Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Mirdayanti Amir

Seorang ibu, istri, guru dan kutu buku

Apa panggilan untuk kakak-kakak Anda ?

OPINI | 16 September 2011 | 16:16 Dibaca: 2571   Komentar: 6   0

Di Indonesia, dari etnis manapun, biasanya kita punya panggilan tertentu untuk orang yang lebih tua dari kita. Untuk orang tua yang sebaya dengan orang tua kita, dalam bahasa Indonesia sebutannya adalah paman dan bibi. Dalam keseharian kita punya banyak panggilan untuk paman dan bibi tergantung etnis dan latar belakang keluarga tersebut. Ada om dan tante, bude, bulik, mamang, encang, encing, etek, mamak, mak tuo,pak tuo. Hal yang sama berlaku juga untuk saudara kandung ataupun saudara sepupu.

Untuk kakak perempuan secara umum adalah kakak, dan kakak laki-laki adalah abang. Walaupun ada juga kakak laki-laki dipanggil abang. Tetapi untuk sehari-hari rasanya tidak ada orang Sumatera yang memanggil saudara lelakinya dengan kakak. Khusus untuk panggilan mbak, pengertian itu telah meluas sebagai panggilan kesayangan atau hormat, tanpa perlu orang itu lebih tua dari pemanggil, karena panggilan mbak di gunakan untuk baby sitter, SPG, penyiar radio, dll.

Saya adalah anak tertua dari empat bersaudara, jadi saya memiliki tiga orang adik. Semua adik memanggil saya uni, tanpa embel-embel nama. Uni saja. Saya baru dipanggil uni Yanti oleh orang lain, tetangga atau adik kelas. Adik pertama saya juga perempuan, punya panggilan lain, dia dipanggil unang oleh dua adik di bawahnya. Adik kedua saya laki-laki,si bungsu memanggilnya uda. Jadi ada uni, unang dan uda. Orang tua saya membedakan panggilan uni dan unang agar tidak ada kekeliruan. Karena sepertinya memanggil nama walaupun ada embel-embel uni dirasa juga masih kurang sopan.

Suami saya tujuh bersaudara. Tiga anak pertama adalah laki-laki,suami saya adalah anak ke dua. Tiga anak berikutnya perempuan, dan si bungsu juga laki-laki. Di keluarga suami saya semua kakak laki-laki di panggil uda, dengan tambahan nama. Tetapi kakak perempuan dipanggil dengan panggilan kehormatan yang berbeda, Teti, Teta dan Ayang. Saya juga tidak tahu apa ada keluarga lain yang memanggil seperti itu.

Tentu tidak semua keluarga punya kebiasan demikian, bagi keluarga yang bersikap egaliter, semua kakak dipanggil nama saja, juga bukan sesuatu yang keliru bukan ? Tapi saya pribadi, sampai setua ini, masih risih memanggil nama saja pada orang yang lebih tua. Di lingkungan kantor mungkin lebih mudah, kita bisa panggil bapak atau ibu saja. Tetapi tidak menutup kemungkinan memanggil uni. Saya sendiri juga dipangil uni Yanti oleh sebagian rekan kantor.

Yang menarik, seorang teman saya menikah dengan warga Prancis dan menetap belasan tahun di Paris. Dia memiliki tiga anak, dua perempuan dan yang terkecil adalah laki-laki. Anak yang lebih muda tetap memanggil mbak dengan tambahan nama pada kakak-kakaknya. Jadi, walaupun anak-anak itu cas cis cus bahasa Prancis, tapi giliran memanggil kakaknya tetap tidak lupa dengan embel-embel: mbak..

Nah, Anda sendiri memanggil apa pada kakak-kakak Anda ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Manusia Api …

Nanang Diyanto | | 19 September 2014 | 17:32

Ketika Institusi Pendidikan Jadi Ladang …

Muhammad | | 19 September 2014 | 17:46

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Imbangi Valencia B, Indra Sjafrie Malah …

Djarwopapua | | 19 September 2014 | 14:17

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 6 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 6 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 9 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

“Calon Ibu Pejabat Galau di Negeri …

Rietsy | 8 jam lalu

Centang Prenong …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Duka Lara …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Taman Rekreasi Atau Kuburan? …

Rifqi Nur Fauzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: