Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Wawan Kardiyanto

ingin hidup bermakna, tdk sekedar biasa2 aja yakni: lahir, makan, minum, sekolah, pacaran, kerja, nikah, selengkapnya

Dialog Cinta Allah Antara Sahabat Beda Agama Seri 4

OPINI | 20 July 2011 | 13:33 Dibaca: 267   Komentar: 0   0

1311125460230495448Awan Lembayung Wrote:
Salam kasih Allah,
Apa yang kita perbincangkan saat ini smoga bermanfaat bagi kita, walau (minimal) hanya
sekedar untuk saling mengetahui dan memahami keimanan kita masing-masing. Allah Maha
Mengetahui, smoga Dia memberkati dan memberi hidayah kita bersama.
Kelamaan “liburan” aku ndak sempat main internet, dan kirim email padamu.
Sebelumnya, maaf,
Bila melati memang ingin menjadi anak Allah yang manja (telah ditebus dosanya tanpa
bersusah payah) sebab Allah telah mengorbankan DiriNya sebagai ungkapan KasihNya yang
tak terkira, silahkan.
Kalau aku sih, ingin menjadi manusia yang siap menanggung dosa-dosaku sendiri baik yang
disengaja maupun yang tak disengaja, kalau itu memang tak terampuni, sebagai konsekuensi
kebebasan memilih yang telah Dia berikan dan atas implementasi kebijakan prilaku akal
budi.
Aku bukanlah manusia manja, aku ingin secara tulus dengan kerendahan hati, bekerja keras
mengekang hawa nafsu dan beramal sholeh dalam mengharap Ampunan dan
CintaNYA. Aku tak butuh sang penebus dosa. Apalagi mengharap Tuhan susah-susah turun
ke bumi untuk tersiksa dan “ MATI ” kemudian bangkit lagi dalam mengorbankan DIRINYA
hanya untuk menebus dosa manusia makhluk ciptaanNYA sendiri. Alangkah sombongnya
diriku, dan tidak berartinya aku sebagai makhluk yang kecil dan tak berdaya ini
mengharapkan yang demikian itu.
Memang, akhirnya apa yang diungkapkan Melati telah sampai kepada doktrin mengenai
kepercayaan penebusan dosa oleh Yesus (Isa Almasih), yang sebenarnya
kepercayaan ini adalah klimaks dari cerita-cerita, mitos-mitos pengorbanan dan
kepahlawanan dalam agama nenek moyang. Mitos perlunya ada sesaji, korban hewan, korban
manusia untuk menebus dosa dan kutukan ditutup dengan cukup manis dan keharuan yang
mendalam, yaitu dikorbankannya TUHAN sendiri sebagai penghapus kutukan dan segala
dosa manusia. Memang, peristiwa “disalibnya Yesus” mengandung misteri Ilahi yang
menjadi kontroversi sepanjang jaman dan batu ujian akan keimanan kaum Nasrani. Islam
menyakini yang disalib adalah YUDAS murid Yesus yang berkhianat yang diserupakan
wajahnya seperti Yesus oleh Allah. Sedangkan Yesus sendiri diselamatkan Allah dan
dinaikkan ke langit setelah menemui murid-muridnya dalam sebuah perjamuan, dan Yesus
akan dibangkitkan kembali pada akhir jaman untuk menjelaskan kebenaran AGAMA
ALLAH.
Dalam perjamuan terakhir kepada murid-muridnya (Ekaristi) Yesus mengungkapkan pesan
dia yang terakhir akan datangnya PARAKLET/PARAKLETOS. Lalu apa arti Paraklet
sebenarnya dalam bahasa Yunani?
Ilmu Kritik Teks Injil telah membuktikan bahwa arti Paraklet adalah Seorang penolong yang
lain dan sama seperti Yesus, yaitu seorang NABI, dan bukannya Roh
Kudus yang tidak bisa bersuara dan berbicara, tidak bisa menunggang kuda putih yang
membawa pedang kebenaran ditangannya, dan tidak seperti Musa.
Selebihnya, tanpa mengurangi rasa hormatku kepada keimanan Melati yang katanya sudah
kuat, aku ingin belajar akan ketidaktahuanku akan beberapa hal sbb:
- Bagaimana kita dapat mengerti dan memahami secara benar doktrin Allah Tritunggal
yang membingungkanku, mungkin Melati sendiri dan banyak manusia yang lain. Apalagi
doktrin ini yang menciptakan adalah manusia sendiri lewat voting
konsili NICEA 325M, dan belum sempurna dan disempurnakan lewat konsili-konsili
selanjutnya dan sempurna sesuai doktrin Tritunggal seperti pada saat ini baru di abad 15-an.
Bisakah aku percaya terhadap TUHAN yang diciptakan sendiri oleh manusia?
- Bisakah aku tahu secara benar, kebenaran Injil yang telah terbukti bahwa penulispenulisnya
senyatanya bukan saksi-saksi hidup semasa Isa Almasih. Dan telah terbukti bahwa
Injil yang empat (Matius, Markus, Yohanes/Yahya dan Lukas) adalah
bukan Injil yang asli langsung dari tangan dan bahasanya Isa Almasih. Dan yang perlu
diketahui bukankah disamping ke empat Injil tersebut masih banyak Injil-Injil versi lain yang
sengaja dihapus, dan disembunyikan. Injil-Injil ini terkenal dengan nama Injil-Injil Apokrif
(disembunyikan).
- Disamping tidak adanya Injil yang asli dan murni tanpa kesalahan tangan-tangan
manusia, bisakah aku percaya kepada KITAB SUCI dari TUHAN yang disana-sini cacat,
kontroversi, dan diragukan kebenaran-kebenarannya oleh ilmu-ilmu sejarah, antropologi,
kritik teks kitab suci, dll. Padahal Tuhan adalah Maha Mengetahui dan tidak mungkin
membuat kesalahan dalam menurunkan wahyuNYA.
- Sejarah telah membuktikan bahwa agama Kristen dan Katolik saat ini adalah “ajaran
Yesus” versi PAULUS setelah jatuhnya Jerusalem pada tahun 70 M oleh imperium Romawi.
Yang sebelumnya, di tahun 30 M – 70 M telah terjadi pergumulan keras dan saling
mempengaruhi antara kelompok Yudea-Kristiani (kelompok sahabat-sahabat Yesus) dengan
kelompok Paulus. Yang akhirnya Pauluslah yang menang karena didukung oleh kaisar
Romawi (lihat peristiwa konsili NICEA 325). Dan yang perlu diketahui salah satu ajaran
yang dibawa Paulus adalah cikal bakal doktrin TRINITAS yang ditentang oleh kaum Yudea-
Kritiani yang pada waktu itu adalah mayoritas umat Kristiani hingga tahun 500-an M. Kaum
Yudea-Kristiani dan mayoritas umat pada waktu itu sebelum tersingkir dan terkikis habis
bersama kitab-kitab Injil versi mereka, meyakini bahwa Yesus bukanlah TUHAN. Yesus
adalah 100% manusia dan hanyalah seorang nabi utusan Allah yang istimewa.
Sedangkan ROH KUDUS pada tahun-tahun tersebut sama sekali belum dipikirkan perannya
hingga konsili-konsili di abad ke 4.
Cukup ini dulu ya Melati,
Sungguh merepotkan ya,
Maafkan sekali lagi, dengan tulus dan rendah hati serta karena Allah semata aku
“menyarankan” Melati untuk belajar mendalami agamamu sendiri dahulu, aku khawatir kamu
sama sekali tidak mengetahui hal-hal tersebut di atas.
Oya, memang, umat Katolik khan tidak sebebas umat Protestan dalam mempelajari Injil?
Sayang ya. Apakah hal tersebut dilarang keras? Apakah hak belajar Injil hanya ada ditangan
para pastur, pendeta, Romo dan Sri Paus, sedangkan umatnya tidak?
Padahal Injil adalah landasan dasar kepercayaan agama. Kalau tidak diharuskan belajar
secara tuntas hingga akar-akarnya kapan pribadi-pribadi umat dapat memahami ajaran Injil
secara benar?
Melati, ada pemeo yang cukup terkenal, yaitu bahwa orang yang belajar semakin mendalam
akan ajaran Kristiani secara tulus dan pribadi (bukan atas nama Gereja) hingga ke akarakarnya
maka ia akan semakin ragu-ragu akan kebenaran ajaran Kristen itu sendiri.
Contohnya amat besar dipelupuk mata kita, yaitu hampir sebagian besar orang Barat sudah
acuh tak acuh dengan agama. Mereka memandang remeh tatkala diajak berbicara soal agama,
apalagi bila dihubungkan dengan ilmu pengetahuan (sains) dan dunia. Hal itu lumrah, sebab,
hati mereka telah disakiti oleh Gereja selama berabad-abad lamanya tatkala gereja berkuasa.
Dan tatkala ilmu pengetahuan memenangkan perseteruannya dengan Gereja dan agama,
akibatnya lihatlah prilaku dan moral mereka sekarang.
Sekian dahulu, Allah slalu kasih padamu,
Aku kapanpun siap bertukar pikiran dan membantumu dalam bentuk apapun,
Awan Lembayung.

JAWABAN MELATI bersambung…….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelantikan Presiden Jokowi Menggema di …

Ely Yuliana | | 20 October 2014 | 20:18

Jokowi Jadi Cover Story Tabloid ChinaDaily …

Rahmat Hadi | | 20 October 2014 | 20:13

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05

Hampir Tertipu dengan ‘Ancaman’ Petugas …

Niko Simamora | | 20 October 2014 | 19:49

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00



HIGHLIGHT

Trip to Banda Aceh #1 …

Rinta Wulandari | 8 jam lalu

Menjadi Manusia yang Sebenarnya …

Dayoe Yogeswary | 8 jam lalu

Inilah Akibat Buku Jendela Dunia …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Asa Negeri …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Jika Tak Dikelola, Kerbau bisa Terancam …

Panca Nugraha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: