Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Endahaibara

_mencoba mengutarakan yang berputar-putar dalam pikiran_

Ronda Malam, Antara Membantu dan Mengganggu

OPINI | 08 August 2011 | 17:47 Dibaca: 981   Komentar: 2   0

Sudah seperti tradisi, di Indonesia masih berlaku siskamling atau ronda malam. Dengan tujuan menjaga keamanan, beberapa laki-laki akan berkeliling kampung secara bergiliran tiap malam. Beberapa daerah yang sudah lumayan bahkan memiliki hansip yang juga ikut berjaga. Hal ini tentu cukup membantu, karena masyarakan akan merasa aman dan terlindungi. Namun ternyata ada juga yang hanya sekedar duduk-duduk di pos ronda, mengobrol, minum kopi dan main kartu. Dan jika sudah seperti ini, ronda malam cenderung beralih tujuan. Ronda malam hanya dijadikan alasan para laki-laki untuk keluar malam. Hmm, tapi saya yakin, para pembaca tidak ada yang seperti itu ^_^

Ronda malam semakin digalakkan terutama saat bulan puasa seperti ini. Para warga mempunyai tujuan lain dengan  diadakannya ronda malam, yakni membangunkan warga untuk santap sahur. Bagi ibu-ibu, tentu hal ini cukup membantu. Banyak dari mereka yang meskipun sudah menyiapkan alarm tetap saja tak bisa bangun. Dan woro-woro dari para “rondasiana” seperti membunyikan kentongan sambil berkeliling kampung, atau menggunakan microfon masjid cukup membantu untuk membangunkan ibu-ibu yang kemudian harus menyiapkan sahur.

Namun, hal ini bisa jadi masalah jika para “rondasiana” membangunkan tidak pada waktunya. Entah terlalu awal atau justru terlambat. Ini saya rasakan sendiri dua hari yang lalu dan saya merasa sedikit terganggu. Sewajarnya, jika mereka bertujuan membangunkan warga santap sahur, untuk di daerah saya, jika imsak pukul 04.22 WIB, maka kira-kira kita bangun paling awal ya sekitar pukul 03.00 WIB (jika harus memasak terlebih dahulu). Tapi untuk keluarga yang tak perlu memasak, paling hanya butuh waktu beberapa menit untuk menyiapkan, mereka bisa bangun pukul 03.30 WIB.

Dan yang terjadi di malam itu, hmm, benar-benar mengejutkan saya ketika saya terbangun karena suara gaduh di luar. Suara bunyi-bunyian seperti kentongan dan alat-alat yang jujur saya tidak tahu namanya. Sambil meneriakkan “sahur sahur…” mereka berkeliling kampung tempat saya tinggal. Dan alangkah terkejutnya ketika saya lihat jam di Hp saya, pukul 02.00 WIB. Wooow, ini mereka yang terlalu rajin atau kelewatan siih? Sungguh saya berterima kasih karena telah dibangunkan, tapi, tolonglah saat itu baru pukul 02.00, waktu yang pas untuk otak saya menerima banyak oksigen (mungkin, hehe..). Terus terang saya merasa terganggu, setelah begadang lantaran mengerjakan tugas, dan harus terbangun karena hal semacam itu (-,-). Setelah saya tengok ke luar jendela, ternyata pelakunya adalah para remaja putra, hmm, pantas saja. Tak mungkin juga bapak-bapak ronda serame itu. Mencoba klarifikasi, saya menelepon ketua karang taruna saat itu juga, tapi tak ada jawaban, entah apa alasannya, mungkin nanti akan saya tanyakan apa yang sebenarnya terjadi saat pertemuan karang taruna (kebetulan saya adalah bendahara di dalamnya).

13127824041862669779

Terima kasih sudah dibangunkan, dan kemudian saya susah untuk tidur kembali @_@ hingga sahur…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tarian Malinau yang Eksotis Memukau Ribuan …

Tjiptadinata Effend... | | 24 November 2014 | 11:47

Ini Sumber Dana Rp 700 T untuk Membeli Mimpi …

Eddy Mesakh | | 24 November 2014 | 09:46

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39

Nyicipi Rujak Uleg sampai Coklat Hungary di …

Mas Lahab | | 24 November 2014 | 16:16

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Tjiptadinata, Menang Karena Senang …

Felix | 6 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Tanggapan Negatif Terhadap Kaesang, Putera …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Sikap Rendah Hati Anies Baswedan dan Gerakan …

Pong Sahidy | 10 jam lalu

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | 7 jam lalu

Kesempatan Sadar …

Latania Aini | 8 jam lalu

Meriahnya Pembukaan Porseni BUMN 2014 …

Rizky Febriana | 8 jam lalu

Tumpengan dan Bedah Buku “Bertahan di …

Gaganawati | 9 jam lalu

Revolusi dari Desa, Pengalaman Nyata Bukan …

Partyedu | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: