Artikel

Muhibbuddin Abdulmuid Yassin Marthabi

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Saya manusia biasa yang makan dan minum...bisa lapar dan haus..yang bisa senyum dan sakit...bisa gembira dan luka hati...bisa tertawa dan meneteskan air mata...seperti teman-teman semua...saya manusia... Tapi hamba ini berdo'a..jika hamba mati..darah hamba mengalir di bumi dan menulis kalimat الله www.mahamengasihani.co.nr

Melindungi Yahudi Indonesia sebagai Aset NKRI untuk Bebaskan Palestina


OPINI | 18 January 2012 | 22:13 Dibaca: 395   Komentar: 1   Nihil

Kita sering memahami keliru bahwa yang disebut Yahudi itu harus merujuk kepada Israil. Sehingga kerjasama Indonesia dengan Yahudi diartikan sebagai kerjasama Indonesia dengan Israil. Kita harus cerdas membedakan Israil dengan Yahudi.

Sejarah bangsa Yahudi penuh dengan liku-liku kehidupan yang berisi frame-frame bergejolak. Sejak awalnya, Yahudi merupakan suatu rumpun suku bangsa, kemudian bertransformasi menjadi sebuah agama. Sebagai agama, merujuk sebagai agama Yahudi. Sebagai bangsa merujuk kepada umat manusia keturunan Nabi Yakub as (Bani Israil).

Toar Palilingan (berdiri) dan Oral Bollegraf (duduk) sebagai kaum Yahudi di Manado (Republika)

Toar Palilingan (berdiri) dan Oral Bollegraf (duduk) sebagai kaum Yahudi di Manado (Republika)

Sejak meninggalkan tanah kelahirannya, diaspora bangsa Yahudi sudah menyebar di penjuru dunia, dengan segala macam jenis sekte dan aliran kepercayaannya yang berbeda-beda. Keaslian ajaran dan genetika Yahudi sendiri hingga hari ini sudah sulit dilacak. Belum ada penemuan dan pengukuhan silsilah jelas yang menghubungkan secara pasti genetika yahudi zaman sekarang dengan Yahudi Israil pada zaman Nabi Yakub as.

Dalam tulisan ini, penulis menggunakan istilah “Yahudi” untuk mereka yang “berbangsa Yahudi”, apakah genetikanya benar-benar dari zaman Nabi Yakub/Israil atau bukan. Istilah “zionis” tidak ditujukan kepada bangsa Yahudi, tetapi gerakan politik yang berbeda dengan arah hidup bangsa Yahudi secara umum, meskipun ada member zionis yang mengaku-aku berbangsa Yahudi.

Kita patut berbangga, sebab tanah nusantara ini rupanya juga “dipercaya dan disukai” oleh bangsa Yahudi sebagai landing untuk hidup dan bernaung. Di antara warga negara Indonesia, ada di antaranya berbangsa Yahudi. Yahudi berwarga negara Indonesia banyak ditawari untuk pindah hijrah ke tanah Israil, tetapi menolak sebab tanah airnya memang Indonesia.

Yahudi Indonesia ini jarang sekali terdengar gaungnya. Penulis kurang tahu, apa mereka yang menutup diri ataupun mereka sengaja tidak mau ditampilkan ke publik. Entah apapun alasannya, tidaklah menjadikan kita memandang sebelah mata kepada WNI berkebangsaan Indonesia ini. Sebagai bagian dari umat Indonesia, Muslim Indonesia perlu bersikap terbuka dan lapang untuk kehadiran mereka yang berbangsa Yahudi.

Pemerintah sebagai pengayom penduduk Yahudi di Indonesia juga harus menunjukkan kelapangannya menerima kehadiran “Yahudi Indo” yang sekarang ini juga sudah mulai menunjukkan diri dan merasa sebagai bagian dari rakyat Indonesia. Bahkan ada beberapa penduduk Indonesia yang sudah membentuk sebuah “kumpulan” yang menyuarakan sinergitas Indonesia dengan Yahudi. Hanya saja komunitas ini agak sedikit “keliru” dengan menyamakan antara “Yahudi” dengan “Israil”.

Lain lagi ceritanya dengan Komunitas Yahudi di Manado Sulawesi Utara. Komunitas ini menginginkan ajaran yang mereka yakini dijadikan sebagai salah satu agama resmi yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan tercantum sebagai pilihan agama dalam dalam kolom Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebab selama ini mereka kesusahan jika ada kegiatan pernikahan menggunakan ritual agama lain agar diakui sah di Indonesia.

Kata Rabbi Yaakov Baruch, pemimpin ibadah Yahudi di Manado menuturkan, di masa pemerintahan Belanda di Indonesia, agama Yahudi diakui sebagai agama resmi. Begitu pula ketika masa pemerintahan Soekarno. Bahkan, hak penganut Yahudi sama dengan agama lainnya seperti Islam, Kristen, dan Katolik.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi

http://serbasejarah.wordpress.com/2011/09/10/mengintip-lobi-israel-di-indonesia/

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/05/17/llce5h-kaum-yahudi-di-indonesia-siapa-mereka-new-york-times-mengulas-yahudi-indonesia-bagian-3

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/kelompok-pro-yahudi-di-indonesia-makin-berani.htm

http://filsafat.kompasiana.com/2011/04/02/perkembangan-yahudi-di-indonesia/


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: