
menyukai tantangan, humoris, lumayan kritis dan berkumis kadang tipis.
Dibaca: 101
Komentar: 7
Nihil
Kabar buruk ini saya terima dari ibu dan kakak saya yang sedang main ke jogja, memang sudah lama saya tidak pulang kampung, jadi saya tidak tahu bagaimana kondisi kampung halamanku. Kabar pertama dari kampungku adalah tentang sahabat saya yang dahulu menjadi pasukan setia dalam medan dakwah sekolah, saat ini ia tidak diketahui di mana rimbanya. Istri pertama ditinggalkannya, lalu dia kawin lagi dengan gadis lain. Anehnya adalah ia menggadaikan anak dari istri kedua karena tidak mampu membayar biaya persalinan istrinya. Konon sahabatku ini telah menjadi pembual nomer wahid, karena dengan mudahnya ia membohongi orang lain demi mendapatkan rupiah untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.
Kabar kedua adalah anak dari mantan kepala sekolahku hamil diluar nikah, tidak tanggung - tanggung empat pria telah merenggut keperawanannya, dan dari keempat pria tersebut tidak ada yang mau bertanggung jawab. Anda mau tahu berapa harga keperawanannya? Rp.10.000 dan dalam bentuk pulsa. Selama ini dia menggadai keperawanannya asal dibelikan pulsa atau antar jemput ketika berangkat dan pulang sekolah. Murah sekali bukan harga sebuah keperawanan?
Kabar ketiga adalah seorang janda (sudah dua kali menjanda) yang merupakan seorang guru agama (pns), melakukan perzinahan dan ditangkap oleh warga secara beramai-ramai. Anehnya pria selingkuhannya adalah tetangga depan rumah, yang istrinya adalah teman dekatnya. Nasib naas pun menimpa anak janda itu, anak sang janda kena razia hand phone di sekolah (sang anak kedapatan melihat video porno), di dalam hand phone tersebut terdapat banyak file video porno, ketika ditanya darimana dia dapatkan video tersebut, jawab sang anak hand phone tersebut milik ibunya.
Kabar keempat adalah tentang maraknya pencurian di kampung halamanku, dan pelakunya adalah anak-anak dibawah umur, mulai dari siswa SD, SMP dan SMA. Beberapa dari mereka pernah tertangkap warga sedang mencuri asbes untuk atap rumah, dan ketika ditanya kenapa mencuri? jawabannya adalah untuk beli pulsa. Kabar kelima tentang masuknya “Ustadz Cabul” menjadi seorang guru di suatu madrasah, anehnya ustadz cabul tersebut langsung diangkat menjadi wakil kepala sekolah. Padahal Ustadz Cabul itu dengan santainya melihat video porno di ruang guru tanpa merasa berdosa, dan dia adalah tokoh utama yang menyebarkan video porno ke kalangan anak muda di kampungku. Ustadz Cabul ini dahulunya adalah seorang guru, kemudian menjadi politisi, namun kemudian dia dipecat dari partainya karena kerap melakukan tindakan tercela.
Kabar terakhir (sebenarnya masih banyak lagi) adalah anak yan selama ini terkenal dengan suara merdunya ketika mengumandangkan adzan, dan suaranya yang indah ketika melafalkan ayat-ayat al quran dan merupakan bintang kelas, akhirnya terjerembab kelembah yang nista, yaitu pencurian. Tidak tanggung - tanggung, yang dicuri adalah saudaranya sendiri. Pencurian terjadi ketika ia menghadiri resepsi pernikahan saudaranya di Jawa, dia melihat hp saudaranya yang bagus, dan dia memutuskan untuk memasukkan hp tersebut ke dalam kantongnya. Hasilnya adalah orang tua anak tersebut bercek-cok dengan adiknya, ia merasa sang adik menuduh anaknya telah mencuri hpnya.
Jika dilihat dari rentetan kabar buruk di atas, penulis melihat adanya pergeseran budaya, yaitu dari kehidupan orang kampung kemudian bergeser karena masuknya budaya baru yaitu modernitas. Bisa dikatakan masyarakat di kampung saya mengalami shock culture, dan akibatnya adalah mereka tidak mampu melakukan penyaringan terhadap budaya baru tersebut. Selain itu, pemerintah daerah dan pihak kepolisian juga harus dituntut pertanggungjawabanya. Mereka dinilia gagal memberikan perlindungan bagi warganya, maraknya penyebaran video porno adalah tanggung jawab mereka, hal ini dikarenakan video porno telah terbukti menjadi perusak moral anak - anak muda, bahkan balita.
Peristiwa semacam ini mungkin tidak hanya terjadi di kampung halaman saya, kejadian semacam ini harus segera dihentikan, karena jika dibiarkan, maka bangsa ini 20 tahun kedepan akan menjadi bangsa yang jahiliyah. Perlu kesadaran dan usaha dari berbagai elemen masyarakat untuk memperbaiki kehidupan sosial masyarakat kita.