
“”Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala”.” (Ungkapan Sayyid Quthb yang dikutip A. Fuadi pada acara Blogshop N5M Bandung, 10/03/2012 ) My Website; http://www.zonakerja.tk
Dibaca: 135
Komentar: 2
Nihil
Revolusi dalam sebuah buku yang pernah saya baca karya Ziaul Haq adalah gerakan berdasarkan agama, beliau mengatakan tidak ada revolusi tanpa dasar agama. Soekarno sebagai proklamator RI lebih dominan pengaruhnya di RI dengan mengartikan tidak ada revolusi tanpa korban, atau revolusi itu butuh korban. Mr Ziaul Haq mencontohkan revolusi yang dimaksudkannya dengan perjuangan para Nabi dan Rasul, mulai dari Nabi Adam as, Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Isa as, sampai Nabi Muhammad saw. Dan Soekarno memberikan contoh revolusi yang dimaksudkannya dengan Revolusi Perancis, Rusia, China sampai Kuba.
Dengan dasar agama, revolusi para Nabi tidak berorientasi kepada perebutan kekuasaan. Revolusi para Nabi adalah dalam rangka merubah kejelekan dengan kebaikan, merubah jalan setan dengan jalan Tuhan YME. Nabi Musa as dan Nabi Isa as yang tidak sampai selesai menjalankan misi revolusinya. Nabi Musa as meninggal sebelum orang-orang yang dipimpinnya hijrah dari Mesir sampai ke Palestina. Nabi Isa as disembunyikan oleh Allah swt ditengah misi revolusinya, dan tentu saja Allah Swt akan mengembalikannya ke dunia dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya untuk menyelesaikan misi revolusinya.
Revolusi yang dicontohkan oleh Soekarno adalah revolusi yang berorientasi kekuasaan. Revolusi yang bertujuan untuk meruntuhkan penguasa dan menjadi penggantinya dengan cara yang berbeda dengan pengusa sebelumnya. Bisa dikarenakan pertentangan kelas antara miskin dan kaya, atau karena police (kebijakan) yang saling bertentangan antara penguasa dan revolusioner.
Perbedaan mendasar setelah revolusi dari keduanya adalah, para Nabi masih dalam kemurniannya sebagai manusia tidak sampai disembah sebagai Tuhan. Sedangkan revolusioner yang berorientasi kekuasaan lebih sering dibuat patung, dan dipuji-puji sebagai pahlawan Negara. Sedangkan kekuasaannya hanya sementara bahkan juga gagal.
Lihat Soekarno sebagai kader Muhammadiyah, setelah berkuasa menyuruh pematung untuk membuat patung selamat datang. Aqidahnya sudah goyah sedangkan tujuan revolusinya merebut kekuasaan dari Jepang berhasil. Lihat juga Jenderal Besar Soedirman, kader Muhammadiyah setelah meninggal dunia, banyak patung-patungnya didirikan. Dan sampai sekarang dari sejak Muhammadiyah mengetahuinya patung-patung kader-kader Muhammadiyah masih berdiri tegak.
Dalam kacamata revolusi Ziaul Haq dengan berdasarkan agama, yaitu tidak ada agama dihadapan Allah Swt melainkan hanya agama Islam saja. Maka menentang dan merobohkan patung-patung, meskipun itu adalah patung orang-orang Islam (yang mengaku Islam) adalah revolusi di jalan Allah Swt. Nabi Ibrahim as melakukannya dengan korban dirinya dibakar dalam api yang menyala, namun perjuangannya berhasil memurnikan aqidah manusia kembali kepada Tuhan YME. Beliau diselamatkan Allah swt tidak terbakar di dalam api yang menyala-nyala membakarnya.
Nabi Muhammad Saw melakukan revolusi dengan mengembalikan aqidah manusia kembali kepada Tuhan YME. Korban-korbannya adalah pengikut dan dirinya diintimidasi/ditekan agar berhenti berevolusi. Hingga korban berjatuhan, dan menempuh hijrah. Namun akhirnya Allah Swt memenangkan revolusi Rasul dan Nabi Muhammad Saw melalui jalan damai penaklukan Makkah. Setelah datang kembali ke Makkah dalam penaklukan Makkah beliau merobohkan patung-patung yang ada di Makkah. Dan memurnikan aqidah manusia kembali kepada Allah swt, dan meninggalkan kemusyikan menyembah patung.
Semangat revolusi para nabi dan Rasul tidak pernah padam. Berbeda dengan revolusi yang berorientasi kepada menjatuhkan kekuasaan semata. Semangat revolusi para Nabi dan Rasul membutuhkan proses yang lebih panjang dan membutuhkan semangat, pemikiran, tenaga, biaya yang lebih besar. Namun Allah swt sudah membeli jiwa dan harta para Suhada (revolusioner di jalan Allah swt) dengan surga. Sedangkan perjuangan revolusi yang hanya semata untuk mendapatkan kekuasaan akan cepat reda, semangatnya tidak mampu bertahan lama, bahkan akan cenderung kepada KKN, karena pengorbanannya adalah untuk mendapatkan kemuliaan di dunia semata.
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Aquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar (TQS al-Taubah [9]: 111).