Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Astokodatu

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat, (Mantan karyawan, mantan swastawan, selengkapnya

Berbagi Pendapat: Agama & Budaya

OPINI | 14 February 2012 | 16:06 Dibaca: 709   Komentar: 2   2

Prakata.

Berbagi atau sharing adalah ‘menyampaikan dan memberi’ dengan rasa penghargaan dan penghormatan dalam kesetaraan. Berbagi berbeda dengan indoktrinasi (kalau gagasan.pendapat) atau bahkan bukan seperti provokasi atau menginfiltrasikan gagasan. Kita tidan bicara tentang barang, dan bukan sebagai sogok atau gratifikasi. Berbagi dan sharing pendapat mengharapkan kedewasaan antar pribadi. Berbagi adalah komunikasi positip tulus jujur dan penuh perhargaan satu sama lain khususnya sebatas pemahaman. Tindak lanjut dari pemahaman adalah urusan lain, tidak harus dikaitkan dengan ‘sharing’ itu sendiri.

Contoh kasus.

Kasus controversial seperti perayaan agama dan budaya yang sering didebatkan tidak perlu dijadikan alasan ketertutupan atau permusuhan dan menghentikan komunikasi. Patut disayangkan apabila hari Raya yang memiliki sifat agama dan disucikan oleh umat yang bersangkutan justru menjadi hari-hari permusuhan dan menakutkan. Patut disyukuri dan perlu disosialiasikan bahwa banyak (belum semua) pejabat dapat dan bersedia membedakan perilaku “merayakan perayaan hari” – besar keagamaan yang berbeda dengan perilaku “melakukan upacara agama” yang didasarkan pada imannya.

Contoh kasus toleransi dan kearifan tinggi yang pernah saya berikan sebagai kesaksian bahwa Ajaran Sosial Gereja Katholik yang terdiri dari sekitar 15 dokumen tebal tentang sikap-sikap social Gereja menghadapi perkembangan social dan teknologi dunia dijadikan bahan studi oleh kelompok diluar umat yang bersangkutan. Boleh dibaca ulang pula bahwa sudah dua tahun ini di bulan Ramadhan ditulis karya-tulis renungan nilai2 universal seri Ramadhan oleh seorang bukan Muslim dan mendapat tanggapan yang memadai.

Mungkin juga merupakan contoh kasus yang positip bahwa dirumah penulis telah belasan tahun tinggal menghuni beberapa anak-anak kost titipan keluarga berbeda agama dan hidup rukun saling mendukung dalam melaksanan hidup keagamaannya. Masih ditambah mereka dari pelbagai latar belakang keluarga yang berbeda agama dan suku.

Opini perlu di sharingkan disini dalam hal-hal tersebut ini:

  1. Agama selalu di kemas dalam budaya tertentu.
  2. Dalam satu agama pun sejarah membuktikan ada pertentangan karena beda budaya. Budaya sendiri biasa membuat perbedaan.
  3. Tetap boleh dilihat perbedaan mana sisi agama mana sisi budayanya.
  4. Perlu dicermati mana pemahaman dan mana tindakan dan perilaku yang khas, inti, mana yang asesori saja.
  5. Perlu selalu diwaspadai beda-bedanya suatu sikap dan tindakan itu dari oknum atau kelompok atau seluruh kategori umatnya…..

Dengan lima pokok pikiran tersebut dimuka kiranya bisa menambah aspirasi pembaca memandang satu kontroversi yang sering terjadi ditengah keanekaragaman kita. Dan dengan ‘berbagi pendapat’ sebenarnya kita dapat menciptakan system komunikasi yang kondusif seperti di Kompasiana ini untuk kerukunan nasional yang tentu akan memperkokoh NKRI.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Prioritas Hulu-Hilir Migas …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

Suatu Proses yang Istimewa, Amazing …

Rosyida Nuril Izzat... | 7 jam lalu

Bernostalgia dengan Legitnya Ketan Durian …

Choirul Huda | 7 jam lalu

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: