Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Agus Budiarta

setiap langkah gerakan riil lebih penting dari selusin program

Rajin Membaca, Membuat Pikiran Anda Makin Berseri

OPINI | 15 May 2012 | 09:13 Dibaca: 1298   Komentar: 5   0

Kata-kata bijak inilah yang menghantarkan saya pada perkenalan pertama saya dengan buku bacaan. Awal kisahnya adalah ketika pertama saya menjadi mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta di Kota Yogyakarta. Awalnya saya sangat canggung dalam membaca buku. Melihat tulisan dalam bagiku sangatlah berat. Setiap hari saya hanya bisa membaca koran. Karena bagi saya tulisan dalam koran isinya sangat lunak dan enak dibaca.

Namun, kebiasaan itu lama-lama akhirnya berubah ketika saya menemukan stiker yang menuliskan kata-kata bijak diatas. Saya mulai perlahan-lahan bersentuhan dengan buku. Pertama-tama saya mulai membaca buku ringan yang berkaitan dengan mata kuliah yang saya ambil. Kebiasaan membaca buku tersebut lambat laun terus meningkat dari waktu ke waktu. Saya mulai ketagihan dengan banyak membeli buku. Termasuk membeli buku diluar mata kuliah yang saya geluti. Saya mulai banyak bersentuhan dengan buku-buku filsafat, terutama filsafat-filsafat kiri seperti marxsisme dan sebagainya.

Membaca buku bagi saya saat ini bukanlah sekedar hobi. Akan tetapi, sudah menjadi habbit dalam diri. Kemanapun saya pergi, selalu saja membawa buku. Setiap hari selalu ada waktu diluangkan secara khusus untuk membaca buku. Untuk itu, berikut ini, saya bagikan beberapa tips bagi yang ingin menjadikan membaca buku sebagai habbit. Selain tips, saya juga ingin membagikan manfaat dari membaca buku.

Berikut adalah tips-tips yang saya gunakan dalam membaca buku. Tips ini saya namakan dengan tips 3 M. Pertama, Mulai dari diri sendiri. membaca buku harus mucul dari kesadaran dalam diri sendiri. Membaca buku tidak bisa dipaksakan oleh orang lain. Di mana ada kemauan disana pasti ada jalan. Ya, bagi yang punya kemauan untuk membaca buku lama-lama kelamaan kemauan itu akan berubah menjadi kebiasaan. Mulailah dengan membacala buku apa saja. Jangan terlalu risau dengan buku yang kita baca cocok atau tidak, masuk atau tidak. Yang paling penting adalah kita harus memulai kebiasaan membaca saja.

Kedua, Mulai dari sini. Membaca itu tidak bisa ditunda. Harus mulai dari lingkungan tempat kita tinggal, kerja, sekolah ataupun lingkungan lainnya. Ketiga, Mulai dari sekarang. Membaca buku itu harus mulai dari sekarang. Membaca buku jangan sampai ditunda. Sebab kalau ditunda maka, kemungkinan besar untuk gagal pasti sangat besar.

Itu dia tadi tiga tips yang saya tawarkan bagi sahabat-sahabat yang ingin menjadkan baca buku sebagai kebiasaan dalam hidupnya sehari-hari. Selain tiga tips itu, saya juga ingin membagikan manfaat dari membaca buku. Manfaat ini saya bagikan berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Pertama, membaca buku dapat meningkatkan kepercayaan diri. Dari pengalaman yang saya peroleh bahwa, dengan membaca buku secara terus-menerus ternyata secara tidak langsung meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini saya buktikan ketika saya berbicara atau berdiskusi dengan orang lain.

Kedua, membaca buku membuat kemampuan kita dalam mengambil keputusan akan lebih luas dan lebih sistemik. Dengan membaca buku kita bisa mengambil keputusan dengan cepat, bijak dan solutif.

Ketiga, membaca buku meningkatkan kemampuan kita untuk berpikir kreatif dan efektif. Kebiasaan membaca buku akan meningkatkan kemampuan kita dalam berpikir kreatif, inovatif dan efektif. Kita dengan leluasa melahirkan ide dan gagasan baru nan bernas yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Demikian, beberapa tips dan manfaat dari membaca buku yang bisa saya sharingkan dengan sahabat-sahabat sekalian. Semoga dengan membaca, akan membuat pikiran anda semakin berseri. Selamat mencoba.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Antara Mega dan Kwik (Siapa yang Memperdayai …

Mister Hadi | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: