Artikel

Sosbud

Yohannes Andre

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Love, Wisdom, And Compassion

Keikhlasan


OPINI | 20 September 2011 | 09:36 Dibaca: 48   Komentar: 4   Nihil

Kemarin malam, disebuah rumah ada ketukan pintu. Nampaknya ada tamu. Kemudian tak selang beberapa lama, sang pemilik rumah membukakan pintunya. Mereka saling bercakap.

Ada berita yang tentang sakaratul maut dari tetangga. Pokok intinya, sang pemilik rumah diminta untuk datang ke rumah tetangga yang sedang mengalami sakaratul maut itu.

Mereka berjalan bersama, dan menuju rumah yang dimaksud. Sesampainya disana, mereka berdua melihat tetangga yang sedang kepayahan mengahadapi sakaratul maut.

Kemudian dua orang yang datang bersamaan tadi saling berbisik, yang mengatakan, bahwa orang yang sedang sakaratul maut itu, dahulunya adalah seorang suami yang tak tahu diri, suka berjudi, minum-minuman keras hingga teler, bermain perempuan, dan tanpa pernah mempedulikan istrinya. Bahkan hingga saat ajal suaminya datang bertamu, istrinya masih saja tak sudi memberinya maaf.

Dua orang yang berbisik itu, mengambil satu inisiatif untuk memintakan maaf orang yang sedang terbaring. Mereka memintakan maaf, memintakan keikhlasan, memintakan kelapangan.

Tak selang beberapa lama kemudian orang yang terbaring dalam sakaratul maut itu mengetahui dirinya telah dimaafkan, telah diikhlaskan, dan telah dilapangkan oleh orang-orang yang dahulunya disakiti. Ia meninggal dunia.

***

Ada yang beranggapan bahwa mati adalah salah satu jalan menuju Tuhan, bertemu Tuhan di alam yang lain. Dan jalannya pulang kepada Tuhan adalah keikhlasan, tak perlu harus sampai mati jika ingin merasakan hangatnya belaian Tuhan, kuncinya adalah ikhlas.

Kalau saya ini, senengannya ya ngedhumel gag karuan…

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: