Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Karaeng Caddi

penonton yang lagi suka bikin catatan

Issu SARA di Kota Balikpapan

REP | 13 July 2011 | 02:33 Dibaca: 4917   Komentar: 6   0

Balikpapan adalah salah satu kota di Propinsi Kalimantan Timur dan lebih jelas tentang profilnya dapat dilihat pada situs resmi pemerintah Kota Balikpapan atau di Wikipedia.

Data jumlah penduduk kota Balikpapan  559.126 jiwa dengan persentase berdasarkan suku :

  1. Suku Paser 8,77%
  2. Suku Kutai 10,43%
  3. Suku Banjar 12,19%
  4. Suku Bugis 14,44%
  5. Suku Jawa 29,76%
  6. Rumpun Tionghoa 16,76%
  7. Suku Minahasa 6,81%
  8. Suku Batak 3,21%
  9. Suku Aceh 2,08%
  10. Suku Gayo 1,08%
  11. Suku Gorontalo 0,06%

Kota Balikpapan dengan motto Balikpapan Kota BERIMAN; Bersih, Indah, Aman, Nyamman.  kebersihan dibuktikan dengan meraih setifikat kategori clean land dari Environmentally Sustainable Cities (AWGESC) pada 2-3 Mei 2011 di Yangon, Myanmar dengan posisi kedua setelah Kota Phitsanulok, Thailand.

Tidak berselang lama dengan penerimaan penghargaan tersebut kemudian keamanan pun menjadi salah satu ujian bagi Kota Balikpapan untuk membuktikan diri sebagai salah satu kota teraman di Indonesia dengan sebuah peristiwa yang bisa saja menjadi pemicu kerusuhan dan berujung pada pertumpahan darah antara sesama penduduk Kota Balikpapan.

Peristiwa ini berawal dari perseteruan dua kelompok organisasi massa yakni Gerakan Pemuda Asli Kalimantan Timur (Gepak) dan organisasi massa LaGaligo  yang kemudian condong menjadi isu sara; Bugis-Makassar versus Dayak.

Berdasarkan sumber penulis, Gepak adalah salah satu organisasi yang dibentuk pada saat pemilu gubernur Kaltim tahun 2008 yang lebih banyak berafiliasi atau memberi dukungan kepada Bpk. Awang Faroek Ishak (AFI) yang sekarang sebagai Ketua Partai Golkar Kaltim. Mungkin karena dibentuk pada saat mendekati pemilu gubernur maka Gepak tidaklah  membatasi keanggotaan atau kepengurusanya berdasarkan suku tertentu walaupun pada akhirnya setelah AFI terpilih maka mulai membatasi diri atas suku tertentu atau kelompok tertentu atau asli dan pendatang, berdasarkan dinamika organisasinya.

Lagaligo adalah salah satu organisasi yang baru yang belum seumur jagung dan hampir gagal mendeklarasikan diri pada tanggal 25 Juni 2011 karena kuatnya penentangan terhadap pendiriannya oleh orang-orang Gepak, organisasi Lagaligo inipun sebenarnya tidaklah jauh berberbeda dengan Gepak  karena Ketua Dewan Pembinanya adalah Andi Burhanuddin Solong yang sekarang adalah Ketua DPRD Kota Balikpapan dan terpilih melalui Partai Golkar, Pengurus serta keanggotaan Lagaligo  adalah orang Sulawesi yang didominasi oleh “Bugis-Balikpapan”

“Bugis-Balikpapan” yang penulis maksud adalah Bugis Paser (baca selengkapnya di sini ) dan para keturunan  orang sulawesi dari perkawinan campuran antara etnis di Kalimantan yang kemudian bermukim di Kota Balikpapan dan mayoritas merasa sebagai penduduk asli Kalimantan karena pada faktanya tidaklagi sekedar datang ke Kota Balikpapan karena tugas atau sekedar datang sebagai pencari nafkah namun hidup dan matinya di kota Balikpapan dan pada umumnya tidak mengenal tradisi mudik di saat hari-hari raya keagamaan (melebihi Bang Toyyib), hal ini mungkin disebabkan karena semua asset hidupnya ada di Kota Balikpapan  atau pada umumnya tidak lagi memiliki kampung sendiri di Sulawesi namun tradisi dan adat Bugis pada kegiatan-kegiatan tertentu masih menggunakan ciri bugis seperti pada kegiatan pernikahan, sunatan dan lain-lain.

Beberapa tuntutan atas pendirian ormas Lagaligo dari ormas Gepak (baca: Forum Komunikasi Masyarakat Suku Asli Kalimantan; FKMaSAK  sebagai berikut :

1. FKMaSAK menolak keberadaan ormas kesukuan Lagaligo untuk berkembang di bumi Kalimantan

2. FKMaSAK meminta kepada Pemkot Balikpapan, segera mencabut izin ormas Lagaligo

3.FKMaSAK  meminta Ketua DPRD kota Balikpapan diberhentiakan dari jabatan dan mundur sebagai Anggota DPRD

4. FKMaSAK meminta semua Anggota DPRD Kota dan Propinsi yang masuk anggota Lagaligo untuk diberhentikan

5. FKMaSAK yakin akan terjadi benturan/kerusuhan, maka aparat yang paling bertanggungjawab

6. FKMaSAK tetap akan melakukan perlawanan terhadap Lagaligo sepanjang izin belum dicabut

7. FKMaSAK menyatakan Kapolres sebagai pembohong publik karena tetap memberi izin pendeklarasian Lagaligo pada tanggal 25 Juni 2011

Terhitung sejak tanggal 4 Juli 2011, FKMaSAK memberi tenggang waktu 3 x 24 jam kepada Wwalikota untuk membubarkan Lagaligo, sehingga kondisi balikpapan cukup lengang hingga tanggal 4 Juli 2011 dan Polda pun sangat serius memberikan pengamanan.

yang menarik sekaligus menegangkan sehingga perlu pihak pemerintah dan pihak kepolisian cermati adalah perkembagan issu yang semakin membesar karena cerita ini semakin hari makin meruncingkan perseteruan dan daerah-daerah tertentu di Kota Balikpapan cukup lengang seakan saling menjaga satu sama lain dan menuggu serangan.

Dan berdasarkan informasi penulis pada malam hari tanggal 4 Juli 2011, ada utusan Gepak mendatangi rumah Ketua Umum Lagaligo dan tetap memberikan  tuntutan :

1. Lagaligo tetap harus membubarkan diri

2. Andi Burhanuddin Solong harus dipecat dan diberhentikan sebagai ketua dan Anggota DPRD kota Balikpapan

3. Apabila point 1dan& 2 tidak dipenuhi maka Bugis-Dayak  akan perang

Ketua Lagaligo H. Tunrung menanggapi bahwa dirinya tidak bisa  mengabulkan permintaan pada point 1 dan 2 karena  sama sekali bukan kewenangan dan kapasitasnya melainkan kapasitas pemerintah, dan untuk point 3 tidak mungkin dilakukan kecuali pihak Gepak datang dan melakukan serangan.

Yang mengherankan dari kasus ini adalah begitu gencarnya issu yang terbangun Bugis-Dayak akan berperang, cerita ini banyak berkembang antara penduduk kota balikpapan dan kabupaten/kota tetangga bahkan hingga ke Banjarmasin Kalimantan Selatan, dalam pandangan penulis issu ini ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu untuk mengarahkan pertentangan ini menjadi isu sara seperti kejadian Sampit beberapa tahun lalu dan Tarakan beberapa bulan lalu.

Hal ini dapat lihat dari surat-surat tuntutan yang mengatasnamakan Forum Komuniasi Masyarakat Suku Adat Kalimantan namun aktualnya disaat demonstrasi di Kantor Pemerinta Balikpapan hanya mengekeksploitasi kelompok atau sebagian suku Dayak yang didatangkan jauh-jauh  dari luar Kota Balikpapan dengan menggunakan konvoi kendaraan.

Pada faktanya ketika FKMaSAK bergerak dilapangan menurunkan atribut-atribut Lagaligo selalu mengatasnamakan Gepak. Artinya di kelompok Gepak pun sebetulnya tidaklah menyeluruh sependepat dengan issu tersebut atau minimal menghindari dituntut balik oleh Lagaligo karena sama-sama berstatus sebagai OKP/ormas/paguyuban dan lain-lain  sehingga harus menggunakan nama FKMaSAK dalam administrasi Aksinya.  .

Sementara Suku Paser, Banjar, Kutai  cenderung tidak melibatkan diri secara komunal dalam persoalan tersebut walaupun kita tahu bahwa Balikpapan dihuni Awal oleh Suku Paser.

Kita tunggu perkembangan selanjutnya, semoga pemerintah, pihak keamanan tetap jeli dan tidak memberi ruang untuk terjadinya perang atas dasar isu sara di Balikpapan karena derita baru akan datang dan selalu membekas untuk kedua kubu yang bertikai dan selalu ada orang yang tidak terkait menjadi korban.

Perkembagan Ormas LaGaligo yang diteru oleh Gepak

per 12 Juli 2011

Setelah seteru kedua organisasi tersebut dimulai maka nama organisasi ini pun menjadi populer di Kalimantan khususnya Kota Balikpapan dan Sekitarnya.

Pasca Demonstrasi pada tanggal 4 Juli 2011, Kota Balikpapan kembali kondusif, aktivitas warga pun kembali berjalan seperti hari biasanya, semua kegiatan dikantor pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya, hubungan sosial antara penduduk kota pun bisa dikatakan hampir tidak terpengaruh dengan issu kerusuhan walaupun melalui media SMS dan jejaring sosial pembicaraan tersebut tidaklah hilang.

Demonstrasi yang dilakukan organisasi Gepak yang turun atasnama Forum Komunikasi Masyarakat Suku Asli Kalimantan ternyata tidak terhenti, hal ini bisa dilihat pada hari selasa tanggal 12 Juli 2011, organisasi datang ke Kantor-kantor  Pemerintah Kota Balikpapan. tuntutanpun tidak berubah yaitu Bubarkan Ormas LaGaligo, Turunkan dan pecat Andi Burhanuddin Solong dari Kursi Ketua DPRD Kota Balikpapan berikut Anggota DPRD di Kaltim yang terlibat dalam ormas LaGaligo.

Dari kostum yang mereka kenakan bisa disebut sedikit lebih berbeda dengan demonstrasi awalnya, kali ini  seragam organisasi Gepak yg mirip seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) lebih mendominasi dibandingkan demosntrasi awalnya yang lebih banyak menonjolkan ciri berpakaian khas adat Kalimantan. Hingga jam 12.00 wita kondisi berjalan normal namun setelah organisasi Gepak mulai beranjak dari lokasi demonstrasi kondisi mulai berubah karena pergerakan beranjak ke arah Barat Kota Balikpapan dan akan melaui Jalan Minyak dimana daerah tersebut adalah area atau kawasan PT.Pertamina. seperti nama jalannya, kawasan ini tentu merupakan pusat perkantoran PT. Pertamina dan pengolahan PT. Pertamina dan kawasan inilah yang menjadi alasan Kota Balikpapan di juluki sebai Kota Minyak sehingga pihak keamanan pun memberikan perhatian khusus terhadap kawasan ini yang merupakan salah satu asset negara yang nilainya begitu besar.

Pergerakan demonstran Gepak ke arah Balikpapan bagian barat begitu cepat beredar, sehingga suasana kota tiba-tiba berubah hal ini kemungkinan disebabkan karena di wilayah barat balikpapan adalah rumah Ketua LaGaligo dan keturunan Bugis Makassar lebih banyak bermukim di wilayah tersebut, baik yang berasal dari luar kalimantan ataupun dari keturunan Bugis-Paser.

Dengan cepatnya peredaran informasi bahwa Gepak akan mendatangi rumah ketua Lagaligo maka akivitas yang tidak lazim di Kota Balikpapan pun begitu nampak, di Ujung jalan minyak hingga Balikpapan paling barat  tiba-tiba saja jadi ramai riuh dan terkesan menegangkan, begitu nampak di setip ujung Gang/lorong/setapak orang berkerumun bagaikan menunggu iring-iringan Presiden era Orde Baru yang akan melewati jalan Letjend. WR Suprapto dan sekitarnya.

kejadian ini berlangsung hingga adzan magrib, dan mereda setelah kedatangan bpk. Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono memberi imbauan, pemahaman dan menenangkan warga bahwa pemerintah dan pihak keamanan terus berusaha memblokade Jalan Minyak agar Gepak tidak melintas dan bertemu dengan kerumunan warga yang memungkinkan terjadinya perang antar Suku.

semoga pemerintah Kota Balikpapan dapat menyelesaikan masalah ini, sebelum ada korban jiwa diantara kedua ormas terutama korban dari warga yang tidak mengetahui, atau tidak terlibat dalam konflik ini

SISI LAIN

ada cerita-cerita yang lucu dan unik dari konflik ini terutama pada warga yang menikah antar suku di Kota Balikpapan, entah itu pernikahan antara keturunan bugis-makassar dengan banjar, dayak, kutai, jawa dll

lain kesempatan saya akan coba berbagi cerita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tim Indonesia Meraih Emas dalam Taste of …

Ony Jamhari | | 20 September 2014 | 13:35

Pendaftar PNS 1,46 juta, Indonesia Minim …

Muhammad | | 20 September 2014 | 12:59

Dari Melipat Kertas Bekas Bergerilya Berbagi …

Singgih Swasono | | 20 September 2014 | 17:28

Di Pantai Ini Tentara Kubilai Khan Mendarat! …

Mawan Sidarta | | 20 September 2014 | 13:30

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 14 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 18 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Rebranding Sepak Bola di India …

Handy Fernandy | 10 jam lalu

Kesetrum, Antara Reflek dan Tuhan …

Bang Pilot | 11 jam lalu

Judika Bangga Membagikan Budaya di Rising …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

i-Road, “Bajaj” Masa Depan ! …

Angga Saputra | 11 jam lalu

Kompasiana - Yamaha Nangkring Heboh …

Rahmat Hadi | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: