Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Aryani_yani

Lahir di kota hujan yg sejuk, dari ortu yg asli Jawa, tp belum pernah bisa selengkapnya

Cucurak: Tradisi Makan-Makan Sebelum Bulan Puasa di Bogor

REP | 29 July 2011 | 00:00 Dibaca: 466   Komentar: 23   1

13118975611907864931

Sumber : www.radar-bogor.co.id

Bulan puasa tinggal beberapa hari lagi. Dan sepertinya di bulan ini banyak sekali yang mengadakan acara, kayaknya mengejar target sebelum Bulan Ramadhan, mulai dari acara pernikahan, syukuran, seminar dan lain sebagainya.

Tradisi menyambut bulan puasa memang bermacam-macam, ada yang membersihkan makam atau berziarah ke makam, ada yang memberikan sedekah ke orang tuanya, ada yang membuat bermacam-macam acara. Semua tergantung tradisi di masing-masing daerah. Tapi yang paling umum adalah tradisi makan-makan. Sebulan menjelang puasa memang bulan makan-makan, samapi capek ya hehehe. Pokoknya puas-puasin deh makannya sebelum berpuasa selama 1 bulan lamanya.

Tidak terkecuali di Bogor, di sekitar lingkungan saya tinggal, acara makan-makan menyambut datangnya bulan puasa biasa disebut ‘cucurak’. Entahlah kalau di daerah lain di sekitar Bogor apakah menyebutnya dengan istilah yang sama atau tidak. Istilah cucurak juga baru saya dengar setelah bekerja. Dulu sewaktu kuliah, mungkin karena teman-teman banyak yang bukan orang Bogor jadi belum mengenal istilah cucurak. Mungkin mirip dengan tradisi ‘munggahan’ kalau di daerah Jawa Tengah.

Saya sendiri tidak tahu sejak kapan tradisi ini muncul. Tapi sepertinya ini bagian dari suka-cita menyambut bulan suci Ramadhan yang hanya datang satu tahun sekali. Hampir semua tempat di Bogor selalu mengadakan ‘cucurak’. Mulai dari sekelompok orang, keluarga, hingga lingkungan yang lebih besar seperti di tingkat RT, ataupun kantor-kantor.

Selain acara inti makan-makannya, sebenarnya cucurak bisa dilakukan bermacam-macam bentuk. Ada yang mengisinya dengan ceramah atau tauziyah dengan mengundang ustadz, seperti yang dilakukan di kantor saya kemarin. Ada juga yang cucuraknya sambil jalan-jalan, masak-masak sendiri ataupun wisata kuliner bagi yang hobi makan.

Meskipun secara syar’i, tradisi cucurak ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tapi kita ambil sisi positifnya saja. Cucurak bisa mempererat tali silaturahim dan mengakrabkan antara sesama, baik itu teman, saudara, keluarga dan lain sebagainya. Intinya kebersamaan deh. Momen inipun bisa menjadi ajang untuk saling maaf-memaafkan menjelang bulan suci.

Tradisi semacam ini memang tidak harus diadakan alias tidak wajib, gak ada juga gak apa-apa. Yang penting adalah persiapan kita untuk menghadapi bulan suci Ramadhan baik lahir maupun bathin. Karena kesempatan ini hanya satu kali dalam setahun, jadi jangan sampai disia-siakan, oke?!!

Semoga bermanfaat

Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah dan maghfirah
Mohon maaf lahir dan bathin untuk semuanya :-)

Bogor, 29 Juli 2011

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 6 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 9 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 9 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 17 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: