Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Pautan Pasaribu

Stand up for what you believe in even if you are standing alone - Sophie selengkapnya

Jangan Lecehkan Apel Washington

REP | 06 February 2012 | 07:01 Dibaca: 632   Komentar: 9   1

13285112421881153103

Apel Washington

Kalau saja petani apel di negara bagian Washington tahu kalau apel Washington lagi terkenal di Indonesia tentulah membuat mereka bertambah bangga. Apel adalah andalan pertanian mereka. Negara bagian ini menyumbang 58% dari total produksi apel nasional menjadikan negara bagian produsen apel nomer satu. Dari segi ekonomi berarti 58% dari 1,9 milyar dollar. Dari segi berat 58% dari 4.460.544 metric tons. Di negara bagian ini sendiri, apel juga berada di posisi pertama produksi bidang agrikultur di atas susu dan produk susu, sapi, gandum dan kentang. Tak heran kalau apel dijadikan sebagai buah resmi negara bagian ini.

Di level dunia, Amerika adalah produsen apel kedua terbesar setelah China. Karena Washington state adalah produsen terbesar di Amerika, maka tidak salah kalau dibilang Washington adalah salah satu wilayah (negara bagian atau provinsi) produsen apel terbesar di dunia.

Uniknya, dari 7500 varietas apel yang ada di dunia tidak ada varietas Washington. Negara bagian ini sendiri hanya menghasilkan 16 varietas apel secara komersial. Sembilan diantaranya sebagai varietas-varietas unggulan. Terbanyak (30%) adalah apel jenis Red Delicious, jenis apel yang paling banyak dihasilkan dan diekspor oleh Amerika. Sebanyak 48% apel red delicious yang diekspor berasal dari negara bagian ini. Total ekspor apel Amerika besarnya 680.000 ton.

Melihat data-data di atas apel pantas menjadi kebanggaan warga Washington. Apel jadi identik dengan nama negara bagian mereka. Washington state bukan Washington, DC., karena DC tidak masuk dalam daftar 6 top rangking produsen apel nasional. Jadi kalau apel Washington terkenal di Indonesia yang jaraknya setengah dunia tentulah membuat mereka tambah bangga.

Tetapi kalau mereka tahu bagaimana apel ini terkenal di Indonesia  kemungkinan mereka akan sedih, marah dan terhina. Nama apel Washington dijadikan suatu kode pembicaraan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu tindakan kejahatan. Bagaimana rasanya orang kalau tahu nama yang dibanggakan mereka dipakai untuk kegiatan yang sangat rendah seperti itu.

Lain kali, kalau bisa lolos dari kasus ini tapi semoga tidak, pembuat dan pemakai kode ini atau siapapun yang butuh kode untuk kata dollar sebaiknya memakai kode yang lain. Dollar adanya di New York, di jalan Wall alias Wall Street bukan di DC. Kalau mau kode untuk dollar pakailah  istilah slang, seperti dough, green atau buck. Pasti dijamin aman.

Tapi jangan lagi pakai kode apel Washington. Please…

sumber gambar

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 5 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 8 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 11 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 11 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Biarkan Anak Mengerjakan PR Sendiri …

Guntur Cahyono | 8 jam lalu

Review “Mobius” Thiller atau Drama …

Irvan Sjafari | 8 jam lalu

Hujan dan Rinduku …

Redha Wahyu Pradana | 8 jam lalu

Pemuda Dambaan Umat …

Neti Nurhayati | 9 jam lalu

Peneliti Ternak Temukan Pakan Unggas …

Patar Uddin | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: