Artikel

Sosbud

Anjar Anastasia

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

saya senang menulis, menulis apa saja maka lebih senang disebut "penulis" daripada "novelis" berharap tulisan saya tetap boleh dinikmati masyarakat pembaca sepanjang masa karena... menulis adalah berbagi hidup....

Modus Baru Siapa Pemilik Nomor HP


REP | 04 February 2012 | 13:12 Dibaca: 395   Komentar: 11   Nihil

Baru saja saya di SMS oleh sebuah nomor asing. Isi SMS itu berbunyi  0812543xxxx: Terima kasih, btw ini siapa yah, belum ada di phonebook saya…

Wah, padahal sedari tadi saya anteng di depan laptop, menyelesaikan PR saya yang belum selesai. HP sesekali saja saya lirik. Mengirim SMS  juga hanya kepada dua orang dan itu dipastikan bukan nomor asing  karena kedua orang yang ber-SMS adalah orang-orang yang saya kenal sangat baik dan ada di phone book.

Sempat kaget juga mendapatkan SMS itu. Kepala saya mendadak mengingat keras apakah di hari lalu saya mengirimkan sesuatu yang kira-kira membuat dia mengirim SMS demikian. Sampai pada akhirnya, ingatan saya memastikan bahwa saya tidak mengirimkan lain-lain selain kepada orang yang saya kenal atau menjawab SMS yang memang harus saya jawab saja. Tidak memerlukan jawaban SMS lagi seperti itu.

Selain kepala menyatakan tidak ada yang perlu saya ingat sehingga tidak perlu juga membalas SMS itu, saya juga ingat satu hal yang kadang menjadi andalan saya kalau mendapat SMS atau telepon asing. Andalan itu adalah melihat nomor yang menyertainya. Kebanyakan nomor telepon atau SMS yang mengirimkan pesan tidak jelas itu biasanya adalah nomor baru yang digit-nya banyak dan atau dari nomor baru. Baru maksudnya di sini adalah nomor awal baru keluaran dari provider lama yang nomor awalnya biasanya beda dari  nomor yang lama keluar, misal 0818 untuk XL, 0816 untuk Mentari, 0812 untuk Simpati, 0856 untuk IM3 atau nomor dari provider baru yang kini banyak beredar. Nomor-nomor lama dari provider lama itu sudah tidak beredar lagi pasaran. Kalau pun ada yg mirip-mirip, terutama 4 digit awal, pasti digit selanjutnya banyak.

Memang bukan hal tersebut mutlak, tapi setidaknya, dari andalan itu saya pribadi bisa memutuskan untuk mengangkat atau membalas SMS itu atau tidak. Mengingat saat ini nyaris semua provider, lama dan baru, memberi banyak bonus untuk SMS atau telepon kepada pelanggannya. Jadi, tidak merugi  jika ada yang iseng mengirimkan pesan kaleng seperti itu.

Khusus untuk kasus saya barusan, memang nomor lama dari provider lama pula.  Tapi sekali lagi karena saya berpikir dahulu apakah saya pernah berhubungan dengan nomor itu sebelumnya atau tidak, maka itulah yang membuat saya tidak meladeninya. Saya pikir SMS sejenis memang untuk mengecoh konsentrasi kita sehingga mungkin saja menanggapi lalu akan terjadi komunikasi selanjutnya yang tidak mungkin menjadikannya sebagai  awal dari semua penipuan yang bisa terjadi.

So, jika Anda mendapat SMS seperti itu, yang memang pertama didahulukan adalah tenang dulu. Berusaha berpikir lagi apakah memang ada hubugannya dengan tindakan Anda sebelumnya atau tidak. Kalau sudah tenang dan kosentrasi kembali, silahkan putuskan untuk menanggapinya.

Selamant akhir pekan…

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: