagi.com)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 9 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 11 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 12 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 12 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: