Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Amie Andari

Pecinta travelling, fotografi, dan masih terus belajar dalam menulis. Mimpi terbesar adalah ingin menimba pengalaman selengkapnya

Ini Hanya di Mesir

REP | 17 November 2011 | 06:31 Dibaca: 408   Komentar: 5   0

Karakter orang di tiap negara memang berbeda-beda. Seperti orang-orang Indonesia yang terkenal dengan senyumnya dan keramahannya. Tidak bermaksud menggeneralisir sih, tapi umumnya seperti itu. Akan beda lagi karakter orang dari tiap daerah di Indonesia juga, misalnya orang Batak dengan orang Jawa, orang Madura dengan orang Sunda. Kan Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa yang punya bahasa dan gaya berbeda dalam berbicara. Tapi tetap saja pada dasarnya orang Indonesia itu ramah, hanya berbeda gaya bicara saja. Di Indonesia saja masing-masing suku berbeda apalagi dengan orang-orang di negara lain..

Di Mesir, seringkali saya mendengar orang-orangnya berbicara dengan nada bicara yang tinggi seperti orang marah. Ketika saya lihat ehh.. ternyata mereka hanya saling menyapa dan saling berpelukan hehehe…. Kebiasaan orang Mesir kalau bertemu temannya memang berpelukan sambil mengucapkan salam, cium pipi kanan kiri sambil menepuk-nepuk bahu, tentu saja kalau laki-laki ya dengan laki-laki begitu juga sebaliknya.

Bukan hanya gaya bicaranya yang keras, kadang-kadang saya melihat seorang ibu ketika anaknya rewel tangannya langsung bereaksi. Nggak hanya nyubit tapi melayangkan tangan ke pipi si anak. Atau kalau nangisnya di jalan, si ibu akan menarik tangan anaknya dengan kasar. Ugghh… nggak tega lihatnya karena tangis si anak makin kenceng.

Ketika di jalan raya saat mengemudikan kendaraan, seringkali saya melihat sopir taxi ngomel-ngomel karena ada kendaraan lain memotong jalan. Tentu saja yang diomelin cuek aja sambil berlalu dan si sopir taxi tetap ngomel tapi setelah itu buru-buru si sopir beristighfar, nyesel mungkin hehehe…

13214624871288537407

Salah satu gambar kemacetan di Kairo (google.com)

Awalnya ketika ada kemacetan di persimpangan jalan saya pikir itu efek tidak berfungsinya lampu pengatur lalu lintas yang memang banyak yang mati. Itu memang jadi salah satu penyebabnya sih.. Tapi seringkali penyebab kemacetan itu adalah orang berantem sambil berteriak keras. Penyebab keributan itu biasanya serempetan mobil, atau kendaraan yang memotong jalan seenaknya. Nggak pakai minggir dulu kalau mau marah-marah, serempetan di tengah perempatan, atau di tengah jalan raya yang padat ya langsung berhenti di situ juga. Nggak peduli dengan padatnya jalan raya saat itu, asal bisa meluapkan emosinya. Mungkin kalau tertunda jadi nggak puas deh ngomelnya. Karena satu dua orang yang emosi akhirnya jadi banyak orang yang emosi juga gara-gara jalan jadi macet. Kalau sudah macet akan lama cairnya, karena polisi nggak berdaya mengatasi ini. Jadi kalau ada polisi, dia paling cuma berdiri sambil ngelamun kayaknya (asumsi pribadi hehehe..)

Kejadian seperti ini beberapa kali terjadi di depan apartemen tempat saya tinggal. Tadi pagi, saya dengar rame banget suara klakson mobil dan suara orang marah-marah. Saya lihat ke bawah ternyata benar saja, seorang sopir taxi sedang dilerai beberapa orang karena akan memukul seorang anak muda pengendara motor. Lama juga saya lihat orang-orang berusaha melerai mereka. Biasanya kalau sudah ada yang melerai, dua orang yang berantem tidak memaksa untuk menyerang. Jadi nggak sampai berlanjut ke hal-hal yang lebih parah.

Yaa…. Inilah Mesir.

Allah menciptakan manusia berbeda memang untuk saling mengenal. Mengenal budayanya, mengenal karakternya, mengenal bahasanya.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Q.S Al Hujuraat : ayat 13

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 11 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 14 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah Untuk …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Usul Mengatasi Kemacetan ” Kiss and …

Isk_harun | 8 jam lalu

Kakek Moyangku Seorang Pelaut …

Sunu Purnama | 9 jam lalu

Harga Mahasiswa …

Muhammad Nur Ichsan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: