Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Iqbal Fatoni

Mahasiswa Universitas Al-Azhar, kairo, F.C. Internationale Milano, Penikmat karya Kompasianer.

Negeri Seribu Menara

OPINI | 05 May 2012 | 16:27 Dibaca: 481   Komentar: 0   0

Bukan untuk menyaingi negeri 5 menaranya Bang A.Fuadi, tapi memang di negeri seribu menara ini saya sedang menuntut ilmu. Ya, Negeri Seribu Menara adalah salah satu julukan untuk negeri kinanah, sebuah nama panggilan (laqab) dari Rosulallah sebagai ardlul kinanah, yaitu Mesir. Mesir mempunyai banyak sekali masjid-masjid yang berdiri megah dengan menaranya yang menjulang tinggi, seperti halnya dengan Masjid di Indonesia mayoritas masjid jami’ juga mempunyai menara.  Menariknya, masjid-masjid di Mesir ini yang mempunyai  arsitek menara yang unik adalah masjid-masjid tua dari masa-masa dinasti Abbasiyah, hingga dinasti Ustmaniyyah, terutama dinasti mamaliknya. Menara merupakan simbol kekuasaan atau kebesaran dari pendirinya,  memang corak arsitektur bangunan islam kuno di mesir sangat dipengaruhi oleh Dinasti yang pernah memerintahnya.

Konon, pernah ada seorang yang menghitung berapa banyak menara yang ada di Mesir ini, dikatan mencapai seribu menara bahkan lebih, tapi itu tidak bisa dijadikan landasan argumentasi, karena belum adanya fakta dan hitam diatas putih atas pernyataan tersebut, dan saya pun belum pernah menghitungnya, kalau Anda adalah seorang yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fakta silahkan dating kesini dan hitung berapa banyak jumlah menara masjid di mesir ini, hehe. Tapi jika kita berjalan di daerah mesir, pemandangan menara masjid memang sungguh berlimpah, bahkan masjid saling berhadap-hadapan dengan menara yang tinggi. Jika masuk waktu sholat, suara adzan pun saling bersahutan dari satu menara ke menara masjid yang lain.

Menara masjid, selain digunakan untuk menjadi tempat Muadzin, juga digunakan untuk tempat pengintai. Karena bisa kita ketahui, pada zaman dahulu selain membangun benteng-benteng pertahan tetapi juga membuat menara sebagai tempat pengintai musuh.  Dengan demikian pula, bentuk menara juga sangat bervariasi. Seperti bisa dilihat kalau di Mesir ini adalah menara masjid Ibn Thulun yang tempatnya sangat strategis.

1336234478315831097

Menara Masjid Ahmad bin Thulun, Mesir (sejarah dan perkembangan islam/FB)

Salah satu ikon juga di Negara seribu menara ini adalah menara al-Azhar, sebagai kiblat keilmuan islam, al_Azhar pun mendapatkan tempat sebagai “Manaret El- ‘Ilm” atau menara ilmu di negeri yang juga disebut negeri pyramid ini. Banyak pengais ilmu yang berbondong-bondong untuk mempelajari keilmuan islam yang progresif di al-Azhar, karena al-Azhar merupakan Universitas Islam yang sangat moderat di kalangan ahluhsunnah, ribuan ‘Ulama telah dicetak di Universitas ini sebagai pemuka keilmuan islam di seluruh dunia, sehingga tak khayal jika Menara Ilmu al-Azhar sebagai ikon Negara seribu menara ini.

Akhirnya, tidak banyak yang bisa saya jabarkan, jika ingin tahu lebih banyak, silahkan datang ke Negeri Seribu Menara ini. Walapun akhir-akhir ini masih ada demo dan kerusuhan-kerusuhan, bahkan di sekitar rumah saya terdengar suara tembak-menembak lagi. Semoga tidak menjadi semakin buruk dan terpuruk pasca Revolusi kemarin, pasalnya, jika semakin memburuk konsentrasi belajar anak bangsa yang masih mengais butir-butir hikmah di negeri para Nabi ini akan tercecer. Masa transisi Mesir pasca Revousi 25 Januari tahun lalu itu sudah memasuki babak baru tentang perebutan kekuasaan,silahkan kalian berebut kekuasaan,semoga segera diberi jalan yang amanah. Tetapi jangan sampai menggangu kita yang akan menghadapi ujian.  Salam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pak Presiden, Jangan Bikin Kami Kehilangan …

Subronto Aji | | 27 January 2015 | 09:44

Kompasiana Plus KompasianaTV, Kiblat Opini …

Giri Lumakto | | 27 January 2015 | 15:10

Ketika Walikota Tangerang Perang Melawan …

Panji Kusuma | | 27 January 2015 | 12:58

Membahas Soal Bahasa Inggris dengan Koreksi …

Ahmad Imam Satriya | | 27 January 2015 | 13:06

Getuk dan Ongol-ongol di Bandara Changi, …

Enny Soepardjono | | 27 January 2015 | 07:29


TRENDING ARTICLES

Iriana Jokowidodo Adakan “Open …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

KPK Menangkap Megawati Tindakan …

Edi Abdullah | 11 jam lalu

KPK: Ampun Presiden, Menkopolhukam, dan …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Cewek Rental Itu Diantar Pacarnya Menjadi …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

PDIP Aktor Utama di Balik Pencalonan BG …

Axtea 99 | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: