Artikel

Nikmat Jujur

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Anak jalanan tak pernah ngecap Pendidikan.... Belajar-belajar Nulis Aja.... sekalpun banyak Cercaan sesamaku tuk tulisanku.... tapi aku pingin nulis selalu.... tanpa ragu....

Unjuk Kreatif Anak Selatan Papua pada Film layar lebar


REP | 24 February 2012 | 12:21 Dibaca: 70   Komentar: 0   Nihil

1330060686693874092

Unjuk Kreatif Anak Selatan Papua

pada Film layar lebar

Dari kota tertimur Nusantara yang adalah kota Gerbang Timur Nusantara Merauke siapa menyangka, bahwa kota inipun mampu menciptakan segala sesuatu yang setidaknya banyak mengukir prestasi baik pada tingkat Propinsi, nasional maupun tingkat internasional. Kota Gerbang Timur Nusantara ini tak dapat dipungkiri terkadang disepelehkan banyak kalangan di tanah air. Kemampuan mereka senantiasa ditunjukan lewat sejumlah usaha dan kerja keras mereka, yang dalam kenyataannya sejuta prestasi boleh mereka hasilkan di segala bidang. Kota ini pun dalam perjalanan pemerintahannya sementara diusahakan pemekarannya menjadi propinsi yakni Propinsi Papua Selatan yang tinggal mendapat persetujuan prinsip dari Komisi II DPR-RI.

Seiring dengan berbagai langkah proaktif pemerintah untuk melakukan pembangunan dan pengembangan daerah ini di segala bidang pembangunan baik kualitas SDM, maupun infrastruktur penunjang berupa sarana prasarana penunjang lainnya. Tidak ketinggalan pula dalam bidang entertaiment yang mana kota ini tidak ingin tinggal diam akan tetapi senantiasa terus berkompetisi dengan daerah lainnya di tanah air, hal ini terbukti dengan pada beberapa waktu kemarin yakni di bulan Januari 2012, berhasil melaunching film Perdana komersial layar lebar bernuansa Daerah khas Papua yang 100% hasil karya anak asli dan kelahiran daerah Kota Rusa Merauke melalui aksi bidang akting pada Film Layar Lebar Melodi Kota Rusa 2 (MKR 2) sebagai lanjutan dari hasil rintisan episode pertama yakni Melodi Kota Rusa 1 yang bukan merupakan edisi komersial.

Film layar lebar MKR 2 inipun merupakan Film komersial pertama yang dibuat di Kota Merauke berstandar profesional. Film ini merupakan karya gemilang 2 (dua) Putera bersaudara kelahiran Muting sebuah desa kecil di daerah perbatasan RI - PNG wilayah Kab. Merauke, yakni Iwan sebagai produser filmnya sedangkan Acho sebagai sutradaranya.

Sekalipun Film ini tergarap dalam segala keterbatasan peralatan teknis dikarenakan keadaan situasi dan kondisi di Papua, namun film ini berhasil menciptakan gaya baru dalam Sinema gaya Papua sebab dikerjakan oleh 100 % asli anak-anak daerah Merauke seluruhnya. Dimana Acho yang adalah sutradara dari ini sendiri adalah seorang lulusan Institut Kesenian Jakarta Jurusan film yang selama ini dalam 15 tahun terakhir, telah banyak menggarap film televisi, sinetron serta iklan iklan di ibukota Jakarta. Yang karena kecintaannya kepada tanah kelahirannya Muting, merasa terpanggil untuk kembali ke tanah kelahirannya dan mengangkat misteri perjalanan hidupnya di negeri ini ke dalam sebuah film layar lebar Yakni MKR 2.

Bagi Acho sendiri ini bukanlah merupakan karya satu-satunya di negeri ini akan tetapi Acho telah pula beberapa kali membuat film berdurasi pendek di Tanah Papua yang selanjutnya telah masuk dibeberapa festival film. Hal inilah yang cukup memotivasi Acho untuk melahirkan sebuah karya baru dalam film berdurasi panjang di bawah bendera ME production milik Iwan sang adik.

Film ini merupakan kebanggaan seluruh lapisan masyarakat Kota Rusa Merauke karena film ini dikerjakan oleh 100 % anak anak kelahiran Merauke sendiri, tanpa keterlibatan satupun kru profesional maupun artis bintang film papan atas ibukota. karena itulah film ini bisa dianggap sebagai hasil karya seni pertama kalinya dari daerah ini dalam bentuk sebuah film lokal panjang yang sukses beredar secara komersial (bukan dalam bentuk independen) di tanah air yang digarap full oleh anak anak daerah langsung yang pula berhasil diterima hingga keluar daerah Papua. Bahkan tak kalah menakjubkan bahwa hingga saat ini fans MKR 2 ini telah menyebar hingga ke Sulawesi, Kalimantan sampai ke Malaysia dan Brunei.

Bagi Acho, Jika pada karya pertama Acho pada MKR 1, slogan yang diangkatnya adalah motto Kota Merauke “IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI ATAU SATU HATI SATU TUJUAN”, maka untuk episode berikut yakni MKR 2 slogan Acho mengangkat adalah “JANGAN TANYA KERJAKU TAPI LIHAT KARYAKU” ini adalah filosofi terkenal dari MUSAMUS atau RUMAH SEMUT yang menjadi salah satu objek pariwisata di Kota Rusa Merauke. Sedangkan film ini sendiri bernuansa amanat akan pentingnya motivasi untuk siapapun bahwa keberhasilan itu bukan sekedar mimpi, asalkan kita sabar dan berusaha maka semua jelas akanlah terwujud.

Menurut Acho film ini pun dalam pembuatannya memakan waktu kurang lebih 1 (satu) tahun dan telah dilaunching pada Januari 2012 di susul dengan Tour panjang keliling Papua yang akan di prakarsai oleh Dinas kebudayaan di daerah masing-masing untuk diputar dalam bentuk bioskop di gedung-gedung tertentu menggunakan tiket.

Selanjutnya dengan berhasilnya anak-anak di daerah Gerbang Timur Nusantara ini dalam menunjukkan kekreativitasan lewat Acho dkk, maka banyak pihak lainpun di Papua mulai melirik kreativitas positif Acho dkk, yakni dengan telah ada tawaran berikutnya dari Pemda Boven Digoel, untuk kembali melanjutkan aktivitas Acho dkk dalam pembuatan sebuah Film layar lebar berkontekskan sejarah perjuangan Pemimpin bangsa kita Sukarno dan Hatta disaat menentang penjajah di dalam penjara Boven Digoel Tanah Merah Merauke, yang di rencanakan seluruhnya akan diperankan oleh putera-putera terpilih di bidang akting baik asli maupun kelahiran daerah Merauke untuk beradu akting dan berpartisipasi langsung dalam penyuntingan Film yang nantinya akan dilakukan oleh Acho dkk beberapa waktu ke depan.

Hal ini bagi Acho dan rekan-rekannya terbersik sejumlah semangat untuk tidak ingin ketinggalan dengan kemajuan yang telah diraih daerah lain di tanah air ini dan Acho dkk pun pingin membuktikan bahwa mereka juga punya potensi dan bakat alami yang tak kalah baiknya dalam mengukir prestasi disegala bidang, sesuai slogan yang Acho yang kedepankan dalam MKR 2 yakni “Jangan Tanya Kerjaku Tapi Lihatlah Karyaku” hal ini mengisyratkan semangat Acho untuk senantiasa berkarya dan terus berkarya dan bukan hanya bekerja tanpa punya karya yang setidaknya dapat mengharumkan dan mengangkat nama Daerah Gerbang Timur Nusantara.

(Goresan Putera Putera Kota Rusa Merauke, 24 Feb 2012)


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: