Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Mattula Ada

Just call me "ADA" http://aboutagama.blogspot.com

Petasan Pembawa Petaka!!!

REP | 06 August 2011 | 12:39 Dibaca: 1302   Komentar: 17   1

Sejarah petasan bermula dari Cina. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak secara tak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar.

Jika ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya lalu dibakar, maka akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya mengusir roh jahat. Dalam perkembangannya, petasan jenis ini dipercaya dipakai juga dalam perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.

Baru pada saat dinasti Song didirikan pabrik petasan yang kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di angkasa hingga akhirnya dibedakan. Tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Di Indonesia tradisi petasan itu dibawa sendiri oleh orang Tionghoa. Seorang pengamat sejarah Betawi, Alwi Shahab meyakini bahwa tradisi pernikahan orang Betawi yang menggunakan petasan untuk memeriahkan suasana dengan meniru orang Tionghoa yang bermukim di sekitar mereka.

Petasan merupakan bahan peledak low explosive. Bahan peledak low explosive adalah bahan peledak berdaya ledak rendah yang mempunyai kecepatan detonasi (velocity of detonation) antara 400 dan 800 meter per detik. Sedangkan bahan peledak high explosive mempunyai kecepatan detonasi antara 1.000 dan 8.500 meter per detik. Bahan peledak low explosive ini sering pula disebut propelan (pendorong) yang banyak digunakan pada peluru dan roket. Di antara bahan peledak low explosive yang dikenal adalah mesiu (black powder atau gun powder) dan smokeless powder. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mesiu tersebut banyak digunakan sebagai pembuat petasan, termasuk petasan banting dan bom ikan.

Di Indonesia, petasan sudah menjadi sesuatu yang biasa dipakai untuk berlebaran dan saat bulan Ramadhan. Banyak anak sesudah sahur bukannya istirahat, malah bermain petasan dan kembang api. Mereka dengan seenaknya melemparkan petasan -petasan yang mereka bawa kepada temannya atau mobil yang sedang lewat, tanpa memikirkan akibatnya.

Petasan dan sebangsanya memang barang gelap, artinya merupakan benda terlarang (ilegal). Sejak zaman Belanda sudah ada aturannya dalam Lembaran Negara (LN) tahun 1940 Nomor 41 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Bunga Api 1939, di mana isinya antara lain adanya ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp 7.500 apabila melanggar ketentuan “membuat, menjual, menyimpan, mengangkut bunga api dan petasan yang tidak sesuai standar pembuatan”.

Selain aturan zaman Belanda tsb, ada juga beberapa aturan lain, diantaranya adalah Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang bahan peledak. Dalam undang-undang ini sudah diatur soal bahan peledak yang menimbulkan ledakan dan dianggap mengganggu lingkungan masyarakat. Undang-Undang tersebut menjelaskan bahwa pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenai hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

Namun anehnya, walau berbagai ancaman telah dikeluarkan lewat aturan, tetap saja ada yang nekat untuk menjual petasan. Khusus untuk bulan Ramadhan seperti saat ini, omzet penjual petasan memang bisa naik drastis dibanding hari-hari biasa. Namun apakah mereka (para penjual tsb) tidak takut akan azab Allah, akibat ulah pembeli mereka yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, misalnya terhadap kekhusyukan beribadah orang-orang yang melaksanakan shalat tarawih atau terhadap tetangga yang melaksanakan buka puasa?

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. {QS. An-Nisaa’ 36}

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, empat hal termasuk kebahagiaan, diantaranya tetangga yang baik. Beliau juga menyebutkan empat hal termasuk kesengsaraan, di antaranya tetangga yang jahat. Karena bahayanya tetangga yang jahat ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah daripadanya dengan berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari tetangga yang jahat…..”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umat Islam untuk berlindung pula daripadanya dengan mengatakan:

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari tetangga yang jahat…..”.

Ibnu Umar dan Aisyah ra berkata keduanya, “Jibril selalu menasihatiku untuk berlaku dermawan terhadap para tetangga, hingga rasanya aku ingin memasukkan tetangga-tetangga tersebut ke dalam kelompok ahli waris seorang muslim”. (H.R. Bukhari-Muslim)

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman. Ditanya: Siapa ya Rasulullah? Jawab Nabi, “Ialah orang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya” (H.R. Bukhari-Muslim)

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah memuliakan tetangganya. (H.R. Bukhari-Muslim)

1312590309639383211

13125903551354233764
Foto diatas adalah foto tetangga saya yang berjualan petasan. Foto tsb saya ambil secara diam-diam di siang hari (5-8-2011), sewaktu penjualnya sedang beristirahat. Para pembeli biasanya ramai berdatangan menjelang maghrib sampai dengan waktu shalat tarawih tiba. Tidak jarang, pembeli mereka langsung menyalakan petasan di sekitar tempat itu.


Hak-hak ketetanggaan tidak ditujukan bagi tetangga kalangan muslim saja. Tentu saja tetangga yang muslim mempunyai hak tambahan lain lagi yaitu juga sebagai saudara (ukhuwah Islamiyah). Tetapi dalam hubungan dengan hak-hak ketetanggaan semuanya sejajar:

At-Thabrani meriwayatkan dari Jabir ra dari Nabi Muhammad saw bersabda:

الجيران ثلاثة: جار له حق وهو المشرك: له حق الجوار، وجار له حقان وهو المسلم: له حق الجوار وحق الإسلام، وجار له ثلاثة حقوق: جار مسلم له رحم له حق الجوار والإسلام والرحم

Tetangga itu ada tiga macam: Tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga muslim yang memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturahim.

Terkait dengan hal ini, belum lama Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam sambutannya di Masjid Raya Makassar sebagai pertanda 1 Ramadhan, mengingatkan banyak hal termasuk tidak menyalakan atau membunyikan petasan.

Menurut orang nomor satu Makassar itu, Ramadan adalah momentum yang selalu dinantikan karena merupakan bulan yang penuh rahmat dan magfirah. “Momentum ini sangat tepat untuk beribadah dengan melakukan kegiatan amaliah yang tidak hanya bermanfaat bagi kita tapi juga bagi orang lain”, katanya di Makassar, Minggu (31/7).

Ilham juga berharap semua warga Kota Makassar utamanya kaum muslim bisa menjaga kekhusyukan ibadah dengan melakukan kegiatan yang tidak mengganggu orang lain.

Ilham menekankan, pada siang hari tempat-tempat hiburan agar tidak dibuka agar tidak muncul kejadian yang demonstratif. Selain itu, Ilham juga berharap agar pada malam hari, warga tidak diganggu dengan suara petasan, karena mengganggu orang lain.

Seperti biasa menjelang & di bulan Ramadhan harga-harga semua bahan pokok naik berkali kali lipat, belum lagi kebutuhan hidup lainnya. Jadi mengapa kita masih mau berusaha menyisihkan uang kita untuk anak-anak kita atau kita sendiri untuk membeli Petasan!!! Pernahkah kita berfikir bahwa dengan menyalakan petasan itu bisa mengganggu orang lain atau malah membahayakan kita sendiri atau anak-anak kita? Coba bayangkan apabila ada petasan yang meledak di samping kita tanpa kita ketahui, tidak marahkah kita ?? Coba bayangkan apabila di samping atau di depan rumah kita ada yang menyalakan petasan di saat kita tidur atau beraktifitas biasa di saat kita puasa menahan lapar dan dahaga, tidak terpicu marahkah kita ??? ….

Gambar: Anak-anak yang sedang bermain petasan. Sumber: http://www.solopos.com/2010/feature/bermain-petasan-41185

Patut diketahui pula, beberapa musibah yang pernah terjadi akibat petasan dan kembang api:

JAKARTA, KOMPAS.com — Sugiono, korban luka bakar ledakan kembang api yang terjadi di Kamal Raya, Jakarta Utara, tak dapat diselamatkan. Sugiono meninggal pukul 07.00 WIB, hari Kamis (12/8/2010), di RSCM.

Elshinta.com – Seorang pria remaja berusia 17 tahun, bernama Dedi Panigoro, harus mengalami hancur telapak tangan kirinya lantaran bermain petasan rakitan di Gorontalo. Ia dilarikan ke RS Alui Sabu, Gorontalo.( 4/9/2009)

Liputan6.com, Parung – Jalur distribusi petasan ke pasar-pasar tradisional juga kerap mengakibatkan kejadian yang tak diharapkan. Seperti yang terjadi di Pasar Parung, Bogor, Jabar Senin (24/8/2009). Api melalap puluhan kios yang disebabkan meledaknya petasan siap jual lantaran cuaca panas.

Bataviase.co.id - Enam orang tewas akibat kebakaran yang dipicu petasan di Filipina, negara yang membolehkan menyalakan kembang api dan petasan di hari besar seperti Natal.

DENPASAR.KOMPAS.com- Seperti yang terjadi di Bali, 13 orang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, akibat terkena ledakan petasan dan kembang api pada perayaan tahun baru semalam. Selain dari kota Denpasar, korban petasan dan kembang api pada malam pergantian tahun juga berasal dari Kabupaten Gianyar dan Tabanan. Dari 13 korban petasan dan kembang api yang dirawat di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUP Sanglah, Denpasar, 3 orang di antaranya mengalami luka cukup serius sehingga perlu mendapat perawatan intensif.

Detiksport.com - Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl berharap tak ada lagi kembang api atau petasan di semifinal kedua Piala AFF. Sebab, hal itu malah bisa mengganggu konsentrasi pemain. Keriuhan Stadion Gelora Bung Karno di semifinal pertama, Kamis (16/12/2010) malam hampir mendatangkan “petaka” bagi timnas Indonesia. Situasi yang terlalu berisik akibat bunyi petasan menimbulkan miskomunikasi di barisan belakang yang hampir berbuah gol bagi Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID,LIWA - Psikolog Khairul Huda menyatakan “Hasil yang didapatkan dari bermain petasan sangat negatif karena membuat anak merasa puas kalau bisa membuat orang lain terganggu, kaget atau menderita. Ini sangat tidak baik bagi perkembangan psikologis”.

Sosbud.kompasiana.com- Kenapa petasan dikatakan bisa memicu tawuran ? Karena petasan sering kali digunakan di wilayah yang sensitif untuk memicu perselisihan, si pengguna petasan menggunakannya diwilayah yang bukan merupakan wilayah teritorialnya, sudah masuk ke wilayah lawan berselisih tawuran. Biasanya tawuran yang disebabkan oleh petasan ini lebih parah dari tawuran biasanya, bahkan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.

So, masihkah kita mau menjual, membeli, atau bermain petasan???


Nampak pada gambar diatas, seorang anak yang bernasib tragis akibat bermain petasan. Sumber: http://agusthiar.blogspot.com/2010/05/akibat-main-petasan.html

Sumber:

*) http://id.wikipedia.org/wiki/Petasan

*) http://kidsgen.blogspot.com/2010/08/aturan-benar-salah-bermain-petasan.html

*) http://www.hadielislam.com/indo/hadis-nabi.html?start=30

*) http://agusthiar.blogspot.com/2010/05/akibat-main-petasan.html

*) http://www.mediaindonesia.com/read/2011/08/01/246697/290/101/Wali-Kota-Makassar-Larang-Bermain-Petasan

*) http://www.hadits.net/tag/tidak-menggangu-tetangga

*) http://alhikmah.ac.id/2011/hadits-tentang-tetangga/

*) http://www.komisikepolisianindonesia.com/main.php?page=aneka&id=2286

*) http://www.okukab.go.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=178

*) http://sosbud.kompasiana.com/2011/07/25/petasan-dapat-memicu-tawuran-di-bulan-ramadhan/

*) http://www.facebook.com/pages/TOLAK-PETASAN-DI-BULAN-RAMADHAN-/142011489150589?sk=info

*) http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/12/18/000219/1527671/76/riedl-berharap-tak-ada-lagi-kembang-api

*) http://bataviase.co.id/detailberita-10442843.html

*) http://nasional.kompas.com/read/2011/01/01/16374581/13.Luka.Akibat.Petasan.dan.Kembang.Api

*) http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/11/07/27/loz8k6-psikolog-petasan-buat-anak-bermental-pengganggu

*) http://www.solopos.com/2010/feature/bermain-petasan-41185

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 6 jam lalu

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 11 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 15 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 15 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: