Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Indra Sastrawat

Wija to Luwu, Alumni Fak.Ekonomi & Bisnis-Unhas. Accountant di Kalla Group, owner d'Citizen Agency RO selengkapnya

Misteri Pohon Raksasa

OPINI | 20 April 2012 | 01:01 Dibaca: 1244   Komentar: 4   1

Maksud hati ingin mencari kabar tentang perjalanan atau pelayaran orang Makassar di Madagaskar, sebuah negeri di seberang lautan Hindia di bagian timur Benua Afrika saya malah terdampar pada sebuah informasi unik tentang pohon Baobab.

1334840263905726074

Pohon Baobab bisa tumbuh di kondisi kering bumi Madagaskar

Yang membuat saya terkesima bahwa pohon raksasa ini ternyata mempunyai khasiat raksasa juga.Disamping pohon yang satu ini mempunyai bentuk yang unik seolah-olah pohon yang terbalik. Pohon Baobab merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia. Banyak kisah legenda yang menyertai kemunculan pohon ini. Ketika sains belum berkembang maka tahyul coba menjawabnya.

Nama Baobob adalah nama yang digunakan di Perancis dalam Encyclopedia oleh Diderot dan d’Alembert, diterbitkan pada 1751, setelah Michel Adanson telah membawa kembali contoh dan deskripsi dari Senegal pada 1749: “sebuah pohon yang luar biasa ukuran menarik perhatian saya itu. sebuah bantalan pohon buah gourdlike, juga disebut roti monyet, yang Wolofs disebut “Goui” dalam bahasa mereka sendiri

13348403531480038872Saya lantas membayangkan bagaimana terkejutnya pelaut Makassar tempo dulu ketika melihat pohon ini. Gammarana tawwa mungkin hanya kalimat itu yang terucap dari mulut sang pelaut tangguh. Setelah searching di google saya temukan fakta kalau pohon ini belum pernah tumbuh di negeri Celebes. Sayangnya Iptek pada jaman itu belum maju sehingga para pelaut Bugis Makassar belum mengetahui manfaat pohon raksasa ini. Kemungkinan pohon ini di jadikan sebagai kapal layar Phinisi orang Bugis Makassar, tapi itu perlu penelitian lebih dalam.

Sejenak kita tinggalkan polemik pelaut Makassar dengan pohon Baobab. Dari hasil searching di Google saya menemukan fakta pohon ini mengandung khasiat yang hebat diantaranya buah Baobab mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi lebih tinggi dari jeruk, juga bagus untuk bahan masakan, lalu kadar kalsium dan mineral yang juga tinggi.Kulit kayunya bagus untuk tali dan pengobatan masyarakat.

13348406762119163669

Pohon Baobab di Kampus UI

Dan ternyata pohon in sudah ada tumbuh di Pulau Jawa, kemungkinan di bawah oleh penyebar Islam Arab dan Afrika. Saya bisa menduga para pasompe dari Makassar belum mengetahui manfaat pohon Baobab, beda dengan Taripang yang dikejar hingga ke pantai utara Australia. Sangat tepat kiranya ketika akhir September 2010 pihak Universitas Indonesia telah memindahkan beberapa pohon Baobab di area kampus kuning ini, setidaknya dengan mengetahui nilai ekonomis pohon itu kita bisa mengambil manfaatnya.

Semoga pohon Baobab bisa lestari di bumi khatulistiwa, pohon ini bukan hanya sekedar pohon raksasa tapi juga bisa menjadi perekat historial antara Indonesia dengan Madagaskar, sebuah negeri leluhur nusantara di Afrika bagian timur.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 19 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 20 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: