Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Khuzzaimatul Bariroh

i998 - 2004 MI ainul ulum 2004 - 2007 Mts. darut taqwa 02 2007 - 2010 MAdarut selengkapnya

Makna Butir Pancasila

REP | 25 April 2012 | 12:38 Dibaca: 1908   Komentar: 5   0

berbicara dasar negara kesatuan republik indonesia, tentu tidak lain adalah PANCASILA. dimana kalian mengetahui sendiri pancasila mengandung nilai nilia universal dengan mempunyai prinsip “bhineka tunggal ika” itu digali dari bumi pratiwi¬† dan disepakati sebagai konsensus nasional untuk menjadi dasar NKRI dan menjadi payung kehidupan bersama dan berbagai perbedaan.

namun disisi lain kita juga pernah mendapatkan keterangan dari beberapa kelompok bahwa pancasila sebagai dasar negara itu sudah tidak relevan untuk mengatasi problema bangsa ini karena menurut kesimpulan mereka pancasila tidak sesuai dengan ketentuan Tuhan (agama islam). siapa bilang ? itu merupakan sebuah kesimpulan yang terburu buru dan sebuah pemikiran yang sangat sempit dan dangkal. karena PANCASILA sebagai dasar negara indonesia sebenarnya adalah sudah sangat islami (sesuai dengan tuntunan agama islam). oleh karena itu dalam kesempatan ini santri pondok pesantren Ngalah dibawah asuhan KH. Sholeh Bahruddin mengajak kapada semuanya untuk melihat secara jernih bahwa pancasila itu adalah payung kebersamaan. dan mri kita buktikan dan kita lihat bersama- sama, kesesuaian sila- sila¬† yang terkandung dalam pancasila dengan ayat- ayat Tuhan yang termaktub dalam kitab suci - Nya yaitu AL- Qur’an al- karim.

sila pertama : ketuhanan yang maha esa. pada sila ini mengandung ajaran tentang ketauhidan dalam pengertian beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai mana termaktub dalam surat al- Nahl : 22, al- baqarah : 163 dan al- ankabut : 46

sila kedua: kemanusiaan yang adil dan beradab. sila ini mencerminkan nilai kemanusiaan yang menjunjung tinggi sikap adil dan beradab, hal ini dianjurkan dalam surat al- nahl: 90

sila ketiga: persatuan indonesia. sila ini menggambarkan sebuah kehidupan yang rukun, damai , saling berdampingan dalam bingkai keanekaragaman bangsabya dengan dilandasi persatuan serta kebersamaan, sebagaimana dalam surat ali-imron : 103

sila keempat: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. sila ini memberi petunjuk dalam pelaksanaan kepemimpinan serta dalam mengambil; keputusan itu harus secara bijak dengan tetap berdasarkan musyawarah. sesuai dengan alquran surat Shaad: 20

sila ke lima: keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. sila ini menggambarkan dan mencita- citakan terwujudnya kehidupan yang adil, makmur, bagi seluruh rakyatnya yang beranekaragam. al- maidah : 8 dan al- nisa: 135.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bila Gagal Lulus UN …

Sayidah Rohmah | | 16 April 2014 | 10:34

Menebar Rimpang Jahe Menuai Rupiah Sebuah …

Singgih Swasono | | 16 April 2014 | 09:28

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 6 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 7 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 8 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: