Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Amk Affandi

awalnya membaca, kemudian menulis, beranjak ke perbuatan. seorang yang ingin berbagi. coretanku di amk-affandi.com

Guru Wilangan dan Guru Lagu

REP | 07 December 2011 | 09:50 Dibaca: 7876   Komentar: 14   2

Guru wilangan dan guru lagu, dalam khasanah budaya jawa lebih dikenal tembang macapat, yaitu tembang atau puisi yang setiap baitnya mempunyai baris kalimat yang disebut gatra. Setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata tertentu yang disebut guru wilangan (indonesia : bilangan). Demikian juga bunyi yang diucapkan juga harus mengikuti aturan tertentu yang disebut guru lagu.

Aturan di atas, hampir mirip pantun, gurindam atau hasil karya sastra lama yang lainnya. Intinya beraturan, bukan acak atau ngawur. Itulah karya nenek moyang kita baik yang berada di jawa, sumatra atau di kepulauan lainnya. Karena merupakan hasil sastra maka sangat layak untuk dipelajari.

Setelah sekian hariĀ  siswa mengikuti ulangan umum, maka pada hari ini kebetulan pelajaran Bahasa Jawa. Dalam sebuah soal, siswa disuruh menyebutkan apa arti guru wilangan dan guru lagu. Ada seorang siswa yang menjawab : guru wilangan adalah Bapak Jamadi (karena guru matematika adalah beliau) dan guru lagu adalah Bapak Hendrata (karena beliau adalah guru seni musik).

Ini yang bodoh siswa atau yang keterlaluan gurunya?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat anda? …

Robert O. Aruan | 3 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 16 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: