Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Muslim Utami

SAYA BERTEMPAT TINGGAL DI WAWONDULA KECAMATAN TOWUTI KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN

Karya Ilmiah Remaja

REP | 10 July 2011 | 12:10 Dibaca: 610   Komentar: 0   0

( ANALISIS KESIAPAN REMAJA WAWONDULA DALAM MENYONGSONG MASA DEPAN DI ERA GLOBALISASI )

DI

SUSUN OLEH :

( Kelompok Max Weber )

1.MUSLIM UTAMI (SMAN 2 NUHA )

2. NISANTI LEBANG ( SMAN 1 TOWUTI )

3. ADRIANUS BABANGAN ( SMAN 1 TOWUTI )

4. MARDAWATI ( SMAN 1 TOWUTI )

5. FITRIANI HARDOERI ( SMAN 1 TOWUTI )

Telah disahkan untuk diikutkan dalam Perkemahan Ilmiah Remaja(PIR) intern SMA Negeri 1 Towuti, tanggal 5-9 januari 2010 yang dilaksanakan oleh Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 Towuti

Wawondula ,8 Januari 2010

Pembimbing I Pembimbing II

1. Drs. Muhammad Hasri, M.Hum 1. Drs. Mu’alim

2. Drs. Muhammad Jasri Djangi, M.Pd 2. Tamir Patsan, S.Pd

3. Burhan Ali. S.Pd





ABSTRAK

ANALISIS KESIAPAN REMAJA WAWONDULA UNTUK MENYONGSONG MASA DEPAN DI ERA GLOBALISASI

Penelitian ini dilakukan dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana kesiapan remaja dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi dan seberapa besar dukungan orang tua dalam memberi motivasi kepada anaknya untuk mempersiapkan diri dalam menentukan masa depannya. Kemudian remaja Wawondula lebih mementingkan pergaulan bebas atau ke hal-hal negatif sepaerti bermabuk-mabukan atau seks bebas.

Penelitian ini kami lakukan dengan menerapkan metode-metode dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan data observasi dan metode koesioner dilakukan dengan penyebaran angket yang berisi 23 pertanyaan yang di sebar ke masyarakat Wawondula hasil dari data yang diperoleh dari masyarakat mengenai kesiapan remaja dalam menentukan masa depan masih kurang.

PRAKATA

Tidak ada kata yang bisa kami ucapkan selain puji syukur kehadirat TUHAN YANG MAHA

ESA atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Karya Ilmiah Remaja (KIR) mengenai Analisis Kesiapan Remaja Wawondula Dalam Menyongsong Masa Depan Di Era Globalisasi ” .

Terselesainya Karya Tulis Ilmiah ini tidak lepas dari dukungan dan saran dari beberapa pihak

yang telah memberikan motivasi / dorongan baik materil maupun moral. Kemauan atau motivasi

adalah kekuatan yang melebihi kemampuan logika. Dengan motivasi yang ia miliki seseorang da

pat menjalani atau mengatasi tantangan globalisasi yang semakin pesat.

Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Orang Tua Penulis Yang Benar Benar Memberikan Motivasi Kepada Kami baik materil maupun moral.

2. Adam, S.Pd ( Kepala SMA Negeri 1 Towuti )

3.   Dra. Hawani Kaso ( Kepala SMA Negeri 2 Nuha )

4. Drs. Muh. Hasri M.Hum , Drs. Muh. Jasri Djangi, M.Pd

5. Seluruh Rekan-rekan Siswa SMA Negeri 1 Towuti

6. Seluruh Pihak Yang Tidak Dapat Di Sebutkan Namanya Yang Telah Membantu Kami Baik Secara Langsung Maupun Tidak Langsung.

Kami berharap semoga karya ilmiah yang kami buat dapat bermanfaat bagi kita semua.

Wawondula. 8 Januari 2010

PENULIS


BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sehubungan dengan pesatnya persaingan industri dan teknologi pada zaman modern ini maka banyak remaja berusaha menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi, seperti: kursus, banyak membaca buku untuk menggali ilmu pengetahuan,dan sebagainya.

Pentingnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi maka mendorong anak remaja berlomba-lomba untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi sebagai dasar utama atau modal di era globalisasi,Selain itu remaja juga ingin mengetahui berbagai manfaat dari berbagai perkembangan media yang ada saat ini.

Kita semua tahu bahwa remaja merupakan generasi muda yang akan dan menjadi penerus bangsa di era kedepannya.selain itu remaja juga akan menjadi dasar utama sebagai landasan masyarakat.

Namun kenyataannya lebih dominan remaja sekarang lebih senang berpoya-poya,dan mengkomsumsi obat-obat terlarang,minum-minuman terlarang dan seks bebas. Remaja juga sering menyalahgunakan kesempatan atau waktu yang ada.

Apakah hal ini kita biarkan terus terjadi? Kita sebagai anak remaja tentunya kita menyadari pentingnya masa depan dan cara untuk mempersiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi. Dan perlu kita tanam dalam diri kita rasa ingin tahu dan haus akan ilmu pegetahuan. Selain itu kita dapat mempersiapkan diri dengan melakukan kegiatan- kegiatan seperti ikut serta dalam pramuka,terlibat dalam osis dan juga ikut dalam KIR.

Oleh karena itu,anak remaja wawondula juga harus memikirkan tujuanl yang negatif tentang masa depan yang kita akan capai dengan pasti,selain itu kita juga harus lebih serius dalam menanggapi berbagai hal-hal negatif untuk menyonsong masa depan di era globalisasi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut ini.

1. Bagaimana tanggaapan masyarakat mengenai kesiapan remaja wawondula dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi ?

2. Bagaimana tanggapan remaja dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi?

3. Foktor apa saja yang menjadi motivasi remaja dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi?

4. Bagaimana remaja meluangkan waktunya dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah

1. Mengetahui tanggapan masyarakat mengenai kesiapan remaja wawondula dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa deapn di era globalisasi

2. Mengetahui tanggapan remaja dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi.

3. Mengetahui factor yang menjadi motivasi dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi.

4. Mengetahui cara remaja wawondula meluangkan waktunya dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini kami buat untuk memaparkan tentang;

1. Manfaat bagi remaja untuk menyongsong masa depan di era globalisasi mereka mengaktualisasikan harapan mereka untuk menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga kelak bisa menjadi sarana untuk mewujudkan kehidupan yang diimpikannya yang di sebut cita-cita. Cita-cita dapa di ungkapkan dalam bentuk profesi tertentu.

2. Manfaat bagi orang yaitu mereka berharap kepada anak untuk menuntut masa depannya agar kelak dapat menjadi remaja yang berguna bagi dirinya sendiri,orang tua,dan sesame. Harapan orang tua ia bisa mendapatkan profesi/pekerjaan yang baik.

3. Manfaat bagi masyarat terutama masyaraka wawondula harapannya untuk remaja yang menyonsong masa depan di era globalisasi. Remaja yang menuntut ilmu agar kelak ia dapat pulang kedaerahnya masing-masing untuk membangun daerahnya dan menjadi orang yany dibutuhkan/berguna bagi masyarakat dan menjadi generasi penerus.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Remaja

a. Pengertian

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa

pada umur 15 – 19 Tahun .

b. Pentingnya pembinaan remaja

Dalam dunia yang semakin modern, tentunya kita harus bersaing dan mempu-

nyai pengetahuan atau wawasan yang lebih luas. disinilah orang tua harus berperan aktif dalam membina sifat atau perilaku remaja. Apabila remaja tida

k di berikan arahan dari orang tua maka terkadang remaja jauh dari apa yang di harapkan.

c. Faktor yang membuat remaja jauh dari harapan

Lingkungan merupakan faktor utama yang mempengaruhi remaja dalam menghadapi masa depan di era globalisasi. Apabila remaja tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri maka dia akan mudahnya terpengaruh oleh lingkungan tempat tinggal nya. Apabila remaja sudah terpengaruh oleh lingkungan maka remaja akan melakukan hal – hal yang tidak baik seperti merokok, lebih suka bergaul dengan anak yang nakal, mengkonsumsi narkoba, minum – minuman keras dan melakukan sex bebas

2. Globalisasi

a. Pengertian

Globalisasi adalah proses penyebaran unsur – unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.

b. Tantangan Globalisasi

Tantangan globalisasi yang di hadapi oleh pemerintah adalah penyiapan sumber daya manusia yang mampu bersaing pada era globalisasi di masa yang akan datang. Dalam mengantisipasi hal tersebut telah di lakukan berbagi upaya di antaranya melalui peningkatan mutu pendidikan dan pelatihan.

3. Strategi Pembinaan Remaja

a. Pemanfaatan waktu

Dalam mempersiapkan diri menuju masa depan, remaja harus mampu memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin agar waktu tidak berlalu begitu saja. Waktu yang ada di manfaatkan dengan mengisi hal – hal yang berguna seperti belajar sehingga persiapan kita dapat tersalurkan dengan baik dalam mempersiapkan diri menuju masa depan. Selain itu, perlu ada kesadaran pada remaja. Apakah persiapan- persiapan tersebut sudah memadai sebagai bekal dalam mempersiapkan diri menyongsong masa depan di era globalisasi.

B.KERANGKA PIKIR

ANALISISIS KESIAPAN REMAJA WAWONDULA DALAM MENYONGSONG MASA DEPAN DI ERA GLOBALISASI:

1. MANFAAT CITA - CITA :

-MANFAAT BAGI DIRI SENDIRI

-MANFAAT BAGI ORANG LAIN

-MANFAAT BAGI BANGSA DAN NEGARA

-SIKAP MENTAL /FISIK

2. KESIAPAN :

-SIAP MATERI

-MOTIVASI

3. KEMAPUAN /KETERAMPILAN :

-POLA PIKIR

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang ditujukan untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana kesiapan remaja Wawondula dalam menyongsong masa depan di era Globalisasi.

B. Variabel Penelitian

Yang menjadi variabel ialah:

1. Variabel bebas

Kesiapan remaja Wawondula menyongsong masa depan

2. Variabel terikat

Masa depan remaja Wawondula

C. Defenisi Operasinal Variabel

1.Kesiapan Remaja

Kesiapan remaja dimana remaja telah siap menghadapi masa peralihan mereka untuk ke periode dewasa, dengan mempersiapkan hal-hal yang menjadi bekal untuk masa depan mereka.

2.Masa Depan

Masa depan merupakan keadaan dimana telah terbuka peluang untuk meniti karir atau menunaikan cita-cita yang telah diimpikansebelumnya.


D. Populasi Dan Sampel

1.Populasi

Yang menjadi populasi ialah semua masyarakat yang ada disekitar Wawondula.

2.Sampel

Yang menjadi sampel yaitu 50 orang yang terdiri dari orang tua dan remaja yang ada disekitar Wawondula.

E. Metode Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan data di lakukan dengan cara :

1. Metode observasi, yaitu di lakukan dengan cara mengamati secara langsung di lapangan terhadap objek yang di teliti.

2. Metode Dokumentasi, yaitu di lakukan dengan cara mengumpulkan data yang bersumber

dari berbagai dokumen.

3. Metode Kuesioner, di lakukan dengan penyebaran angket yang berisi 23 pertanyaan dan 50 di antaranya adalah biodata responden.

F. Metode Analisis Data

1. Analisis kuantitatif

Data yang telah terkumpul di olah secara kuantitatif sehingga menghasilkan suatu

karya ilmiah yang bersifat deskriptif. Cara ini terdiri atas angka angka dengan menggu-

nakan rumus persentase data yang di analisis lebih lanjut dalam bentuk tabulasi yang di

susun dalam bentuk grafik. Analisis kuantitatif yang di gunakan adalah analisis


persentase dengan menggunakan rumus : A/B X 100

A = Jumlah frekuensi

B = Jumlah Sampel

PH = Persentase Hasil

2. Analisis Kualitatif.

Analisis kualitatif di gunakan melalui interpretasi data kuantitatif dengan menggu-

nakan kalimat.


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Berdasarkan grafik atau tabel 1 dapat di simpulkan bahwa masyarakat beranggapan kepada remaja mengenai remaja dalam menentukan masa depannya di nilai lengah oleh masyarakat atau mendapat pengaruh dari luar. Ini dibuktikan pada grafik yang menunjukkan persentase 54%. Sedangkan pandangan masyarakat terhadap kebiasaan remaja dapat di buktikan pada persentase 68% responden. Dan pada pandangan remaja dapat di buktikan juga pada grafik persentase 92%.

Pada grafik atau tabel di atas dapat di simpulkan bahwa pandanga remaja mengenai cara berpikir remaja dalam mempersiapkan diri masih di bawah apa yang diharapkan,dapat kita lihat pada grafik dengan persentase 32%. Sedangkan pada pendapat remaja lebih baik dari kita harapkan seperti pada hasil persentase 68%. Dan pada pandangan remaja jauh lebih baik seperti pada hasil persentase 92%.

Berdasarkan grafik di atas dapat di simpulkan bahwa sebagian remaja Wawondula termotivasi dalam menyongsong masa depannya dan keinginan besar untuk mencapainya ini di buktikan dengan hasil persentase 38%. Sedangkan sebagian remaja Wawondula lebih dominan mendapat motivasi atau dukungan dari orang tua baik berupa materi atau moril hal ini dibuktikan berdasarkan hasil persentase 52%. Adapun sebagian remaja yang memiliki kesiapan baik mental maupun fisik yang kuat terlihat pada persentase 38%.

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya remaja dapat meluangkan waktunya dengan baik atau pandai dalam membagi waktu dengan cara remaja mengisi aktivitas di luar dapat dibuktikan dengan persentase 68% responden,sebangian yang dapat memanfaatkan waktunya yaitu,dengan hal-hal positif.dan ternyata sebangian juga remaja wawondula menghabiskan waktunya dengan bergaul yang tidak jelas ini dibuktikan dengan persentase 44%.di samping itu,remaja wawondula lebih dominan mengisi waktunya dengan berfikir untuk belajar menyiapkan diri demi masa depanya ini dibuktikan dengan 58%.

Dari grafik diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa pandangan masyarakat mengenai perilaku remaja masih sangat kurang,grafik diatas menunjukkan 54% perilaku remaja masih sangat kurang menurut pandangan masyarakat. Tanggapan masyarakat terhadap remaja sudah baik dapat kita lihat pada grafik dengan persentase 78%. Dilihat dari cirri remaja menunjukkan sudah baik ini dibuktikan pada grafik dengan persentase 60%,menurut pandangan masyarakat mengenai ciri remaja.

Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik remaja sangat berperan pada faktor pendapat remaja dan dapat dilihat dari grafik dengan persentase 92%. Namun masyarakat beranggapan bahwa sikap remaja dalam mempersiapkan diri menuju masa depan masih kurang dan ini ditunjukkan dengan grafik 56%. Tetapi,masih terdapat 90% pendapat masyarakat mengenai kebiasaan yang dilakukan remaja sudah berjalan dengan baik.

Dari grafik diatas dapat disampaikan bahwa hasil persiapan remaja mengenai kegiatan yang dilakukan masih kurang,ini dapat kita lihat di grafik dengan persentase 52%. Hasil persiapan remaja mengenai manfaat remaja masih sangat kurang,ini dibuktikan pada grafik 46% remaja yang sudah mengetahui manfaat belajar. Dilihat dari prestasi remaja menunjukkan kurang baik,dibuktikan oleh grafik dengan persentase 36% remaja sudah berprestasi.

Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa hasil persiapan remaja mengenai penggunaan waktu masih kurang,kita bisa melihatnya pada grafik dengan persentase 38%. Demikian pula dengan persiapan remaja mengenai giat belajar masih di bawah harapan yang tidak sesuai dengan persiapan remaja,ini dapat dilihat pada grafik dengan persentase 44%.

B. PEMBAHASAN

Dari analisis data menunjukan tanggapan remaja tentang motivasi untuk menyongsong masa depannya di era globalisasi masih dianggap kurang karena minimnya kesadaran diri remaja itu sendiri Berdasarkan hasil penelitian kami remaja Wawondula mempunyai tanggapan positif terhadap motivasi atau dukungan remaja disertai dengan faktor-faktor yang mendukung

1.Tanggapan Masyarakat

Berdasarkan grafik atau tabel 1 dapat di simpulkan bahwa masyarakat beranggapan kepada remaja mengenai remaja dalam menentukan masa depannya di nilai lengah oleh masyarakat atau mendapat pengaruh dari luar. Ini dibuktikan pada grafik yang menunjukkan persentase 54%. Sedangkan pandangan masyarakat terhadap kebiasaan remaja dapat di buktikan pada persentase 68% responden. Dan pada pandangan remaja dapat di buktikan juga pada grafik persentase 92%.

2. Tanggapan Remaja

Pada grafik atau tabel di atas dapat di simpulkan bahwa pandanga remaja mengenai cara berpikir remaja dalam mempersiapkan diri masih di bawah apa yang diharapkan,dapat kita lihat pada grafik dengan persentase 32%. Sedangkan pada pendapat remaja lebih baik dari kita harapkan seperti pada hasil persentase 68%. Dan pada pandangan remaja jauh lebih baik seperti pada hasil persentase 92%.

3. Motivasi Remaja

Berdasarkan grafik di atas dapat di simpulkan bahwa sebagian remaja Wawondula termotivasi dalam menyongsong masa depannya dan keinginan besar untuk mencapainya ini di buktikan dengan hasil persentase 38%. Sedangkan sebagian remaja Wawondula lebih dominan mendapat motivasi atau dukungan dari orang tua baik berupa materi atau moril hal ini dibuktikan berdasarkan hasil persentase 52%. Adapun sebagian remaja yang memiliki kesiapan baik mental maupun fisik yang kuat terlihat pada persentase 38%.

4. Pemanfaatan Waktu

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya remaja dapat meluangkan waktunya dengan baik atau pandai dalam membagi waktu dengan cara remaja mengisi aktivitas di luar dapat dibuktikan dengan persentase 68% responden,sebangian yang dapat memanfaatkan waktunya yaitu,dengan hal-hal positif.dan ternyata sebangian juga remaja wawondula menghabiskan waktunya dengan bergaul yang tidak jelas ini dibuktikan dengan persentase 44%.di samping itu,remaja wawondula lebih dominan mengisi waktunya dengan berfikir untuk belajar menyiapkan diri demi masa depanya ini dibuktikan dengan 58%.

5. Pandangan Masyarakat

Dari grafik diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa pandangan masyarakat mengenai perilaku remaja masih sangat kurang,grafik diatas menunjukkan 54% perilaku remaja masih sangat kurang menurut pandangan masyarakat. Tanggapan masyarakat terhadap remaja sudah baik dapat kita lihat pada grafik dengan persentase 78%. Dilihat dari cirri remaja menunjukkan sudah baik ini dibuktikan pada grafik dengan persentase 60%,menurut pandangan masyarakat mengenai cirri remaja.

6. Karakteristik Remaja

Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik remaja sangat berperan pada faktor pendapat remaja dan dapat dilihat dari grafik dengan persentase 92%. Namun masyarakat beranggapan bahwa sikap remaja dalam mempersiapkan diri menuju masa depan masih kurang dan ini ditunjukkan dengan grafik 56%. Tetapi,masih terdapat 90% pendapat masyarakat mengenai kebiasaan yang dilakukan remaja sudah berjalan dengan baik.

7. Hasil Persiapan Remaja

Dari grafik di atas dapat disampaikan bahwa hasil persiapan remaja mengenai kegiatan yang dilakukan masih kurang,ini dapat kita lihat di grafik dengan persentase 52%. Hasil persiapan remaja mengenai manfaat remaja masih sangat kurang,ini dibuktikan pada grafik 46% remaja yang sudah mengetahui manfaat belajar. Dilihat dari prestasi remaja menunjukkan kurang baik,dibuktikan oleh grafik dengan persentase 36% remaja sudah berprestasi.

8. Persiapan Remaja

Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa hasil persiapan remaja mengenai penggunaan waktu masiah kurang,kita bisa melihatnya pada grafik dengan persentase 38%. Demikian pula dengan persiapan remaja mengenai giat belajar masih di bawah harapan yang tidak sesuai dengan persiapan remaja,ini dapat dilihat pada grafik dengan persentase 44%.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Dari kegiatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

1. Tanggapan masyarakat mengenai kesiapan remaja wawondula dalam menyiapkan diri diera globalisasi sudah bagus. Hal ini dibuktikan dengan 68% responden yang menyatakan bahwa kebiasaan remaja sudah baik,

2. Tanggapan remaja dalam menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan di era globalisasi belum matang. Hal ini dibuktikan dengan 62% di antara mereka tidak mengelola waktu dengan baik dan 56% yang menyatakan bahwa remaja kita tidak giat relajar.

3. Motivasi remaja dalam menyonsong masa depan mendapat dukungan yang baik oleh orang tua dan masyarakat. Hanya saja remaja Belem Sian dari segi kesiapan mental dan fisik.

4. Remaja dalam meluangkan waktunya untuk menyongsong masa depan di lakukan dengan cara melakukan hal-hal yang positif. Mereka melalukan aktivitas yang baik (68%), tidak bergaul yang bebas (56%), dan relajar dengan baik (58%).

B. Saran

Dari kesimpulan di atas maka dapat di sarankan

1. Persiapan remaja wawondula dalam menyongsong masa depan di era globalisasi masih membutukan motivasi dan dukungan dari orang tua

2. Sosialisasi mengenai persiapan yang dilakukan oleh remaja wawondula masih perlu ditingkatkan

3. Perlu diadakan pengenalan terhadap remaja yang ada di wawondula mengenai persiapan menyongsong masa depan di era globalisasi

4. Remaja wawondula sebaiknya turut berpartisipasi di dalam masyarakat

DAFTAR PUSTAKA

Maya,Perpustakaan Dunia. 2010.Kesiapan Remaja Di Masa Depan. Google.

Sahry,Sultan. dkk. 2004. Big Bang Spirit Remaja.Jakarta: Gramedia.

Tuwuh,Suwardi. 2004. Bimbingan Karier Remja Muslim.Jakarta:Yudhystira.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 5 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 7 jam lalu

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 16 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Autokritik untuk Kompasianival 2014 …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Kangen Monopoli? “Let’s Get …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Catatan Kecil Kompasianival 2014 …

Sutiono | 8 jam lalu

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: