Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Muhammad Yulius

MUHAMMAD YULIUS menekuni dunia jurnalistik sejak 1992 sebagai penulis freelance pada beberapa media Islam. Pada selengkapnya

Pasar Senen dan Keajaiban-keajaibannya

OPINI | 30 December 2011 | 05:35 Dibaca: 1599   Komentar: 2   1

Alhamdulillah! Akhirnya saya menemukan 2 buku kumpulan cerpen Misbach Yusa Biran, Oh…Film dan Keajaiban di Pasar Senen (judul cetakan pertamanya Miracolo Senen Raya). Buat saya, gaya bahasa Pak Misbach sangat khas penulis angkatan kakek-nenek saya, seperti juga Soekanto SA (terutama dalam novel Matahari Jakarta), SM Ardhan (Terang Bulan Terang di Kali), atau Mahbub Djunaedi (terutama dalam novel Angin Musim, Cakar-cakar Irving (terjemahan) dan kumpulan kolom Dari Kolom ke Kolom). Cerpen-cerpen dalam kedua buku ini sangat realis, Pak Misbach menjadi dirinya sendiri–mungkin idenya berasal dari pengalaman beliau sendiri selama bergaul dengan para Seniman Senen selama ngekos di bilangan Galur. Sama seperti ketika saya memamah novel Matahari Jakarta, kedua buku ini memaksa saya untuk membayang-bayangkan situasi Pasar Senen pada era 50-an. Siapa sangka, saat itu Pasar Senen telah menunjukkan “kelasnya” sebagai tempat nongkrong para Seniman seperti Taman Ismail Marzuki (TIM) saat ini.  Nama-nama seperti Soekarno M Noor, Delsy alias Dalasi Syamsuar, Dahlan Arpandi, Ajip Rosidi, dll muncul di sini dan meramaikan diskusi-diskusi nonformal di kedai tukang kue putu, teng bensin, sampai rumah makan “Merapi Ismail”. Berbagai cerita mengalir enak dan ditulis dengan gaya humor hitam yang segar tapi nylekit. Setiap kali saya melewati Pasar Senen, saya terus mencoba membayangkan Pasar Senen pada zaman Pak Misbach dan para seniman Senen nongkrong di tempat-tempat tersebut di atas. Tapi, saya belum berhasil menemukan jejak-jejaknya.

pasar senen

pasar senen

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 3 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 4 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 5 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 8 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 9 jam lalu

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | 9 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: