Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Rasulullah Hanya Menunaikan Ibadah Haji Sekali

OPINI | 05 November 2011 | 13:45 Dibaca: 1166   Komentar: 24   3

Tentu menunaikan ibadah haji bukan hanya bertujuan demi sebuah gelar haji dan bisa bertopi putih sebagai identitas keagamaan saja. Lebih dari itu adalah untuk meningkatkan keimanan dan semakin meneladani Rasulullah.

#

Mengapa masih banyak umat Islam yang bernafsu sekali untuk naik haji sampai berkali-kali? Bahkan ada yang dengan bangga menyebutkan sudah 3 kali atau 8 kali berhaji. Ingin menunjukkan bahwa ilmu agamanya sudah tinggi. Padahal masih tanda tanya.

Diam-diam gelar haji malah menjadi bentuk kesombongan tersendiri. Topi putih selalu melekat di kepala dan berharap selalu dihormati.

Apakah dengan berhaji berkali-kali sudah dapat membersihkan seorang umat? Apakah dengan menunaikan ibadah sampai 10 akan semakin menumpuk pahalanya?

Rasulullah telah memberikan teladannya. Selama hidup hanya menunaikan ibadah haji hanya satu kali. Padahal bila mengikuti keinginan kemanusiaannya, Rasulullah bisa berhaji berapa kali selama hidupnya. Umroh pun dua kali saja.

Menunaikan ibadah haji satu kali adalah kewajiban. Itu pahalanya sungguh besar. Mendapatkan tempat di surga. Untuk berhaji yang kedua dan ketiga. Pahalanya tak seberapa bila dibandingkan dengan menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang yang hidup dalam kekurangan.

Apalagi tujuannya untuk sekadar kebanggaan dan ada tujuan tertentu. Minta berkah naik jabatan atau usahanya maju. Entahlah bagaimana menghitung pahalanya atau hanya kesia-siaan.

Bayangkan. Bila dana orang-orang untuk berhaji yang kedua kali dan seterusnya. Benar-benar digunakan untuk menyantuni orang-orang yang membutuhkan. Berapa banyak kesusahan sesama dapat diringankan? Berapa banyak sesak di dada dapat dilegakan?

Kalau bicara pahala pasti besar sekali.
Bahkan saya pernah dengar, jaminannya mendapat tempat di surga berdampingan dengan Rasulullah kelak.

Bandingkan dengan pahala berhaji yang kedua kali. Imbalannya hanya surga kelas ekonomi. Namanya kelas ekonomi, itu kelas yang tidak nyaman, kan? Ini leluconnya.

Tidak usah menunggu lama. Kebahagiaan pun dapat langsung dirasakan. Karena saat dapat meringankan beban orang yang dalam kesusahan berubah menjadi tersenyum lepas. Otomatis kebahagiaan itu akan balik melimpah.

Rasulullah telah memberikan contoh nyata. Menunaikan ibadah haji cukup sekali saja. Karena itu kewajiban. Bila memang masih ada kelebihan harta alangkah indah digunakan untuk meringankan sesama. Mengapa tidak diteladani?

Anehnya, di lain kesempatan ada yang dengan percaya diri mengatakan, ia menikah beberapa kali sekadar mengikuti Rasulullah. Karena Rasulullah saja memiliki 4 istri.
Aneh memang!
Selamat Lebaran Haji ….. Semoga menjadi haji yang mabrur.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Indonesia VS Laos 5-1: Panggung Evan Dimas …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Timnas Menang Besar ( Penyesalan Alfred …

Suci Handayani | 9 jam lalu

Terima Kasih Evan Dimas… …

Rusmin Sopian | 11 jam lalu

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 16 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Kartu Kredit: Perlu atau Tidak …

Wahyu Indra Sukma | 9 jam lalu

Gerakan Desa Membangun: Sebuah Paradigma …

Yulio Victory | 10 jam lalu

Berbagai Pandangan “Era Baru Polri Dibawah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: