Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Tb Jamaluddin

Ketentraman dan Kesehatan Adalah Anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa ...

Jejak Para Sesepuh Batu Ampar Madura (1)

REP | 18 March 2012 | 13:44 Dibaca: 6225   Komentar: 4   0

Seorang SAYYID terhormat dan bersahaja tinggal di sebuah kawasan asri Tanjung Bumi Kecamatan Sakobenah kabupaten Bangkalan Madura Beliau membawa misi da’wah menyebarkan ajaran Allah SWT sebagai penerus para Nabi. SAYYID Husein akrab di panggil seorang da’i dari JAWA keturunan Maulana Makdum bin Raden Rahmat Sunan Ampel dari sinilah awal sejarah Bani Batu Ampar di mulai.

Takdir Allah SWT membawa sebuah fitnah yang membuat SAYYID di kabarkan sedang menyusun kekuatan untuk memberontak kepada raja Bangkalan akhirnya terjadilah eksekusi pemerintah kerajaan disebabkan hasutan sebagian orang yang dengki kepada karamah sang Wali. Beliau yang terhormat dengan kuasa Allah SWT telah merasakan isyarah dekatnya ajal dari Allah, namun dengan hati tenang dan tawakkal Beliau menantinya hingga Beliau tereksekusi di mushalla-nya, namun sebelum eksekusi terjadi Beliau telah siap dengan memerintahkan putra-putra keturunannya menyelamatkan diri untuk meneruskan perjuangan dan da’wahnya. Diantara yang tertakdir selamat diantarra putra putrinya adalah SAYYID Abdurrahman.

Sepeninggal SAYYID Husein yang meninggal membawa duka bagi masyarakat. Akhirnya raja mengetahui kenyataan sesungguhnya bahwa SAYYID tidak terbukti bersalah, tapi rajalah yang termakan hasutan pendengki, karena itulah raja amat menyesal dan menggelari SAYYID sebagai orang yang di Pertuankan oleh kerajaan dan di beri gelar “Bujuk Batu Sangkah”.

Salah satu keturunannya yang berhasil selamat, yaitu SAYYID Abdurrahman tinggal di desa Bire Sokobenah Sampang Madura. Beliau seorang Alim yang berda’wah meneruskan jejak sesepuhnya. Masa itu bersamaan dengan infasi penjajah, banyak para pejuang dan ulama’ di tangkap karena di anggap berbahaya, maka untuk menyelamatkan misi da’wah bagi para penerusnya SAYYID Abdurrahman memerintahkan putra-putranya untuk menyebar berjuang dan berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Diantara putra-putra Beliau yaitu SAYYID Ali Rustam ( Bujuk Nyamplong Nage Sareh), SAYYID Hamzah Dusun Nangkrenang Karang Gejem Omben sampang, dan SAYYID Abdul Mannan.

Karena dorongan ketidakamanan saat itu SAYYID Abdul Mannan akhirnya ber’uzlah ( menyepi ) untuk ber konsentrasi memohon kekuatan dan petunjuk kepada Allah SWT guna kebaikan ummat dan para keturunan serta pengikutnya. Di pilihlah sebuah bukit sepi di daerah Pamekasan yang sekarang di kenal dengan daerah Batu Ampar. Beliau bertafakkur, bertadlarru’ dan senantiasa berzikir tanpa henti untuk mencapai kedekatan kepada Allah SWT. Di bawah sebuah pohon di bukit yang sepi hingga tanpa terasa Beliau sampai lupa pada keadaannya. Mencapai fana dalam cinta, seperti kisah para Ashabul Kahfi dalam pelarian Allah tidurkan hingga 3 setengah abad.

Waktupun berlalu, hingga 45 tahun berlalu SAYYID Abdul Mannan menyatu dalam tafakkurnya. Di kisahkan tubuh Beliau hingga tak trlihat karena tertutup akar tanaman yang menaunginya maasyaa Allah. Sungguh besar kuasa-Nya.

Suatu hari ada seorang wanita salah satu anak dari penduduk desa itu menuju tempat bertafakkurnya SAYYID Abdul Mannan. Wanita ini biasa mencari kayu ke hutan-hutan untuk kebutuhan ayah ibunya. Wanita ini mempunyai wajah dan tubuh yang tidak bagus di pandang mata, karena mempunyai penyakit kulit yang menyeluruh di seluruh tubuhnya. Sedangkan saudara-saudaranya yang lain berparas ayu dan tidak penyakitan.

Melihat ada kayu belukar rimbun, timbullah niat untuk memotongnya untuk dijadikan kayu bakar. Setelah kayu-kayu semak itu sebagian telah di potongnya, wanita tersebut terkejut karena dalam rimbunan semak itu ada makhluk aneh serupa manusia tapi sudah tidak karuan rupanya. Dia menjerit dan lari ke rumah melaporkan kepada ayahnya bahwa ada mayat di tengah hutan. Dia mengira bahwa yang ditemukan telah mati karena tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan sama sekali.

Maka berangkatlah mereka kesana. Singkat cerita di bawalah tubuh SAYYID yang tidak sadarkan diri itu ke rumah penduduk tersebut. Setelah di periksa ternyata masih ada tanda-tanda kehidupan karena masih ada detak jantungnya. Segala usaha belum bisa membangunkannya lalu di bersihkanlah tubuh SAYYID itu dan di adzani ternyata beliu bangun sadarkan dari tidurnya. Subhaanallah.

Setelah beberapa hari kesehatan SAYYID Abdul Mannan pulih kembali. Lalu Beliau berkisah tentang asal usul dan perjalanannya. Maka hormatlah dan amat bahagia penduduk itu karena telah menyelamatkan orang shalih seperti Beliau. Sebagai ungkapan syukur penduduk itu menyarankan agar SAYYID memilih salah satu putrinya untuk di persunting menjadi istri. Wal hasil SAYYID memilih putri penduduk tersebut yang berwajah jelek karena alasan telah berjasa menolongnya. Padahal putri-putri yang lainnya ayu dan cantik parasnya.

Di saat itulah karamah SAYYID di nampakkan oleh Allah SWT. Setelah putri berwajah jelek itu mandi air sumber yang Beliau keluarkan dengan idzin allah dari cabutan tongkatnya, Allahu akbar wajahnya berubah menjadi seorang yang amat cantik jelita mengalahkan wajah cantik putri-putri yang lainnya, maka berbahagialah kedua pasangan itu bahkan kecantikan istri SAYYID sampai di dengar dan membuat iri raja Sumenep kala itu.

Karena keramahan dan kemulyaannya Beliau di juluki “BUJUK KASAMBIH”. Makamnya tetap harum hingga akhir hayatnya sebagai Auliya dan kekasih Allah SWT yang mulia. Hingga kini makamnya menjadi tujuan favorit para penziarah di Pulau Madura. Di kenal dengan kawasan makam para wali “BATU AMPAR”.

Sebagai ulama besar, Beliau tidak berhenti hingga di situ. Beliau didik putra-putra Beliau untuk meneruskan perjuangannya menerangi umat dengan cahaya Islami di antara putra Beliau yang terkenal yaitu SAYYID Batsaniyah Beliau seorang alim dan penuh karamah, Beliau terkenal dengan nam “BUJUK TOMPENG”, dimakamkan di komplek pemakaman Batu Ampar, Pamekasan, Madura. Putranya yang lain dan juga penuh karamah yaitu SAYYID Muhammad Faqih bergelar “BUJUK TODUNGIH”, juga putra Beliau SAYYID Abdr Rahman yang di kenal dengan julukan “BUJUK MURANAH” Pangarengan Sampang.

Dari keturunan Beliau yang juga berprestasi dan tak kalah harumannya dikenal dengan nama Abu Syamsuddin bin Batsaniyah Tompeng. Beliau terkenal dengan nama julukan “BUJUK LATHONG”. Beliau telah hafal Alquran sejak kecil, alim dan allamah penuh karamah. Di antara murid Beliau yang sukses yaitu kayai Itsbat pendiri Pondok Pesantren Banyu Anyar, yang menjadi cikal bakal Pesantren besar di Jawa Timur semisal Pesantren Betet, Pesantren Bata-Bata Pamekasan, Pesantren Nurul Jadid Paiton, Pesantren Bulugading Jember dan banyak lagi pesantren yang lain.

Demikian riwayat tentang kemulyaan dan ketinggian nasab Beliau para Sholihin Bani Batu Ampar. Insya Allah selanjutnya kami akan publikasikan silsilah Bani Batu Ampar hingga ke Rasulullah SAW. Salam pemerhati ziarah spiritual Pulau Madura.

Bersambung >> Bag-2

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Apa yang Kau Dapat dari Kompasianival 2014 …

Hendi Setiawan | | 22 November 2014 | 22:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


Subscribe and Follow Kompasiana: