Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Eko Sanjaya Tamba

pengkritik, pengamat sekaligus penikmat kehidupan.

Perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP

REP | 04 December 2011 | 17:22 Dibaca: 968   Komentar: 0   0

Akhirnya, selesai sudah rangkaian acara Jubileum 150 Tahun HKBP yang ditutup tadi sebagai acara puncak perayaan tingkat nasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno.  Pesta Jubileum 150 tahun HKBP telah dilaksanakan oleh gereja HKBP mulai dari tingkat yang terkecil hingga perayaan yang dipusatkan dibeberapa wilayah di Indonesia seperti Tarutung, Medan, Pekanbaru, Surabaya, Balikpapan dan ditutup di Jakarta sebagai acara puncak. Pesta Perayaan Jubileum HKBP di Stadion Utama GBK  dihadiri sekitar seratus ribu jemaat yang berasal dari daerah Jabodetabek, beberapa perwakilan dari Jabar, Yogyakarta, Sulawesi, Kupang, Palembang, Jambi, Sumatera Utara, Balikpapan dan perwakilan  dari 29 Distrik HKBP, perwakilan lembaga gereja lain dari dalam dan luar negeri. Acara ini juga dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Menteri Agama surya Dharma Ali dan beberapa menteri kabinet Indonesia Bersatu, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua MK Mahfud MD, Ibu Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid,Gubernur DKI,  beberapa pejabat dan anggota DPR. Acara ini juga mendapat pengawalan dan pengawasan dari banser NU dan GP Ansor.

HKBP lahir pada 7 Oktober 1861. Gereja ini memiliki 4,5 juta jiwa jemaat dengan jumlah gereja hampir 3.300 buah tersebar di hampir seluruh Nusantara dan sebagian di luar negeri seperti di Singapura, Malaysia dan Amerika Serikat. Oleh karena itu HKBP menyandang predikat gereja terbesar di Asia Tenggara dan sebagai organisasi keagaman terbesar setelah NU dan Muhamadiyah.

Pada puncak acara, tampak perwakilan gereja dari Jerman menyampaikan kata sambutan. Yang menarik Pendeta perwakilan gereja protestan Jerman Ulrich Bayer yang sangat fasih berbahasa Indonesia dan bahasa batak menyampaikan kekagumannya tentang Indonesia dengan kebhinekaannya. Beliau juga menyampaikan kekaguman tentang pertumbuhan rohani masyarakat dan perkembangan gereja di Indonesia. Gereja semakin bertumbuh dan kegiatan ibadah yang selalu dipadati jemaat dengan beberapa kali jadwal ibadah. Berbeda dengan di Jerman yang kata beliau, bangku bangku gereja sebagian besar kosong padahal kebaktian hanya dilaksanakan satu kali pada hari minggu. Pemimpin tertinggi (Ephorus) HKBP Pdt.Dr.Bonar Napitupulu dalam khotbah dan sambutannya menekankan kepada jemaat agar mengembangkan semangat kebhinekaan dan meningkatkan rasa persatuan. Ephorus juga menyampaikan jemaat HKBP bukanlah orang Batak, tetapi orang Indoensia. Jemaat HKBP harus lebih bangga menjadi orang Indonesia dari pada orang batak. Jemaat HKBP harus berkontribusi pada kemajuan bangsa Indonesia dan saling bahu membahu dengan umat beragama lain dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. Pada Ibadah perayaan Jubileum tersebut, Kepala Departemen Koinonia HKBP yang memimpin doa syafaat tidak lupa mendoakan perjuangan umat Kristen di Indonesia yang berjuang untuk dapat mendirikan bangunan tempat ibadah dan terkhusus juga mendoakan Gereja GKI Yasmin agar masalah dan segala kesulitan yang dialami jemaat dan gereja cepat selesai.

Presiden SBY yang hadir dan memberikan kata sambutan pada acara tersebut menyapaikan pesannya agar semua jemaat selalu menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.   ”Kita tidak boleh memaksa, apalagi melakukan tindakan kekerasan dan anarkis terhadap mereka yang berbeda,” kata Presiden SBY. Menurut Presiden SBY, setiap agama pasti mengajarkan nilai luhur dan kebaikan. Nilai-nilai itu bisa menjadi dasar dan modal utama untuk membangun karakter bangsa. Presiden menjelaskan, keragaman budaya dan agama di Indonesia harusnya tidak menjadi potensi perpecahan. “Kemajemukan bangsa kita adalah kekayaan yang harus kita syukuri,” katanya. Untuk itu, kata beliau, semua warga negara Indonesia harus saling menghormati dan menghargai meski hidup dalam perbedaan. Presiden SBY mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan dua buah pantun (umpasa) dalam bahasa batak. Seluruh jemaat bersorak dan bertepuk tangan dan serentak membalas pantun tersebut dengan jawaban dalam bahasa batak ima tutu (dilafalkan emmmaaa tutu). Dan tidak lupa mengucapkan Horasss horassss horasss.

Acara kemudian ditutup dengan penampilan seribu orang penari yang merupakan pemuda pemudi (naposo bulung) HKBP dengan tarian tor tor yang mengundang decak kagum semua penonton dan undangan yang hadir. Acara kemudian ditutup dengan penampilan dari Putri Ayu Silaen, Judika, Christin Panjaitan dan beberapa artis lainnya.
Selamat Jubileum 150 Tahun HKBP. Tuhan Memberkati

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 10 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 8 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 8 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 8 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: