Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Reby Wahyudi

Panggil saja Bee, miliki 2 pasang sayap dan 3 pasang kaki, hidup di bukit, berkoloni selengkapnya

Foke You Jakarta

OPINI | 17 April 2012 | 10:24 Dibaca: 319   Komentar: 2   0

Insiden (peristiwa) acungan jari tengah yang dilakukan oleh Fauzi Bowo (Foke) menjadi topik hangat diberbagai media. Insiden tersbut dikenal dengan istilah Foke You (mungkin plesetan dari Fu*k You ala Foke). Menurut saya acungan jari tengah Foke (Foke You) tersebut akan tetap menjadi topik hangat sampai kampanye Pilkada Jakarta yang akan datang.

Terlepas dari disadari (diketahui maknanya) ataupun tidak oleh Foke, banyak pengamat yang menyayangkan insiden tersebut, terlebih Foke adalah seorang gubernur dan juga sebagai calon gubernur Jakarta pada pilkada yang akan datang. Banyak pengamat yang menilai insiden Foke You tersebut mencerminkan kelemahan Foke dalam membangun komunikasi politik dan sedikit banyaknya akan mempengaruhi perolehan suara Foke karena komunikasi politik yang dilakukan ol

Jari (bahasa Inggrisnya: digital/finger) merupakan suatu bagian tubuh yang berada di tangan dan kaki. Jari sering digunakan sebagai alat komunikasi lewat gerak dan bentuknya, seperti yang sering digunakan oleh para penyandang tunawicara. Jari juga terkadang digunakan oleh orang ‘normal’ untuk mengungkapkan sesuatu terutama untuk komunikasi jarak jauh (berjauhan) maupun saat-saat suara tak lagi terdengar (bising).

Jari pada manusia normal berjumlah 5 yaitu jempol (ibu jari), jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking. Setiap acungan jari-jari tersebut mempunyai makna yang berbeda-beda, seperti berikut:
- Acungan jempol keatas, sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang baik atau bagus. Dan acungan jempol kebawah untuk sesuatu yang jelek dan buruk.
- Acungan telunjuk, digunakan untuk menunjuk sesuatu, mengajukan diri, dsb.
- Acungan jari kelingking, biasa digunakan untuk mengecilkan sesuatu, terkadang juga digunakan untuk menyatakan kesendirian (jomblo).
- Acungan jari tengah, acungan jari tengah mengandung arti negatif/ fu*k, dibanyak negara, termasuk Indonesia, mengacungkan jari tengah dianggap tidak sopan. Di berbagai media, baik media cetak maupun media televisi di Indonesia, acungan jari tengah adalah sesuatu yang harus di sensor dan acungan jari tengah Foke kemarin pun di sensor di televisi.

Acungan jari juga terkadang dikombinasikan dan digunakan sebagai menyimbolkan banyak hal, seperti berikut ini:
- acungan two thumbs up, acungan 2 jempol, terkadang digunakan untuk menilai film.
- acungan jari tengah dan telunjuk, simbol piss atau damai.
- acungan jempol, telunjuk, dan kelingking, terkadang digunakan oleh pecinta musik rock (cadas).
- acungan jari tengah dan kelingking, terkadang digunakan untu menyimbolkan setan atau iblis.
- acungan jari tengah, jari manis dan kelingking, digunakan untuk menyimbolkan O.K.

Tak hanya itu, acungan jari juga terkadang digunakan dalam dunia politik yaitu pada saat kampanye, seperti berikut ini:
- acungan jempol dan telunjuk, digunakan PKB untuk menyimbolkan hablum minan naas (hubungan sesama manusia) dan hamblum minallah (hubungan kepada Allah)
- acungan 5 jari, digunakan oleh PAN untuk menyimbolkan lambang matahari pada logo partainya.
- acungan 2 telunjuk dan 2 jempol yang disatukan, digunakan oleh partai Demokrat untuk menyimbolkan lambang piramida pada logo partainya (apakah ini termasuk konspirasi? Saya pun tak mengerti, hihi).

Bagaimana dengan acungan jari tengah Foke (Foke You), apakah Foke akan menggunakan acungan jari tengahnya pada saat kampanye pilkada Jakarta untuk melambangkan “Foke for You”?, kita lihat saja nanti, hihi.

(Dari berbagai sumber)

Salam Lima Jari, Daaaa, haha

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ketika Keluarga Indonesia Merayakan …

Zulham | | 28 November 2014 | 11:19

Ahok, Kang Emil, Mas Ganjar, dan Para …

Dean | | 28 November 2014 | 06:03

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | | 28 November 2014 | 09:35

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



HIGHLIGHT

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman Dalam …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | 8 jam lalu

Pembuktian Slogan Aku Cinta Indonesia …

Lukman Salendra | 8 jam lalu

Prosedur Sidang SIM di PN …

Kambing Banci | 8 jam lalu

Penundaan Revisi UU MD3 dan Kisruh Golkar …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: