Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Muhammad Armand

Universitas Sultan Hasanuddin Makassar-Sulsel-Mandar-Sunni

Apa Tanggapan Anda Tentang Kondom Gratis SG Palembang?

OPINI | 26 October 2011 | 09:01 Dibaca: 443   Komentar: 82   4

Jauh sebelumnya, saya sudah memprediksi akan ada lembaga yang akan menginisiasi program pembagian kondom saat pelaksanaan Sea Games (SG) di Palembang. Bukan rahasia lagi bahwa setiap penyelenggaraan even olahraga internasional telah menjadi kebijakan setiap penyelenggara untuk melakukan pencegahan terhadap penularan AIDS.

Semalam saya menyaksikan demonstrasi dan menentang akan program pembagian kondom gratis tersebut selama perhelatan SG 2011 di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Jujur, saya sendiri sebagai Direktur Yayasan Informasi Riset Kesehatan (YIRK-Makassar, Sulawesi Selatan) dilemma dengan rencana program pembagian kondom gratis ini. Antara setuju dengan tidak setuju.

Ketidaksetujuan saya sebab ini sama saja melegalkan free sex di Kota Palembang yang terkenal agamis itu. Selain itu, program ini jelas-jelas mencederai kultur dan sosiologis masyarakat setempat pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Pengamatan ringan saya bahwa masyarakat Indonesia banyak juga “penganut” free sex tapi masyarakat Indonesia tak mau melegalkan free-sex. Hitam Abu-abunya Indonesia kadang membuatku juga termangu-mangu dan sulit menahami secara universal karakter bangsaku ini. Toh, institusi pelacuran juga sudah jelas-jelas itu adalah legalisasi free sex yang diakomodir oleh pemerintah.

* * *

Saking dilemmanya saya, saya coba akses streaming Radio Tri Jaya FM Palembang, Sumsel. Saya berharap ada acara live yang menyorot khusus program kondomisasi di SG Palembang. Sampai saat ini, Tri Jaya FM Palembang belum membuat dialog yang menurut hemat saya perlu sekali tentang rencana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palembang menggelar pembagian kondom gratis. Sekitar 200-an gerai telah disiapkan di kota ini untuk satu tujuan: Pencegahan Penularan AIDS.

13196191201510307501

Kita bisa saja memberikan apresiasi ketidaksetujuan terhadap kondomisasi gratis ini namun kita tak bisa memungkiri juga bahwa even ini menghadirkan orang-orang luar negeri. Bagaimanapun telah menjadi “habit” tamu-tamu itu tak saja berdatangan dengan satu tujuan melainkan ada juga tujuan lain yang orang istilahkan wisata seks atau wisata syahwat. Ini jelas-jelas tidak relevan dengan budaya kita.

Sekali ini, saya benar-benar ingin meminta pendapat, respon dan kritik dari para Kompasianer yang budiman. Sekedar pengayaan informasi bahwa saat ini sudah ada dua ormas/LSM yang menyatakan penolakan terhadap pogram pembagian kondom gratis tersebut yakni PKBI Sumatera Selatan dan Hizbut Thahir Indonesia.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Selatan beralasan bahwa tak perlu dilakukan program ini sebab yang terpenting dalam pembagian kondom adalah kelompok risiko tinggi. Sedangkan Hizbut Thahir Indonesia berharap agar menghentikan program pembagian kondom gratis, karena dengan mudahnya mendapatkan kondom akan mendorong siapapun untuk menggunakannya untuk melakukan seks bebas.

Terima kasih karena telah membaca tulisan saya sore ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bangsa Tiongkok Besar karena Budaya Literasi …

Eko Prasetyo | | 01 March 2015 | 20:35

Kisah Sedih Sepiring Nasi …

Mira Marsellia | | 01 March 2015 | 18:32

“Joyride” Murah Meriah di Museum …

Yusticia Arif | | 01 March 2015 | 13:49

Bale Woro, Ruang Tunggu Unik di RSUD …

Mawan Sidarta | | 01 March 2015 | 19:02

2015: Laisuka …

Gatot Tri | | 01 March 2015 | 19:17


TRENDING ARTICLES

Dulu TNI, Kini Kontras Serang Jokowi Soal …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Sejuta “Ahok” Lagi Akan Lahir …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Congor, Akal dan Iman Ahok …

Gan Pradana | 15 jam lalu

PAN Bakal Dikuasai Dinasti Amien Rais? …

Imam Kodri | 17 jam lalu

Calon-calon Pesakitan KPK Kasus Dana Siluman …

Salman | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: