Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Made Hery Santosa

... masih belajar, suka membaca dan menulis cerita pendek dan puisi, juga pendidikan dan teknologi

Cerita Sampah

OPINI | 28 December 2011 | 02:56 Dibaca: 319   Komentar: 0   0

Dua anak kecil itu datang berboncengan sepeda motor dengan bapak dan ibunya. Langsung saja mereka terjun ke bak sampah seluas 6 x 3m ini. Tangan dan kaki tanpa alas dan pengaman itu langsung mengais-ngais tumpukan sampah membusuk di hadapan mereka. Sangat asik sekali…

Bak sampah ini tampaknya milik desa yang dibuat atas inisiatif masyarakatnya. Mungkin mereka merasa perlunya membangun sebuah bak penampungan sampah ketika bak-bak sampah dari Dinas Kebersihan sudah tidak terurus. Banyak bak besar berwarna kuning itu berkarat dan kemudian berlubang, sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Namun, bak sampah yang terbuat dari semen ini tampaknya tidak menyelesaikan masalah. Ketika sudah menumpuk, sampah-sampah itu tidak juga diambil. Kalaupun diambil, petugas kebersihan harus turun dan mengangkati tumpukan sampah itu sedikit demi sedikit dan ditaruh di truk bak terbuka – bukan diangkat dan dituang menggunakan mobil khusus. Konsekuensinya, pengambilan sampah tidak efektif, banyak yang terjatuh kembali, dan bisa dibayangkan kalau kita ada dibelakang truk sampah ini, kita akan mencium bau yang lumayan tak sedap.

Penanganan sampah hendaknya dimulai dari diri sendiri. Tidak jarang terlihat semua jenis sampah – organik dan non-organik – dijadikan satu. Pernah suatu ketika, aku lihat seorang bapak dengan enaknya membuang sampah dalam bungkusan plastik di bawah pohon di areal kebun raya, padahal tempat sampah hanya beberapa meter letaknya. Atau, seorang ibu yang dengan santainya membuang botol plastik minuman di jalan raya, ketika ia naik kendaraan bak terbuka bersama teman-temannya. Sama sekali tanpa merasa bersalah.

Ini hanya sekelumit kehidupan, namun ada orang-orang yang hidup dari sampah, seperti dua anak itu.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 7 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 12 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: