Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Endahaibara

_mencoba mengutarakan yang berputar-putar dalam pikiran_

Ronda Malam, Antara Membantu dan Mengganggu

OPINI | 08 August 2011 | 17:47 Dibaca: 912   Komentar: 2   0

Sudah seperti tradisi, di Indonesia masih berlaku siskamling atau ronda malam. Dengan tujuan menjaga keamanan, beberapa laki-laki akan berkeliling kampung secara bergiliran tiap malam. Beberapa daerah yang sudah lumayan bahkan memiliki hansip yang juga ikut berjaga. Hal ini tentu cukup membantu, karena masyarakan akan merasa aman dan terlindungi. Namun ternyata ada juga yang hanya sekedar duduk-duduk di pos ronda, mengobrol, minum kopi dan main kartu. Dan jika sudah seperti ini, ronda malam cenderung beralih tujuan. Ronda malam hanya dijadikan alasan para laki-laki untuk keluar malam. Hmm, tapi saya yakin, para pembaca tidak ada yang seperti itu ^_^

Ronda malam semakin digalakkan terutama saat bulan puasa seperti ini. Para warga mempunyai tujuan lain denganĀ  diadakannya ronda malam, yakni membangunkan warga untuk santap sahur. Bagi ibu-ibu, tentu hal ini cukup membantu. Banyak dari mereka yang meskipun sudah menyiapkan alarm tetap saja tak bisa bangun. Dan woro-woro dari para “rondasiana” seperti membunyikan kentongan sambil berkeliling kampung, atau menggunakan microfon masjid cukup membantu untuk membangunkan ibu-ibu yang kemudian harus menyiapkan sahur.

Namun, hal ini bisa jadi masalah jika para “rondasiana” membangunkan tidak pada waktunya. Entah terlalu awal atau justru terlambat. Ini saya rasakan sendiri dua hari yang lalu dan saya merasa sedikit terganggu. Sewajarnya, jika mereka bertujuan membangunkan warga santap sahur, untuk di daerah saya, jika imsak pukul 04.22 WIB, maka kira-kira kita bangun paling awal ya sekitar pukul 03.00 WIB (jika harus memasak terlebih dahulu). Tapi untuk keluarga yang tak perlu memasak, paling hanya butuh waktu beberapa menit untuk menyiapkan, mereka bisa bangun pukul 03.30 WIB.

Dan yang terjadi di malam itu, hmm, benar-benar mengejutkan saya ketika saya terbangun karena suara gaduh di luar. Suara bunyi-bunyian seperti kentongan dan alat-alat yang jujur saya tidak tahu namanya. Sambil meneriakkan “sahur sahur…” mereka berkeliling kampung tempat saya tinggal. Dan alangkah terkejutnya ketika saya lihat jam di Hp saya, pukul 02.00 WIB. Wooow, ini mereka yang terlalu rajin atau kelewatan siih? Sungguh saya berterima kasih karena telah dibangunkan, tapi, tolonglah saat itu baru pukul 02.00, waktu yang pas untuk otak saya menerima banyak oksigen (mungkin, hehe..). Terus terang saya merasa terganggu, setelah begadang lantaran mengerjakan tugas, dan harus terbangun karena hal semacam itu (-,-). Setelah saya tengok ke luar jendela, ternyata pelakunya adalah para remaja putra, hmm, pantas saja. Tak mungkin juga bapak-bapak ronda serame itu. Mencoba klarifikasi, saya menelepon ketua karang taruna saat itu juga, tapi tak ada jawaban, entah apa alasannya, mungkin nanti akan saya tanyakan apa yang sebenarnya terjadi saat pertemuan karang taruna (kebetulan saya adalah bendahara di dalamnya).

13127824041862669779

Terima kasih sudah dibangunkan, dan kemudian saya susah untuk tidur kembali @_@ hingga sahur…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: