Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Rasulullah Hanya Menunaikan Ibadah Haji Sekali

OPINI | 05 November 2011 | 13:45 Dibaca: 1107   Komentar: 24   3

Tentu menunaikan ibadah haji bukan hanya bertujuan demi sebuah gelar haji dan bisa bertopi putih sebagai identitas keagamaan saja. Lebih dari itu adalah untuk meningkatkan keimanan dan semakin meneladani Rasulullah.

#

Mengapa masih banyak umat Islam yang bernafsu sekali untuk naik haji sampai berkali-kali? Bahkan ada yang dengan bangga menyebutkan sudah 3 kali atau 8 kali berhaji. Ingin menunjukkan bahwa ilmu agamanya sudah tinggi. Padahal masih tanda tanya.

Diam-diam gelar haji malah menjadi bentuk kesombongan tersendiri. Topi putih selalu melekat di kepala dan berharap selalu dihormati.

Apakah dengan berhaji berkali-kali sudah dapat membersihkan seorang umat? Apakah dengan menunaikan ibadah sampai 10 akan semakin menumpuk pahalanya?

Rasulullah telah memberikan teladannya. Selama hidup hanya menunaikan ibadah haji hanya satu kali. Padahal bila mengikuti keinginan kemanusiaannya, Rasulullah bisa berhaji berapa kali selama hidupnya. Umroh pun dua kali saja.

Menunaikan ibadah haji satu kali adalah kewajiban. Itu pahalanya sungguh besar. Mendapatkan tempat di surga. Untuk berhaji yang kedua dan ketiga. Pahalanya tak seberapa bila dibandingkan dengan menyantuni anak-anak yatim dan orang-orang yang hidup dalam kekurangan.

Apalagi tujuannya untuk sekadar kebanggaan dan ada tujuan tertentu. Minta berkah naik jabatan atau usahanya maju. Entahlah bagaimana menghitung pahalanya atau hanya kesia-siaan.

Bayangkan. Bila dana orang-orang untuk berhaji yang kedua kali dan seterusnya. Benar-benar digunakan untuk menyantuni orang-orang yang membutuhkan. Berapa banyak kesusahan sesama dapat diringankan? Berapa banyak sesak di dada dapat dilegakan?

Kalau bicara pahala pasti besar sekali.
Bahkan saya pernah dengar, jaminannya mendapat tempat di surga berdampingan dengan Rasulullah kelak.

Bandingkan dengan pahala berhaji yang kedua kali. Imbalannya hanya surga kelas ekonomi. Namanya kelas ekonomi, itu kelas yang tidak nyaman, kan? Ini leluconnya.

Tidak usah menunggu lama. Kebahagiaan pun dapat langsung dirasakan. Karena saat dapat meringankan beban orang yang dalam kesusahan berubah menjadi tersenyum lepas. Otomatis kebahagiaan itu akan balik melimpah.

Rasulullah telah memberikan contoh nyata. Menunaikan ibadah haji cukup sekali saja. Karena itu kewajiban. Bila memang masih ada kelebihan harta alangkah indah digunakan untuk meringankan sesama. Mengapa tidak diteladani?

Anehnya, di lain kesempatan ada yang dengan percaya diri mengatakan, ia menikah beberapa kali sekadar mengikuti Rasulullah. Karena Rasulullah saja memiliki 4 istri.
Aneh memang!
Selamat Lebaran Haji ….. Semoga menjadi haji yang mabrur.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kunonya Rekapitulasi Pilpres, Kalah Canggih …

Ferly Norman | | 22 July 2014 | 07:48

Cara Mudah Kenali Pelaku Olshop yang …

Ella Zulaeha | | 22 July 2014 | 11:59

Kompasiana-Bank Indonesia Blog Competition …

Kompasiana | | 27 June 2014 | 16:59

Siku Sudut Unik Candi Dadi Tulungagung …

Siwi Sang | | 22 July 2014 | 12:11

Bukan Dengkuran Biasa …

Andreas Prasadja | | 22 July 2014 | 10:45


TRENDING ARTICLES

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 6 jam lalu

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 6 jam lalu

Perlukah THR untuk Para Asisten Rumah …

Yunita Sidauruk | 7 jam lalu

Jangan Keluar dari Pekerjaan karena Emosi …

Enny Soepardjono | 7 jam lalu

Catatan Tercecer Pasca Pilpres 2014 (8) …

Armin Mustamin Topu... | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: