Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rina.arsip

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan konsentrasi Kearsipan di Universitas Diponegoro Bermimpi, salah satunya, mewujudkan masyarakat indonesia sadar arsip selengkapnya

Arsip, Perpustakaan dan Ilmu Informasi

OPINI | 05 March 2012 | 07:43 Dibaca: 277   Komentar: 0   0

Akhir-akhir ini saya kembali dibukakan pemahaman baru tentang mengapa arsip selalu diidentikkan dengan perpustakaan bahkan dengan ilmu informasi. Awalnya saya beranggapan bahwa ketiganya terkait dengan sumber informasi, lebih tepatnya arsip dan perpustakaan adalah ilmu pengelolaan sumber informasi, sedangkan ilmu informasi sendiri lebih menekankan pada pengelolaan konten dan konteks informasi atau dengan kata lain manajemen informasi.

Namun ternyata tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Saya menganalisis hubungan ketiganya melalui satu bidang, yaitu ilmu kearsipan. Tugas tidak hanya untuk dikerjakan tapi juga dipahami, maka kita dapat menyerap lebih banyak ilmu maupun wacana yang dapat memperkaya diri kita. Yes, of course. Memang benar. Tugas penerjemahan dan presentasi salah satu bab dari sebuah buku kearsipan full-english ternyata membuat pemahaman saya tentang keterkaitan ilmu kearsipan dengan ilmu perpustakaan menjadi lebih bertambah. Fredric M. Miller dalam Arranging and Describing Archives and Manuscripts yang diterbitkan oleh SAA atau perkumpulan masyarakat arsiparis Amerika di salah satu babnya menjelaskan bahwa ideologi kearsipan terbagi dalam kearsipan ala Eropa dengan birokrasi perkantoran modern dan kearsipan ala Amerika dengan masyarakat sejarawan dan pustakawannya. Sebagian besar negara memang berusaha untuk mengadopsi sistem kearsipan ala Amerika yang telah mengkombinasikan sistem perpustakaan dengan sistem kearsipan ala Eropa yang pada awalnya mereka anggap tidak sesuai dengan kondisi Amerika saat itu. Di sinilah kemudian saya memahami bahwa tidak mengherankan manakala arsip dan perpustakaan di tingkat pemerintahan Indonesia kemudian tergabung dalam satu atap. Saya berhipotesis bahwa sistem kearsipan birokrasi Indonesia lebih mengadopsi sistem kearsipan ala Amerika yang telah dimodifikasi.

Lantas bagaimana dengan ilmu informasi? Senin lalu saya mendapatkan kulyah tentang perbandingan sistem kearsipan tradisional yang menggunakan metode life cycle of records dengan sistem kearsipan yang dihasilkan oleh ilmuwan Australia records continuum model. Dalam salah satu perbandingannya menyebutkan bahwa life cycle of records lebih menekankan pada fisik arsipnya, sedangkan dalam records continuum model menekankan tidak hanya fisik tetapi juga isi arsipnya karena hal ini pun terkait juga dengan prosedur penilaian ketika arsip akan disusutkan. Seperti yang diutarakan Dr. Mona Lohanda, M.Phil di seminar nasional kearsipan perguruan tinggi bahwa arsiparis tidak seharusnya terlalu berkutat pada pengelolaan fisik saja tetapi juga dalam manajemen informasinya.

karena memang tidak ada ilmu yang berdiri sendiri, tapi saling mendukung, saling mengisi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghadiri Japan Halal Expo 2014 di Makuhari …

Weedy Koshino | | 27 November 2014 | 16:39

Bu Susi, Bagaimana dengan Kualitas Ikan di …

Ilyani Sudardjat | | 27 November 2014 | 16:38

Saya Ibu Bekerja, Kurang Setuju Rencana …

Popy Indriana | | 27 November 2014 | 16:16

Peningkatan Ketahanan Air Minum di DKI …

Humas Pam Jaya | | 27 November 2014 | 10:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Mahasiswa Vietnam tentang …

Hizkia Huwae | 7 jam lalu

Ngoplak Bareng Pak Jonan, Pak Ahok, Pak …

Priadarsini (dessy) | 8 jam lalu

Polisi Serbu Mushollah Kapolri Diminta Minta …

Wisnu Aj | 10 jam lalu

Demi Kekuasaan, Aburizal Mengundang Prabowo …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Pernahkah Ini Terjadi di Jaman SBY …

Gunawan | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ini tentang Ano …

Mala Amesgaiztoa | 7 jam lalu

Nikmatnya Kuliner Asia ala Jakarta Street …

Mas Lahab | 7 jam lalu

DPR Bubar, Terus Apa? Sudah Dipikirkan …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Petral Target Pertama Tim Pemberantas Mafia …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Sepakbola Indonesia Peringkat Tujuh …

Velyzega | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: