Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Andika

hanya orang biasa, bukan siapa siapa juga

Hati-hati, Lintah Masuk ke Perut

REP | 14 May 2012 | 08:47 Dibaca: 8000   Komentar: 18   0

Hati-hati, Lintah Masuk ke Perut

Kejadian yang dialami anak ini mungkin bisa dijadikan pembelajaran buat kita semua. jika harus selalu berhati hati dan waspada terhadap apa saja, apa lagi jika kita, anak istri yang terbiasa hidup di kota besar seperti Jakarta turun ke desa atau ikut progam yang sekarang banyak dilakukan, anak kota turun ke desa, anak anak yang biasa hidup di kota ikutan turun ke sungai atau kesawah atau bahkan naik gunung.

Pengalaman saya waktu sekolah dulu diajak teman naik gunung yang tidak begitu tinggi, ternyata di tepian gunung itu banyak pacet ( lintah darat ) yang sempat menggigit kaki, pacet binatang kecil sebesar lidi dalam waktu singat bisa segede jempol, luar biasa. Untung teman yang mengajak naik gunung itu tahu cara mengtasinya, sehingga cepat sembuh dan kembali semula. Pengalaman yang mengasikkan.

Cerita lain (bener atau tidak patut disimak ), ketika saya diajak makan di restoran pinggir danau di satu kapubaten di sulawesi ( saya sudah lupa nama kabupatennya ) yang cukup terkenal akan masakan kangkung cahnya, karena kangkung yang dibuat cah kangkung di restoran itu, katanya  diambil dari tepian danau itu sendiri ( maaf saya tidak hendak merendahkan atau berniat jelek hanya cerita teman saja ) teman itu bercerita, orang cina paling suka makan kangkung cah yang dimasak sebentar di cina sana. Kangkungnya besar besar di mask sebentar saja, angkat dan sajikan,  ketika dimakan terdengar kriyuk kriuk sedappp.

Ternyata kangnkung yang dimasak sebentar itu sekali waktu  ketika dimasak karena cuma sebentar saja tidak mematikan bibit lintah yang menempel di batang atau daun kangkung, yang ketika dimakan maka bibit lintah itupun tidak mati dan bisa bangkit kambali hidup di dalam perut, sehingga merambah banyak didalam perut yang makan, menjadikan korban tidak tertolong, akhirnya meninggal dunia. Cerita ini benar atau tidak, sekali lagi saya minta maaf, cuma bisa dijadikan pembelajaran juga.

Pembelajaran terbaru adalah ada anak kecil  murid kelas satu Sekolah dasar di  Kampung Chengal, Ketereh Kota Bharu  Kelantan, Malaysia, tiga hari lalu punya pengalaman yang mengerikan karena ada  lintah sebesar ibu jari orang dewasa, kemudian diketemukan dalam duburnya yang diduga sebagai akibat dia sebelumnya menangkap ikan di sungai tidak jauh dari rumah orang tuanya, seperti diberitakan utusan malaysia online kemarin,

Farhan nama anak itu, tida menyadari jika ada lintah masuk ke duburnya dan  kemudian membesar. Untung anak itu cepat dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan setelah anak itu heran kenapa duburnya mengeluarkan darah yang tidak wajar.

utusan malaysia online 13 mei 2012  memberitakan berikut ini  kutipannya.

Mohd. Farhan Adli Mohd. Alpatah melihat lintah yang memasuki duburnya.

“Mohd Farhan Adli Mohd Alpatah, 7, yang berasal daripada Kampung Paya Rambai itu berkata, dia hanya menyedari kehadiran lintah tersebut selepas mengalami pendarahan di duburnya.

 

Saya masuk hospital semalam selepas tengok dubur berdarah ketika nak buang air besar dan beritahu keluarga mengenai perkara itu sebelum mendapatkan rawatan di Hospital Raja Perempuan Zainab II”

Selalu berhati hati dan waspada, dimana saja.

Salam dari Jakarta

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | 9 jam lalu

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 11 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 11 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: