
Dibaca: 79
Komentar: 0
Nihil

Setiap orang pernah berbohong. Lho, kok ? Mungkin ada sebagian dari kompasioner yang merasa dirinya masih ’suci’ ingin protes dengan pernyataan saya tersebut. Namun, saya tetap yakin sebaik-baiknya orang pasti pernah berbohong, meskipun kebohongan yang dilakukan adalah kebohongan putih. Kebohongan jenis ini seringkali diimplementasikan sebagai cara untuk menjaga keharmonisan dalam berteman, bertetangga, ataupun dalam hubungannya dengan relasi bisnis.
Lazimnya, mayoritas orang lebih ‘nyaman’ mendengarkan distorsi yang halus dari suatu kebenaran daripada fakta yang nyata dan pahit. Bila anda punya hidung besar yang mungkin kurang sesuai dengan ukuran wajah anda, tentunya Anda akan lebih senang jika ada orang yang mengatakan : “Wah, hidungmu bagus seperti Sah Rukh Khan, ikut casting aja jadi bintang Bollywood”. Sebaliknya, anda akan naik pitam jika ada orang yang mengatakan : “OMG, hidung kq bisa gedhe kayak gitu, coba kamu ke taman safari ada yang lebih jelek ga dari hidung kamu ?”
Bila anda pernah mengatakan kebenaran absolut dari apa yang menjadi persepsi anda sebenarnya pada setiap orang yang anda ajak berinteraksi, bisakah Anda perkirakan dimana Anda berada saat ini ? Di rumah sakit? di penjara, atau mungkin di kuburan ? Bila Anda mengatakan apa yang sedang melintas di pikiran Anda sewaktu Anda memikirkan orang yang sedang Anda ajak berinteraksi, kira-kira apa tanggapan mereka ? Satu hal yang pasti, Anda tidak akan punya teman baik, atau mungkin Anda akan menjadi pengangguran.
Seberapa seringkah Anda berbohong ? Mungkin Anda tidak benar-benar berbohong, namun Anda membiarkan orang lain mengambil asumsi yang salah dari apa yang Anda katakan atau yang tidak Anda katakan. Atau mungkin Anda membuat kebohongan kecil dengan alasan agar tidak menyakiti perasaan mereka. Mungkin itu hanya sedikit kebohongan putih - Anda tidak mungkin mengatakan kepada penderita jantung bahwa anak kesayangan satu-satunya tewas kecelakaan, jadi berbohong juga perlu nurani.
Hanya musuh saja yang berani mengatakan kejujuran. Teman-teman dan kekasih membual tiada hentinya.
- Stephen King -