Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Rullysyah

Suka Menulis karena bisa mengusir rasa Galau. Ingin ikut bersuara dan ingin belajar dari sesama.

Untuk Apa Bayar Pajak?

OPINI | 07 December 2011 | 06:23 Dibaca: 145   Komentar: 2   0

13232388081510139387

gambar google

Orang Bijak Taat Pajak. Itulah slogan yang digaung-gaungkan Dirjen Pajak RI. Himbauan yang tepat sebenarnya untuk seluruh warga-negara negeri ini. Tetapi bila dihubungkan dengan mentalitas pegawai pajak sendiri sungguh sangat ironi.

Lihatlah Gayus Tambunan. Dia hidup bagai Raja. Biar sudah didalam penjara Gayus masih leluasa plesir ke luar negeri, piknik ke Bali dan nonton pertandingan tenis dunia. Sang istri melahirkan masih bisa ditengok, ada yang ngajak bisnis di penjara sampai ketipu 4 Milyar juga masih bisa. Itu semua karena Gayus punya uang. Uang darimana? Ya uang dari rakyat. Rakyat yang mungkin bodoh yang niatnya untuk membayar pajak untuk membangun Negara tapi kenyataannya uang tersebut malah mampir ke kantong Gayus. Siapa yang salah kalau begitu?

Dirjen Pajak, Fuad Rahmany di kantor pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/12/2011) mengatakan, “Sebagian pegawai kami baik-baik. Kalau ada yang nakal itu oknum. Kita ingin kerjasama dengan aparat hukum untuk membersihkan oknum,” Fuad tidak terima kalau para pegawainya dibilang doyan korupsi. Menurutnya sebagian besar pegawai pajak merupakan orang baik-baik.

Rupanya pak Fuad sedang lupa. Bahwa dimana-mana sebenarnya yang namanya penilaian itu datang dari orang lain. Yang membuat penilaian itu bukan diri sendiri melainkan orang lain. Jadi seharusnya pak Fuad mau dan bisa menerima penilaian tersebut untuk saat ini sehingga bisa dijadikan dasar perbaikan jajaran pegawainya ke depan.

Dan sebenarnya issue ini sudah ada sejak puluhan tahun dimana kebanyakan pegawai Pajak kita mayoritas suka bermain-main dengan setoran pajak.

Mudah-mudahan pak Fuad bisa mengambil langkah-langkah tepat untuk memperbaiki jajarannya sehingga jangan sampai ada pertanyaan dari rakyat seperti judul tulisan diatas.

Sumber : detik.com 7 des 11

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Demonstrasi KM ITB: Otokritik untuk …

Hendra Wardhana | 7 jam lalu

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 12 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 13 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 14 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: