Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Taufikuieks

Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..

Mau Sholat? Ayo Bawa Kursi Sendiri: Serba-Serbi New Zealand (8)

REP | 05 April 2012 | 13:50 Dibaca: 543   Komentar: 15   2

13335899041103397475

bawa kursi sendiri

Selepas berwisata ke tempat rawan gempa atau “red zone” di pusat kota atau CBD di Christchurch, dan sempat menikmati makan siang di rumah makan Meksiko yang lezat, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 13.30 siang waktu Christchurch. Kebetulan hari itu jumat dan saatnya untuk melaksanakan sholat jumat berjamaah.

1333589958502239342

Masjid Annur

Kendaraaan kami meluncur menuju Dean Avenue di kawasan Riccarton yang terletak di bagian barat kota Christchurch. Tidak terlalu banyak kendaraan yang parkir sehingga mobil pun dapat diparkir di tepi jalan kira-kira 50 meter dari masjid. Dari jarak ini sudah kelihatan kubah keemasan dan menara masjid yang menjulang cukup tinggi.

1333589983183875824

Canterbury Islamic Centre

Kami berjalan menuju pintu gerbang masjid, dan sebuah papan nama bertengger di pagar temboknya yang berwarna putih. Papan nama ini bercat hijau dengan tulisan Masjid Annur dalam Bahasa Arab dan Inggris berwarna kuning emas. Di bawahnya juga tertulis Canterbury Islamic Centre.

1333590035917422627

Pintu ruang wudhu

Kami kemudian memasuki halaman masjid yang cukup luas. Terlihat beberapa buah mobil, sepeda motor, dan juga sepeda diparkir dengan rapi. Masih Nampak beberapa jemaah yang ada di halaman, walaupun sayup-sayup khotbah sudah terdengar. Memasuki ruangan masjid, kian jelas terdengar suara khotib sedang berkhotbah dalam Bahasa Inggris. Sementara ruang wudhu untuk pria terdapat di sebelah kiri pintu masuk. Di dalam tempat wudhu ini, terletak sebuah kurung batang berwarna hijau,

13335900741263996161

Suasana di dalam masjid

Ruang masjid sendiri cukup luas dan jemaah cukup ramai walaupun tidak sampai penuh. Secara sekilas kebanyakan jemaah berasal dari Afrika dan Timur Tengah, Ada juga beberapa wajah Asia dan bahkan ras kaukasus, bisa juga dari Eropah atau mungkin penduduk lokal Christchurch.

Hamparan sajadahnya yang berwarna biru yang cukup empuk . Saya menghitung jumlah saf, Ada sekitar enam atau tujuh saf jemaah. Sedangkan setiap saf nya memanjang cukup lebar sehingga bisa menampung lebih dari empat puluh orang. Secara kasar kapasitas masjid ini bisa menampung sekitar 250 sampai 300 orang. Dinding masjid didominasi dengan warna putih dan beberapa hiasan standar seperti kaligrafi dan jam waktu-waktu sholat.

Bagian depan masid terdapat mihrab sederhana berbentuk relung khas masjid. Dinding nya terbuat dari kayu berwana coklat muda, Mimbarnya juga dari kayu dengan warna coklat yang sama. Khotib terlihat berpakaian model barat biasa dan berkhotbah dengan bahasa yang halus dan berwibawa, Ternyata khotib kali ini bukan merupakan imam masjid ini yang kebetulan saat ini sedang tidak berada di Christchurch,Semakin mendekati waktu sholat, jemaah pun kian penuh. Sementara di barisan paling belakang ada juga jemaah yang sholat sambil duduk membawa kursi.

13335901111551126680

Pengumuman

Ketika sholat usai, saya pun melihat-lihat lebih jauh keadaan masjid yang terbesar di Christchurch ini. Di bagian belakang ada ruangan sholat khusus untuk wanita. Dan di dinding juga terdapat beberapa pengumuman untuk jemaah masjid. Di antaranya ada sebuah pengumuman yang menghimbau jemaah untuk menyumbang perluasan masjid ini. Sementara sebuah kertas lain juga menghimbau sumbangan untuk pembangunan masjid di Timaru. Timaru sendiri merupkan sebuah kota kecil sekitar seratus kilometer di sebelah selatan Christchurch. Di beranda, dipamerkan beberapa bahan literatur tentang Islam dalam bahasa Inggris. Rupanya sebagai salah satu media dakwah. Hampir mirip dengan masjid yang ada di Kilbirne, Wellington.

1333590619365668833

Buku dan Brosur

“Saya tadi tidak sempat mendengar suara azan?” Tanya saya kepada teman saya tadi. Ternyata di Christchurh memang tidak ada suara azan di luar masjid karena azan hanya diperkenankan di dalam lingkungan masjdi. Hal Ini mungkin bukan masalah sentimen keagamaan karena bahkan suara ayam jago di rumah kita sendiri pun tidak boleh seandainya mengganggu ketenangan tetangga atau umum.

13335901571511552638

Bercakap-cakap di halaman

Walaupun sholat telah cukup lama usai, suasana di halaman masjid bahkan makin ramai. Rupanya para jemaah saling bercakap-cakap dan bercerita tentang kejadian selama seminggu sebelumnya. Akhirnya kami pun sempat bertemu dengan seorang teman yang berasal dari Singapura.

Tidak lama kemudian, terlihat dua orang “bule” berusia sekitar 50 tahunan pun keluar dari dalam masjid sambil membawa kursi. Saya pun diperkenalkan dengan mereka dan yang mengejutkan adalah mereka bercakap-cakap dengan saya menggunakan Bahasa Indonesia yang cukup lancar dan fasih. Ternyata mereka beristrikan orang Indonesia dan juga sempat tinggal di Indonesia sebelumnya.

Setelah puas melihat-lihat masjid yang dibangun sekitar tahun 1984-1985 dan pernah menjadi sebuah masjid yang terletak paling selatan di muka bumi ini, kami pun meninggalkan masjid Annur dengan sebuah pegalaman baru, yaitu melihat bule yang membawa kursi sendiri. Kebetulan pula mereka adalah bule yang bisa Bahasa Indonesia

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 8 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 9 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: