Artikel

Owen Putra

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Aktivitas tulis-menulis saya anggap sebagai lahan empuk untuk mengekspresikan ide-ide berlian yang kerap berlalu-lalang di pikiran. Sebab, hampir setiap hari berbagai pikiran bernas melintas di benak kita, dan sangat sayang sekali jika ia berlalu begitu saja, tanpa sempat diikat melalui buhul kata-kata ==> kalimat). Melalui tulisan, saya juga ingin memperpanjang visa hidup saya di lorong bumi Allah ini sehingga dapat bercengkrama dengan generasi berikutnya! Kenalkan -O-W-E-N-

Ada Qarun di Freeport


OPINI | 01 November 2011 | 08:42 Dibaca: 83   Komentar: 0   1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

13201121932002614810Masalah Freeport kembali menguak ke permukaan. Penembakan, aksi brutal dan demontrasi adalah rentetan gerbong penuntutan dari mereka yang terzalimi. Kesejahteraan yang senjang, dan sebagian oknum bermental Qarun tetap menjadi faktor tidak berkesudahannya kasus ini. Masalah Freeport seakan seperti api dalam sekam. Publik ini seakan tersentak-sentak oleh hiruk-pikuk musiman yang berhembus pabrik pengeksploitasi kekayaan Papua ini.

Sudah 40 tahun Freeport menguras emas Papua. Mirisnya, kesejahteraan mereka dilupakan begitu saja. Pemegang kebijakan seakan tertidur pulas mendengar keluhan dan teriak mereka. Sebenarnya sudah banyak jengah dengan ulah Perusahaan Qarun itu. Penjilat, dan “amburger racun” sepertinya telah mengenyangkan sebagian orang di negeri ini sehingga lupa akan nasib anak-anak Papua. Menyedihkan. Demokrasi tapi menzalimi.

Kasus suap Freeport cukup amis tercium. Sebagaimana dilansir oleh Kompas.com, bagaimana aksi Freeport menawarkan uang 600 juta untuk seorang pimpinan adat. Untung saja imannya masih membaja sehingga tidak tergoda dengan harta dunia itu. Kalau itu terjadi kepada mereka yang keropos iman bagaimana? Mungkin apapun akan mereka lakukan untuk mempertahankan Freeport asalkan dana mengalir deras ke rekening. Ada nggak yang bermental gitu di Indonesia?

Uang panas penambangan Freeport tidak hanya dicoba untuk dialirkan ke sebagian punggawa di Papua, belakangan Kepolisian Republik Indonesia dituding menerima dana segar dari PT Freeport. Terutama aparat yang ditugaskan mengamankan Freeport dari amukan masa. Apakah itu benar atau salah? Yang jelas rakyat Papua dan pekerja butuh makan serta kesejahteraan. Jangan sampai mereka hanya mendapat ambas kelapa saja, sementara santannya dihabis untuk menghilang dahaga kerakusan sebagian orang.

Saya sebagai rakyat biasa lebih legowo jika PT Freeport dinasionalisasi menjadi milik RI. Sudah keterlalu sebenarnya PT ini menguras dan merampok kekayaan alam Bumi Pertiwi. Mari peduli. Singkirkan manusia-manusia Qarun dari permukaan bumi.  []


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: