Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Made Hery Santosa

... masih belajar, suka membaca dan menulis cerita pendek dan puisi, juga pendidikan dan teknologi

Cerita Sampah

OPINI | 28 December 2011 | 02:56 Dibaca: 320   Komentar: 0   0

Dua anak kecil itu datang berboncengan sepeda motor dengan bapak dan ibunya. Langsung saja mereka terjun ke bak sampah seluas 6 x 3m ini. Tangan dan kaki tanpa alas dan pengaman itu langsung mengais-ngais tumpukan sampah membusuk di hadapan mereka. Sangat asik sekali…

Bak sampah ini tampaknya milik desa yang dibuat atas inisiatif masyarakatnya. Mungkin mereka merasa perlunya membangun sebuah bak penampungan sampah ketika bak-bak sampah dari Dinas Kebersihan sudah tidak terurus. Banyak bak besar berwarna kuning itu berkarat dan kemudian berlubang, sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Namun, bak sampah yang terbuat dari semen ini tampaknya tidak menyelesaikan masalah. Ketika sudah menumpuk, sampah-sampah itu tidak juga diambil. Kalaupun diambil, petugas kebersihan harus turun dan mengangkati tumpukan sampah itu sedikit demi sedikit dan ditaruh di truk bak terbuka – bukan diangkat dan dituang menggunakan mobil khusus. Konsekuensinya, pengambilan sampah tidak efektif, banyak yang terjatuh kembali, dan bisa dibayangkan kalau kita ada dibelakang truk sampah ini, kita akan mencium bau yang lumayan tak sedap.

Penanganan sampah hendaknya dimulai dari diri sendiri. Tidak jarang terlihat semua jenis sampah – organik dan non-organik – dijadikan satu. Pernah suatu ketika, aku lihat seorang bapak dengan enaknya membuang sampah dalam bungkusan plastik di bawah pohon di areal kebun raya, padahal tempat sampah hanya beberapa meter letaknya. Atau, seorang ibu yang dengan santainya membuang botol plastik minuman di jalan raya, ketika ia naik kendaraan bak terbuka bersama teman-temannya. Sama sekali tanpa merasa bersalah.

Ini hanya sekelumit kehidupan, namun ada orang-orang yang hidup dari sampah, seperti dua anak itu.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 7 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 12 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 13 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Preman …

Bhre | 7 jam lalu

Bercanda, Berfilsafat! …

Wahyudi Kaha | 8 jam lalu

Persipura Punya 5 Kandidat Pelatih Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Hujan …

Gusranil Fitri | 8 jam lalu

Renungan Malam Tahun Baru 1436H: Ketika Doa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: