Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rheena Sn

I live in Surabaya with my little family and work as corporate planning staff in selengkapnya

Data Kriminal Negara Dunia Bertolak belakang Dengan Penelitian ”How Islamic Are Islamic Countries”

REP | 29 December 2011 | 07:54 Dibaca: 403   Komentar: 20   1

Pada sabtu 5 november 2011 kompas.com memuat artikel mengenai penelitian ”How Islamic are Islamic Countries” yang dilakukan oleh Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University dan ditulis oleh Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Berikut isi kutipan beritanya:

How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140.  Hasil penelitian ini dipublikasikan pada Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010).

Dari 56 negara anggota OKI, yang memperoleh nilai tertinggi adalah Malaysia (urutan ke-38), Kuwait (48), Uni Emirat Arab (66), Maroko (119), Arab Saudi (131), Indonesia (140), Pakistam (147), dan terburuk adalah Somalia (206). Negara barat yang dinilai mendekati nilai-nilai Islam adalah Kanada di urutan ke-7, Inggris (8), Australia (9), dan Amerika Setikat (25).

Begitulah kutipan dari berita tersebut.

Berdasarkan data statitik kriminal yang terjadi saya malah dapat data yang sangat bertolak belakang. Data statistik yang saya dapatkan berasal dari sini.

Diperoleh urutan rangking dari yang terbanyak kasus kriminalnya sampai ke yang paling sedikit sbb.

Negara Urutan Jumlah
United States 1

11.877.218

United Kingdom 2

6.523.706

Canada 8

2.516.918

New Zealand 25

427.230

Saudi Arabia 48

84.599

Kuwait 67

19.350

Qatar 79

5.838

Dapat kita lihat, negara-negara yang disebut di penelitian tersebut yang katanya mencerminkan kehidupan islami paling baik malah mempunyai data kriminal terbanyak yaitu United States (Amerika Serikat), United Kingdom(Inggris), Kanada, dan Selandia Baru. Sedangkan negara yang tergabung dalam OKI (negara mayoritas muslim) malah berada di posisi bawah

Sedangkan untuk total korban kriminal sebagai berikut yang diambil dari website yang sama

Negara Urutan Jumlah
Australia 1

30.1%

New Zealand 2

29.4%

United Kingdom 3

26.4%

Netherlands 4

25.2%

Canada 7

23.8%

France 37

21.4%

United States 48

21.1%

Jumlah korban tersebut merupakan persentase dari total penduduk dari negara tersebut. Data mengacu pada korban dari kriminal yaitu: perampokan, pencurian, perampokan berusaha, pencurian mobil, pencurian sepeda, pemerkosaan,  pencurian properti pribadi, penyerangan dan ancaman.

Data tersebut merupakan data dari The Eighth United Nations Survey on Crime Trends and the Operations of Criminal Justice Systems (2002) (United Nations Office on Drugs and Crime, Centre for International Crime Prevention) dan dari UNICRI (United Nations Interregional Crime and Justice Research Institute) 2002. Correspondence on data on crime victims.

Untuk data yang lebih baru saya coba mengecek data dari INTERNATIONAL STATISTICS on CRIME AND JUSTICE oleh UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime.2010. Ternyata datanya tidak jauh beda. Karena tidak ada data kriminal total pada data UNODC tersebut maka saya akan mengecek data kriminal yang available yaitu data perkosaan, perampokan, penyerangan, kejahatan narkoba, perdagangan narkoba dan pencurian.

Negara-negara mayoritas muslim cendrung mempunyai data statistik kriminal yang rendah kebanyakan malah berada pada kelompok below the lowest quartile (berada dibawah kelompok terendah) sedangkan negara-negara yang katanya lebih islami seperti USA, Inggris(UK), canada, new zealand malah lebih banyak berada di daerah above the highest quartile (berada di atas kelompok tertinggi) yang berarti mempunyai tingkat kasus kriminal yang tinggi.

Jadi kalau dilihat dari data statistik kriminal urutannya bertolak belakang dengan hasil penelitian “How Islamic are Islamic Countries”.

Untuk data detail dapat dilihat pada tabel-tabel dibawah.

  1. Data Statistik Perkosaan di beberapa negara (per 100.000 populasi)

2. Data Statistik Perampokan di beberapa negara (per 100.000 populasi)

3. Data Statistik Penyerangan di beberapa negara (per 100.000 populasi)

4. Data Statistik Pencurian di beberapa negara (per 100.000 populasi)

5. Kejahatan Narkoba dan Pelanggaran Perdagangan

Jika kita lihat beberapa indeks-indeks yang digunakan dalam penelitian itu tidak mencerminkan nilai islami seperti indeks parlemen, politik (demokrasi), indeks  kebebasan, indeks militer, indeks inflasi, indeks  privatisasi energi, indeks perbankan, indeks kredit, stocks traded, dll dimana merupakan indeks yang cenderung mendekati sistem liberal. Sedangkan data kriminal yang banyak diatur dalam hukum islam tidak dimasukkan.

Selain itu  penyerangan / perperangan terhadap negara lain tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini. Amerika yang sering melakukan penyerangan terhadapa negara lain (Irak, Agfanistan, vietnam dll) dan juga mendukung israel dalam penjajahan palestina sungguh bukan perbuatan yang islami tapi berada dalam kelompok teratas (islami) dalam penelitian tersebut.

Jadi penelitian ini setidaknya kurang relevan dengan hukum islam dan penilaian negara islami.

Tulisan saya bukan untuk membandingkan negara  yang lebih islami yang mana, hanya untuk mengkritisi penelitian tersebut yang menurut saya kurang relevan untuk mengukur “seberapa islami negara tersebut”. Namun dari penelitian “How Islamic Are Islamic Countries” kita bisa mengambil hikmah agar kita bisa intropeksi diri terutama dalam pemberantasan korupsi yang masih menjadi masalah besar di negeri ini.

Tulisan ini juga bisa dibaca di blog saya: https://jejakrina.wordpress.com :)

gambar ilustrasi dari sini

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Serangan Teror Penembakan di Gedung Parlemen …

Prayitno Ramelan | | 24 October 2014 | 06:00

Petualangan 13 Hari Menjelajahi Daratan …

Harris Maulana | | 24 October 2014 | 11:53

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 5 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 6 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 8 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: