
Dibaca: 73
Komentar: 13
Nihil
ko·rup·si n penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain;
corrupt · adj. 1 willing to act dishonestly in return for money or personal gain. Ø evil or morally depraved.
Kalau korupsi berhasil dilenyapkan di negeri ini hari ini, tak serta merta negeri ini akan baik. Perlu waktu, perlu proses untuk membangun, ekonomi maupun moral. Tetapi korupsi memang tak mungkin lenyap seketika, kecuali kiamat menerpa, yang tak menyisakan manusia di negri ini, yang korup maupun yang baik.
Korupsi seperti virus, biologis maupun komputer. Virus bukan mahluk hidup, bukan organisme yang bergerak dan melakukan sesuatu. Ia semacam software, yang memerlukan mesin atau organisme untuk berfungsi. Bila virus berhasil masuk ke sel yang cocok untuknya, software-nya jalan dan menjadi dominan pada sel tersebut, mereplikasi dirinya, mengirimnya ke sel-sel lain, dan terus begitu. Agar virus tak berkembang biak, kita harus membuat sel kita menjadi tak cocok untuk virus. Bagaimana caranya? Saya tidak tahu.
Korupsi seperti virus. Software. Program yang jahat. Kalau mesinnya tidak cocok, korupsi tak akan jalan.
Korupsi berasal dari pola pikir. Pola pikir koruptif terpupuk oleh lingkungan yang cenderung materialistik. Lingkungan yang materialistik adalah lingkungan yang menghargai keuntungan ekonomi tanpa perduli cara memperolehnya. Jalan pintas tak apa. Korupsi tak apa.
Korupsi bermula dari pola pikir. Pendidikan moral dapat menjadi pencegah korupsi. Moral yang tidak mentolerir korupsi, tetapi memberi nilai tinggi pada perbuatan dan cara yang baik mengenai segala sesuatu. Moral yang tidak memuji perbuatan mengambil jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan.
Pendidikan moral anti korupsi akan efektif kalau lingkungannya meradiasikan sinyal anti korupsi. Pendidikan moral anti korupsi di tengah-tengah kesibukan memuja materialisme dan kemacetan hukum tak akan menghasilkan apa-apa kecuali menghabiskan waktu, energi, dan biaya.
Pendidikan. Pendidikan moral. Bukan pendidikan agama. Pendidikan agama terlalu luas, multitafsir, dan terbukti tidak efektif. Kementrian Agama RI juga tak sepi dari korupsi. Kementrian Pendidikan juga begitu. Kementrian Moral belum ada.
Jadi generasi anti korupsi harus ditumbuhkan dalam lingkunga yang tepat, dan biarkan generasi korup habis sendiri.
Kalau sebagian besar wakil rakyat sudah korup, maka demokrasi tak akan menghasilkan lingkungan anti korupsi. terlebih dahulu diperlukan diktator yang baik. Tangan besi untuk menegakkan yang baik. Bukan tanpa bahaya, karena kekuasaan itu memabukkan. Diktator yang baik bisa menjadi diktator yang buruk dalam semalam. Tapi ada contoh: Singapura, Cina.
Pemberantasan korupsi tidak bisa dengan demokrasi atau kebijakan populis. Harus dengan kebijakan tegas, bahkan kejam. Bukan tanpa resiko bagi pemimpinnya.
Gampang diomongin, sulit dikerjakan.
=====================
kom·pe·ten·si /kompeténsi/ n 1 kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu);
competent · adj. having the necessary ability or knowledge to do something successfully. Ø (of a person) efficient and capable.
competence (also competency) · n.1 the quality or extent of being competent.
Saya kira kata kompetensi dalam KBBI harus ditambahi maknanya: kecakapan, kemampuan (seperti makna yang ditunjukkan kamus Oxford).
Yang ini juga masalah besar di negeri ini. Bukan tak ada orang yang kompeten, tetapi sangat kurang, khususnya pada jabatan publik.
Tak apalah seorang lulusan sospol memimpin dinas pengawasan lingkungan, kalau ia rajin belajar dan cerdas. Tak apalah seorang sarjana ekonomi memimpin sebuah depot LPG, asal ia cerdas, mau belajar, dan didukung oleh staf yang kompeten. Dsb.
Masalahnya mungkin karena KBBI menyatakan bahwa kompetensi adalah kewenangan, bukan kecakapan, maka banyak yang berpikir kalau diberi kekuasaan maka ia langsung kompeten. Lalu menjadi sombong dan sewenang-wenang, bertindak melampaui kemampuannya, karena didukung jabatan dan kekuasaan.
Cape deh.