
Dibaca: 33
Komentar: 2
1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat
Seperti rutinitas tahunan, yang mana tingkat efektivitasnya perlu dipertanyakan, sejauh manakah, operasi yustisi yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta untuk menjaring orang-orang yang notabene dianggap ‘kurang jelas’ mendatangkan manfaat bagi Jakarta. Kurang lebih lima puluh ribu orang datang ke Jakarta setelah lebaran, operasi biasanya di gelar di sentral-sentral kedatangan orang, semacam terminal bus, pelabuhan, stasiun kereta api. Hal itu masih ada upaya tambahan yakni menyisir kelengkapan administrasi penduduk, yakni didaerah slum.
Menjadi pemerintah, memang bukan perkara gampang. Ngurusin satu rumah saja pusingnya bisa tujuh keliling, ini Jakarta bung!
Adhuh… adhuh… Sekarang begini saja lah… kalau memang mau operasi yustisi, jangan hanya untuk kalangan marginal saja. Bagaimana jika DPR, sebagai tempat berkumpulnya orang-orang berduit banyak itu, juga di operasi. Mau apa mereka datang ke Jakarta? DPR itu perlu di operasi! Lantas apa juga yang mereka bawa ke Jakarta? Janji politik?
Kembali pada topik, Pendatang gelap, namanya saja pendatang gelap, ya… sukanya ya tetap plintat plintut…