Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Derry Ardyan

You Will Never Work Alone

Nenek Gayung dan Kakek Ember Akankah Bertemu???

REP | 31 January 2012 | 19:32 Dibaca: 1648   Komentar: 0   0

Info yang beredar dari teman-teman, dari bulan desember 2011 hingga saat ini sedang ramai-ramainya tentang kemunculan nenek gayung. Sosok nenek gayung digambarkan sebagai seorang nenek tua renta berpakaian serba hitam dan selalu membawa gayung dan segulung tikar lusuh. konon ia bisa muncul sewaktu-waktu dan tanpa diduga. Jika kita melihatnya dan berbicara dengannya, maka beberapa hari kemudian kita bisa meninggal. nenek gayung selalu bepergian disekitar jakarta timur khususnya di BKT dan daerah bekasi.
Nah, Jika nenek gayung kasak-kusuknya mulai terdengar dari bulan desember 2011, Lain dengan Kakek Ember. Kakek Ember mulai beredar dimasyarakat saat dari mulai awal januari hingga saat ini. keberadaannya mulai dikenali orang saat ia mulai berkeliaran disekitar jakarta selatan khususnya di tanjung barat dan depok. Jika Nenek gayung masih terkesan misterius dan tidak banyak bicara, lain dengan kakek ember. kakek ember selalu bertanya-tanya dengan masyarakat sekitar. jika orang yang ditanya tidak bisa menjawab pertanyaan kakek ember, maka kakek ember tersebut akan marah sejadi-jadinya dan memukul orang tersebut dengan ember. sudah banyak yang menjadi korban atas keganasan kakek ember. menurut cerita yang beredar, konon pertanyaan kakek ember sangat simpel. ia hanya bertanya kepada orang-orang mengenai dimana nenek gayung berada.
“Maaf mau tanya, anda tahu dimana nenek gayung berada ??”
Itulah pertanyaan yang diulang-ulang yang ditanyakan oleh kakek ember. jika tidak bisa menjawab, siap-siaplah anda untuk dipukul dengan ember yang ia bawa.
Menurut cerita yang beredar, konon kakek ember sangat marah besar kepada nenek gayung. Karena ketika selesai tidur siang, kakek ember disuruk nenek gayung untuk mandi sore. Kakek ember menuruti nenek gayung sehingga ia terbangun dari tidur dan menuju kekamar untuk mengambil handuk. Disinilah letak kemarahan kakek gayung, saat ia hendak mandi dan menuju Kamar mandi, ternyata ia tidak mendapati gayungnya. Lalu ia mencari si nenek didepan rumah tempat ia tertidur. Ternyata kemarahannya semakin memuncak karena tikar tempat ia tidur siangpun lenyap seketika. Ia pun marah sejadi-jadinya dan membawa ember dan hendak mencari si nenek. Kesalahan komunikasipun terjadi, melalui Blackberry Messangernya si nenek, Si nenek mengatakan bahwa ia hendak pergi ke daerah yang selalu dilalui oleh transportasi massal. Dengan masih mengenakan sarung dan dengan emosi yang meledak-ledak, si kakek mencari didaerah tanjung barat, karena ia mengira transportasi massal adalah kereta api yang ada di stasiun Tanjung barat. Sedangkan si nenek beredar disekitar jalur busway. Alamak !!! Pantas saja mereka tidak pernah ketemu.
Nah, bagi kalian yang mengetahui keberadaan nenek gayung, kalian bisa BBM atau menghubungi langsung ke Kakek Ember. Kasian si kakek, ia hendak mandi dan bersih-bersih. Dan ternyata gayungnya dibawa oleh nenek gayung. Ketika ia mau melanjutkan tidur siangnnya, tikarnya pun dibawa serta oleh nenek gayung.
Si kakekpun menggerutu kepada nenek gayung :
“Nek-nek, Telfon gak Pernah, SMS Gak Pernah, BBM Gak Pernah, mau jadi apa kau nek…”
Disela-sela petualangannya sang nenek gayungpun menjawab :
“Batreku LOWBeTH Kek…”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

TV-One Mencatut 3 Foto Karya Saya …

Harja Saputra | | 01 February 2015 | 09:33

Bedanya Menyisihkan dengan Menyisakan (Uang) …

Rokhmah Nurhayati S... | | 01 February 2015 | 09:26

Mengejar Potensi Ekonomi (Selain) Dari Batu: …

Unggul Sagena | | 01 February 2015 | 00:25

Mengejar Jodoh Ala Anak Muda Saudi …

Mariam Umm | | 31 January 2015 | 19:56

Anggota DPR Dilarang “Ngartis”, …

Kompasiana | | 30 January 2015 | 12:24


TRENDING ARTICLES

Mitologi Jawa dalam Kepemimpinan Jokowi …

Musri Nauli | 14 jam lalu

Sebab Senyapnya KMP di Kegaduhan …

Pebriano Bagindo | 15 jam lalu

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 20 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 21 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: