Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Zen Muttaqin

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN selengkapnya

“NU dan Muhammadiyah Itu Beda “

REP | 09 September 2011 | 00:00 Dibaca: 15935   Komentar: 23   8


1348313291231771447infokorupsi.com

NU DAN MUHAMMADIYAH ITU BERBEDA, TETAPI SAMA ASALNYA

.

NU DAN MUHAMMADIYAH ITU BEDA

.

JELAS BERBEDA, TAPI DIMANA BEDANYA

MUHAMMADIYAH ADALAH GERAKAN PEMBAHARUAN YANG DI PRAKARSAI OLEH KH AHMAD DAHLAN,

YANG BERDIRI SEJAK HAMPIR SEABAD YANG LALU, DALAM RANGKA MENGKRITISI BANYAK HAL YANG DIJALANKAN OLEH PARA KYAI DI PESANTREN2, YANG SUDAH BERABAD ABAD BERJALAN .

NU, BERDIRI THN 1926 ATAU 14 TAHUN KEMUDIAN, BARU LAHIR NU SEBAGAI ORGHANISASI, MENGORGANISIR DAN MENGAKOMODASI KEPENTINGAN KYAI DI PESANTREN2. JADI PESANTREN DAN KYAI SUDAH ADA SEJAK BERABAD YANG LALU,

JADI KEMANDIRIAN KYAI DI NU ITU TAK BISA DIGANGGU GUGAT, TETAP MANDIRI, SAMPAI SAAT INI

BUKAN SEPERTI YANG DI PERSEPSIKAN SEOLAH NU BISA MENGAKOMODASI DAN MENJADI PEMIMPINNYA PARA KYAI DAN SEOLAH MENGUASAI SANTRI2 DAN PESANTREN.

MAKA TAK ANEH BEBERAPA KYAI DI PESANTREN2 ANGGOTA NU, KEMARIN MELAKUKAN IED PADA 30 AGUSTUS. KARENA TETAP SAJA SETIAP PESANTREN YANG DIPIMPIN KYAI MEMPUNYAI HAK PREROGATIP TENTANG IBADAH. DAN ITU TAK BISA DICAMPURI OLEH NU SEBAGAI ORGANISASI.

MUHAMMADIYAH PUN JUGA DEMIKIAN, SETIAP FATWA DAN KEPUTUSAN TARJIH MUHAMADIYAH, TAK SERTA MERTA DI IKUTI OLEH WARGA MUHAMMADIYAH, KECUALI KALAU MEMANG BENAR2 SUDAH SESUAI DENGAN KEYAKINANNYA SECARA INDIVIDU DAN BISA DITERIMA DENGAN AKLI MAUPUN NAKLI

JADI MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN BUKAN MENGKRITISI NU, TETAPI MENGKRITISI SIKAP UMMAT ISLAM WAKTU ITU, YANG BERJALAN MELALUI KYAI2 DI PESANTREN. DAN KH AHMAD DAHLAN ASALNYA JUGA SANTRI, PENDIDIKANNYA DI PESANTREN BUKAN ORANG BIASA.

PERLU DI GARIS BAWAHI,
BAHWA UMUR MUHAMMADIYAH SAMPAI SEKARANG SUDAH HAMPIR 100 TAHUN,
DAN NU BERDIRI SEBAGAI ORGANISASI 14 TAHUN SETELAH MUHAMMADIYAH LAHIR.
GERAKAN MUHAMMADIYAH PENDIDIKANNYA BERSAMA DENGAN TAMAN SISWA. MERUPAKAN INTI DARI PERGERAKAN KEBANGKITAN NASIONAL, YANG MERUPAKAN CIKAL BAKAL BANGSA INI DAN NEGARA INI.

MUHAMMADIYAH ADALAH GERAKAN YANG KONTINYU DENGAN GERAKAN PESANTREN2 PARA KYAI BERABAD SILAM, DAN MERUPAKAN BAHAGIAN INTEGRAL DARI PERJUANGAN UMMAT ISLAM.
JADI PESANTREN MERUPAKAN CIKAL BAKAL MUHAMMADIYAH JUGA.

MAKA TAK ANEH DI SELURUH INDONESIA MUHAMMADIYAH JUGA MEMPUNYAI PESANTREN2 YANG JUMLAHNYA TAK SEDIKIT. BAHKAN MELUAS SAMPAI DI LUAR JAWA ,  KARENA TERNYATA SYSTEM PESANTREN JUGA ALTERNATIP PENDIDIKAN YANG BAIK,  DENGAN MENGAKOMODASI TATA LAKSANA SUATU PENDIDIKAN DENGAN SYSTEM NYANTRI ATAU ISTILAH KERENNYA ADALAH  BOARDING SCHOOL.

YANG PASTI SYSTEM PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH SEKARANG INI DEMIKIAN LUAS   TERSEBAR HAMPIR SELURUH PELOSOK INDONESIA, DARI TK, SD , SMP, SMA,SAMPAI PERGURUAN TINGGI, MADRASAH2, IBTIDAIYAH, TSANAWIYAH DAN ALIYAH.

BAHKAN DIDALAM  UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MEMILIKI FAKULTAS AGAMA ISLAM YANG BERBASIS KEPADA PENYUSUNAN KURIKULUM YANG TELAH MENGALAMI MODERNISASI. MAKA JANGAN KAGET KALAU DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH, AKAN DITEMUKAN FAKULTAS YAG MEMPELAJARI AGAMA ISLAM. SELENGKAP IAIN WAKTU DULU.

HAL INILAH YANG MENGINSPIRASI PEMERINTAHAN GUSDUR, UNTUK MERUBAH IAIN MENJADI UNIVERSITAS YANG JUGA MEMPELAJARI FAKULTAS2 UMUM. DAN INI JELAS DIADAPTASI DARI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH YANG SUDAH BERHASIL.

GUS DURLAH YANG DENGAN ARIF MENGAKUI KEMAJUAN DI BIDANG INI, DAN MULAI MEMIKIRKAN DAN MENGEMBANGKAN PESANTREN KEARAH KURIKULUM YANG LEBIH MODERN, TANPA MENINGGALKAN MATERI YANG SUDAH EKSIS BERABAD YANG LALU. MAKA MULAILAH NU JUGA MENGEMBANGKAN UNIVERSITAS2. SAYANG GUS DUR TELAH TIADA, SEMOGA SAJA ADA YANG MENERUSKAN CITA CITA BELIAU.

GUS DUR KARENA CUCU DARI KH HASYIM ASARI DAN PUTRA DARI KH WAHID HASYIM, MAKA GUSDUR SUNGGUH TAK PERNAH MELIHAT MUHAMMADIYAH ADA DI SEBERANG, TETAPI ADALAH SAUDARA YANG LAHIR DARI RAHIM YANG SAMA YAITU PESANTREN.
YANG DAHULU KALA TELAH DI RINTIS OLEH PARA WALI KITA.

MAU DICARI PERBEDAANNYA YA PASTILAH BERBEDA,

JUSTRU BERBEDA ITULAH, KITA BANYAK MEMPEROLEH MANFAATNYA, BISA BERLOMBA LOMBA MERAIH KERIDHOAN ALLOH SUBHANAHUWATAALA DAN KEBAIKAN UNTUK KEMASLAKHATAN UMMAT .

KALAU SAMA LHA KENAPA MESTI LAHIR MUHAMMADIYAH DAN MESTI LAHIR ORGANISASI NU.

JADI YANG DIKRITISI MUHAMMADIYAH BUKAN NU, TETAPI ADALAH PESANTREN2 DAN PARA KYAI WAKTU ITU, TAK LAIN DAN TAK BUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN ISLAM MENJADI LEBIH LUAS.

BOLEH DIKATAKAN NU DAN MUHAMMADIYAH MESTI BERLOMBA LOMBA DALAM KEBAIKAN.

TAK PERLU DI KHAWATIRKAN, TERJADINYA PERSETERUAN DI KALANGAN MUHAMMADIYAH DAN NU, KARENA PADA DASARNYA MEREKA ADALAH BERSAUDARA DAN BANYAK TOKOH2 MUHAMMADIYAH DAN TOKOH2 NU YANG TAHU SEJARAHNYA.

SEMOGA SEDIKIT TULISAN INI BISA MENGHAPUS DUGAAN DAN SPEKULASI YANG TERLALU JAUH.
KALAU ADA ORANG2/OKNUM2 DIMANAPUN ITU HAK MASING2, TETAPI SAYA JAMIN, SAMPAI KAPANPUN TAK ADA PERSETERUAN YANG SEBENARNYA, KECUALI PERSETERUAN YANG DI REKAYASA.

OLEH SIAPA YA SIAPA SAJA YANG INGIN MENGGUNAKAN NU ATAU MUHAMMADIYAH SEBAGAI KENDARAAN KEPENTINGANNYA.

HANYA ALLOH YANG MAHA TAHU YANG MENGHENDAKI TAKDIR.
MAHA BESAR ALLOH DENGAN SEGALA FIRMANNYA

TAKKAN DITURUNKAN AGAMA KEPADA MANUSIA
DAN YANG KEMUDIAN DISEMPURNAKANNYA,
KECUALI UNTUK KEMASLAHATAN SELURUH
UMMAT MANUSIA DAN KEHIDUPAN ALAM SEMESTA

MAHA BESAR ALLOH DENGAN SEGALA FIRMANNYA

SEMOGA

KITA SELALU DALAM KESABARAN
DAN PASRAH ATAS KEHENDAKNYA
TETAP DALAM IMAN ISLAM DAN IKHSAN

AMIIN,

.

JAKARTA 9 SEPETEMBER 2011

.

ZEN MUTTAQIN

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 14 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 17 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 17 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 19 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Inflasi: Rendah atau Stabil? …

Wahyu Indra Sukma | 8 jam lalu

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Senyum Misteri Mba Mahasiswi …

Yanto Soedharmono | 9 jam lalu

Malaysia Juga Naikan Harga BBM …

Sowi Muhammad | 10 jam lalu

Salam Kompasianival Saudara …

Rahab Ganendra | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: