Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Cechgentong

Alah Bisa Karena Biasa Malu Bertanya Sesat Di Jalan Sesat Di Jalan Malu-maluin Besar Kemaluan Tidak Bisa Jalan Pilihan selengkapnya

Pemimpin Negara dan Celana Pendek

OPINI | 31 January 2012 | 19:10 Dibaca: 310   Komentar: 16   0

Banjir menenggelamkan Kota Nadi, Fiji (tawakilagi.com)

Banjir menenggelamkan Kota Nadi, Fiji (tawakilagi.com)

Pada tahun 2012 ini, Fiji membukanya dengan lembaran buruk. Cuaca buruk yang diiringi dengan hujan cukup deras mengakibatkan beberapa wilayah di Fiji mengalami bencana banjir besar terutama wilayah Barat seperti Singatoka, Nadi, Lautoka, Ba, Tavua dan Raki Raki.

Banjir besar tahun ini memang tidak separah bencana banjir tahun 2009 tetapi menyebabkan banyak kerugian terutama tempat tinggal dan harta benda.  Permanent Secretary for Information, Sharon Smith-Johns melaporkan sebanyak 2954 orang dievakuasi dan sampai saat ini belum diketahui secara pasti jumlah korban yang meninggal karena musibah banjir ini.

Belum selesai masalah banjir, Fiji diperkirakan akan mendapatkan kunjungan Tropical Cyclone dan kembali lagi wilayah Barat akan dilanda angin puyuh dengan kecepatan tinggi. The National Weather Forecasting Centre memperkirakan kecepatan angin untuk wilayah Utara (Vanua Levu) sekitar 45-55 km/jam. Sedangkan kecepatan angin sebelah barat Viti Levu, Yasawa and Mamanuca Group diperkirakan 75 km/jam atau lebih. Kedatangan tropical cyclone juga mulai dirasakan di wilayah timur Viti Levu seperti Suva (ibukota Fiji) yang beberapa hari ini ditutupi awan mendung dengan curah hujan tinggi.

Nah berita-berita musibah banjir dan datangnya tropical cyclone menjadi topik pembicaraan tidak hanya oleh masyarakat Fiji tetapi masyarakat Indonesia yang ada di Fiji. Dari sekian banyak cerita dari banjir, ada satu hal unik dan menarik yang hari ini dibahas oleh masyarakat Indonesia yaitu kunjungan Perdana Menteri  Fiji Voreqe Bainimarama ke daerah-daerah yang tertimpa musibah banjir.

13280104631261531576

PM Fiji Voreqe Bainimarama dengan celana pendeknya mengunjungi wilayah bencana banjir (radiofiji.com)

13280106011839034960

PM Fiji Voreqe Bainimarama melakukan wawancara dengan aparatnya di Ba ( Courtesy of the MINISTRY OF INFORMATION)

Presiden SBY dan Para Menteri KIB melakukan kunjungan ke wilayah tanah longsor Cianjur (tagana-cianjur.blogspot.com)

Presiden SBY dan Para Menteri KIB melakukan kunjungan ke wilayah tanah longsor Cianjur (tagana-cianjur.blogspot.com)

Berbeda dengan pejabat-pejabat Indonesia yang berkunjung ke wilayah bencana dengan pakaian cenderung formil, Voreqe Bainimarama menyambangi rakyatnya yang tertimpa musibah dengan pakaian terkesan santai dengan celana pendek khasnya. Voreqe Bainimarama sekaligus melihat langsung apa saja yang sudah dan sedang dilakukan oleh aparatnya dalam penanganan bencana tersebut. Hal ini mengingatkan saya dengan penampilan Gus Dur dengan celana pendeknya sewaktu menyambut kedatangan massa pendukungnya di Istana Negara detik-detik akhir masa jabatannya.

Penampilan Voreqe Bainimarama dengan celana pendeknya, bagi masyarakat Fiji  bukanlah hal yang luar biasa dan perlu diperdebatkan, Beda dengan Indonesia, ada nilai kepantasan pada masyarakat dalam menilai penampilan pemimpinnya. Pemimpin harus menjadi contoh yang baik dan pertama kali yang dilihat adalah penampilan fisik. Contohnya adalah cara berpakaian. Tetapi apakah tidak lebih baik kalau dalam kondisi rakyat sedang mengalami musibah, seorang pemimpin berusaha untuk menghilangkan “sekat” (berbaur) dan menciptakan suasana kekeluargaan sehingga rakyat merasa dekat dan diperhatikan. Silahkan menilai sendiri.

Gus Dur dengan celana pendeknya di depan Istana Negara

Gus Dur dengan celana pendeknya di depan Istana Negara (rakyatmerdeka.co.id)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: