
Lahir di Jakarta, tumbuh di Kalimantan Timur, kuliah di Yogyakarta dan Solo, kerja di Jakarta.....(Koes Plus banget yah....) hobi membaca, menulis, nonton tv dan film, berenang dan koleksi. Tertarik dengan diving (khususnya untuk hura-hura walaupun sudah kursus diving beberapa kali), sailing (walaupun kalau ikutan regatta dapet bobbi price terus), Jepang, Korea, Manga, Dorama, Film Korea dan Jepang, cerita detektif, misteri, dokumenter dan travelling (walaupun masih sebatas pulang kampung dan sekitar Jakarta).
Dibaca: 214
Komentar: 15
1 dari 1 Kompasianer menilai menarik
Dua tahun yang lalu saya pernah menuliskan protes yang sama, namun rupanya karyawan TransJakarta Ragunan menganggapnya sebagai angin lalu saja.
Kemarin Rabu, 5 Januari 2011 pukul 12.00 saya antri untuk memasuki Busway di halte TransJakarta Ragunan, Jakarta Selatan.
Tak lama saya antri, saya lihat sekitar 10 orang karyawan TransJakarta yang berseragam putih hitam bergerombol di pintu jalur khusus Ibu Hamil. Mereka kelihatannya berusaha menutupi seragam mereka dengan menggunakan jaket.
Ketika Busway tiba, mereka tanpa rasa segan, takut apalagi malu langsung masuk melalui PINTU KHUSUS tersebut. Lalu tanpa MALU LAGI menduduki tempat duduk khusus dan HAK PENUMPANG yang membayar.
Hal ini saya sering lihat karena saya secara rutin setiap hari saya berangkat menggunakan TransJakarta. Baik karyawan yang berseragam warna biru (cleaning service), security, berbaju orange, berbaju abu-abu, supir sampai yang berbaju bebas seringkali mengambil HAK PENUMPANG, yaitu tempat duduk. Apakah kalian ada orang yang berkebutuhan khusus sehingga begitu mudahnya naik melalui jalur khusus dan tidak terketuk hatinya melihat orang tua, anak kecil dan wanita hamil berdiri??
Setelah itu mereka entah pura-pura atau beneran tidur, dan bukan itu saja mereka selalu memakai jaket untuk menutupi seragam yang mereka gunakan. Yang paling memalukan dan menyebalkan mereka tidak mau mengalah dengan orang tua, anak kecil bahkan wanita hamil.
Hari Rabu kemarin, saya sempat menegur dengan keras kelakuan melalui penjaga pintu yang memakai seragam orange. Dia hanya diam tidak mengacuhkan protes saya. Akhirnya seorang pria yang antri di belakang saya mengajukan protes yang sama, baru dia berusaha menyuruh teman-temannya berdiri, namun malah diketawain sama teman-temannya. Padahal saat itu banyak anak kecil yang antri dan tidak mendapatkan tempat duduk di TransJakarta.
Saya juga sempat menelpon call center TransJakarta 021-7228727 untuk mengajukat protes saya, namun tidak ada yang mengangkat. Begini kah pelayan TransJakarta??
Bagi saya, menumpang gratis TransJakarta boleh asal anda juga tahu diri lha sedikit. Semua orang membayar untuk menumpang TransJakarta, mereka juga lelah dan capek tapi masuh banyak penumpang TransJakarta yang rela antri dan memberikan tempat duduknya untuk yang membutuhkan.