Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Agus Supriyatna

Hanya Orang Sangat Biasa Saja

Baju Batik Bermotif Partai

REP | 23 July 2011 | 16:00 Dibaca: 382   Komentar: 0   0

1311440997396323014

Nachrowi dengan batik motif partainya

Baju batik adalah busana aseli hasil kreasi tangan-tangan negeri sendiri, yang sudah berusia tua. Bahkan, baju batik saat ini, sudah menjadi semacam identitas bangsa. Ciri khas busana Indonesia. Sudah seharusnya, semua orang Indonesia bangga mengenakan batik. Tak perlu minder, toh Bill Clinton, kala menjadi presiden Amerika Serikat, juga sempat mengenakan batik. Pun Nelson Mandela, tokoh nasional dari Afrika Selatan juga hobi berbatik ria. Sepantasnyalah orang Indonesia, bangga bila mengenakan baju batik.

Motif batik ada bermacam-macam. Berhubung saya, bukan ahli batik jadi tak menguasai detil motif-motif batik di tanah air. Setiap daerah, pastinya mempunyai motif sendiri. Misalnya, batik Pekalongan, berbeda motifnya dengan batik Solo. Atau dengan daerah lainnya.

Namun, yang saya ceritakan ini, bukan tentang motif batik yang sudah turun temurun, di berbagai daerah. Tapi sebuah motif batik yang menurut saya baru dan menarik.

Motif baru itu, sempat saya jepret dengan kamera jadul saya dari baju batik yang dikenakan salah seorang petinggi Partai Demokrat, partai pemenang pemilu 2009. Petinggi Demokrat itu adalah Nachrowi Ramli. Ia adalah Ketua Demokrat Jakarta.

Kala itu, digelar jumpa pers. Yang punya hajatan adalah DPD Demokrat Ibukota, dimana Nachrowi adalah ketuanya. Jumpa pers itu sendiri, berkenaan dengan persiapan Rakornas Demokrat, yang akan di langsungkan pada 23-24 Juli 2011, di Sentul, Bogor.

Nachrowi, dalam jumpa pers itu, menjadi narasumber utamanya. Dalam acara itu, Nachrowi menegaskan, Demokrat DKI Jakarta yang dipimpinnya akan menolak bila ada kelompok di Demokrat, dalam Rakornas nanti membelokan agenda. Misalnya agenda konsolidasi di belokan menjadi tuntutan menggelar Kongres Luar Biasa menurunkan Anas Urbaningrum, Ketua Umum Demokrat.

Nah, dalam acara jumpa pers tersebut, pensiunan mayor jenderal angkatan darat itu, mengenakan baju batik. Namun yang menarik bikin menarik saya, sampai harus mesti menjepretnya adalah motif dari baju batik yang dikenakan Nachrowi. Baju batik Nachrowi, warnanya biru tua kegelap-gelapan. Motif batiknya yang menarik, yaitu motif bergambar bintang tiga berlian. Simbol bintang tiga berlian itu sendiri adalah lambang dari Partai Demokrat.

Semoga Nachrowi pencinta batik sejatinya. Karena harus seperti itu, tokoh nasional, mencintai produk dari budaya sendiri. Mudah-mudahan, di lemari pakaiannya, baju batiknya tak hanya bermotif lambang Demokrat. Tapi juga motif batik tradisional.

Sepertinya itu motif dari baju batik yang dikenakan Nachrowi adalah motif baru dalam jagad perbatikan Indonesia. Kalau saya menyebutnya, motif batik politik. Sepertinya juga motif batik lambang partai, tak hanya monopoli Demokrat. Partai lainnya juga sepertinya punya motif lambang partainya. Golkar, PDI-P, atau partai lainnya, mungkin juga sama punya baju batik partai bermotif lambang partainya.

Kalau Golkar mungkin warna dasar batik politiknya adalah kuning, menyesuaikan dengan warna kebesaran partainya. Motifnya adalah pohon beringin, lambang dari Golkar.

Sementara PDI-P, mungkin batik politiknya warna merah, dengan motif kepala banteng moncong putih. Sedangkan PPP, warna hijau dengan motif Ka’bah. PAN dengan motif matahari terbitnya. Tapi saya sendiri, belum pernah lihat, dan menjepret batik politik, terutama dari PPP dan PAN.

Saya sendiri berpikir, alangkah baiknya kalau nanti dalam kampanye, para simpatisan tak dibagikan kaos partai. Tapi diberi baju batik dengan motif partai masing-masing. Lebih enak di lihat, dan lebih meng-Indonesia. Sekaligus dengan begitu partai ikut memasyarakat batik, meski motif batiknya adalah lambang partai.

Selain tentunya, jika partai dalam kampanye, atau acara-acara partai mensyaratkan batik sebagai busananya, akan membantu para pengusaha batik di Indonesia. Artinya membantu juga perekonomian kaum kecil, kalangan terbanyak di industri batik. Biar pun motifnya adalah motif partai. Selamat berbatik ria…

Tags: politik

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 5 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 7 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 9 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: